Pengaruh Pembelajaran Berdiferensiasi Terhadap Kemampuan Berpikir Kreatif Peserta Didik pada Mata Pelajaran Ipas Kelas V SD

Salsa Umi Nasuha, Ahmad Syachruroji, Laksmi Evasufi Widi Fajari

Abstract

Keterampilan berpikir kreatif menjadi tuntutan dalam pendidikan abad ke-21, tetapi pembelajaran di sekolah dasar masih berfokus pada hafalan sehingga menghambat pengembangan kreativitas peserta didik. Adapun tujuan dari penelitian ini guna mengeksplorasi dampak dari pembelajaran yang terindividualisasi terhadap kemampuan kreativitas peserta didik dalam mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) di kelas V SDN Bujanggadung. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif dengan desain eksperimen kuasi yang termasuk dalam kategori Nonequivalent Control Group Design. Pada penelitian ini, pengambilan sampel dilakukan dengan metode non-probabilitas dan teknik purposive sampling. Sampel pada penelitian ini, 60 peserta didik terlibat dalam penelitian ini, yang dibagi ke dalam dua kelompok: kelompok eksperimen yang mengikuti pembelajaran berdiferensiasi digital dan kelompok kontrol yang melaksanakan pembelajaran saintifik. Data diperoleh melalui ujian esai yang mengukur kemampuan berpikir kreatif, yang telah dievaluasi dari segi validitas, reliabilitas, tingkat kesulitan, dan kemampuan membedakannya. Proses analisis data melibatkan penggunaan statistik deskriptif dan inferensial dengan uji-t pada tingkat signifikansi sebesar 5%. Temuan dari penelitian ini menunjukkan adanya perbedaan signifikan antara kemampuan berpikir kreatif peserta didik yang memperoleh pelajaran melalui metode pembelajaran berdiferensiasi dan metode pembelajaran saintifik (tₕitung = 4,0757 > tₜabel = 2,0017; p = 0,0001 < 0,05). Di samping itu, rata-rata kemampuan berpikir kreatif siswa di kelas eksperimen (81,2) lebih tinggi dibandingkan dengan siswa di kelas kontrol (74,3). Temuan ini menunjukkan bahwa pembelajaran berdiferensiasi yang didukung oleh teknologi digital efektif dalam meningkatkan kreativitas berpikir siswa dalam mata pelajaran IPAS.

Keywords

Pendidikan abad ke-21 menuntut keterampilan berpikir kreatif, tetapi pembelajaran di sekolah dasar masih berfokus pada hafalan sehingga menghambat pengembangan kreativitas peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pembelajaran be

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.