Penerapan Model Learning Cycle dengan Media Video Animasi untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia Tentang Sehatlah Ragaku pada Siswa Kelas IV SDN 2 Tamanwinangun
Abstract
Kemampuan berpikir kritis merupakan keterampilan penting yang perlu dikembangkan pada pembelajaran Bahasa Indonesia di sekolah dasar untuk menghadapi tantangan abad ke-21. Penelitian ini bertujuan meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa melalui penerapan model Learning Cycle dengan media video animasi. Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini dilaksanakan secara kolaboratif dengan guru pada 28 siswa kelas IV SD Negeri 2 Tamanwinangun selama tiga siklus. Data dikumpulkan melalui tes, observasi, dan wawancara dengan instrumen berupa lembar tes kemampuan berpikir kritis, lembar observasi, dan pedoman wawancara. Analisis data menggunakan analisis kuantitatif dan kualitatif. Indikator keberhasilan penelitian ditetapkan apabila persentase kemampuan berpikir kritis siswa mencapai ≥85%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model Learning Cycle dengan media video animasi mampu meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa dari kondisi awal 68,57% menjadi 74,64% pada siklus I, 78,92% pada siklus II, dan 86,70% pada siklus III. Peningkatan terjadi pada aspek interpretasi, analisis, inferensi, evaluasi, penjelasan, dan regulasi diri. Dengan demikian, model Learning Cycle dengan media video animasi dapat digunakan untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa.
Keywords
critical thinking, Indonesian language learning, Learning Cycle, animated video
Full Text:
PDFRefbacks
- There are currently no refbacks.


