Penilaian Kualitas Permukiman Perkotaan Berdasarkan Konsep Livable Settlement (Studi Kasus: Permukiman Kumuh Danukusuman)

Frinka Salma Nanda Rifiona, Winny Astuti, Isti Andini

Abstract

Kota Surakarta dinobatkan menjadi Kota Paling Layak Huni atau the Most Livable City berdasarkan survey Indonesian Most Livable City Index (MLCI) pada tahun 2022 yang diselenggarakan oleh Ikatan Ahli Perencanaan (IAP) Indonesia. Namun, sesungguhnya masih banyak dapat ditemui permukiman-permukiman kumuh atau tidak layak huni di Kota Surakarta. Pemerintah Kota Surakarta juga masih menetapkan sejumlah kawasan permukiman kumuh perkotaan. Salah satu kawasan kumuh perkotaan yang mempunyai aktivitas pergerakan yang tinggi di Kota Surakarta adalah permukiman kumuh kawasan Danukusuman. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kualitas permukiman pada permukiman kumuh kawasan Danukusuman berdasarkan konsep livablesettlement dengan menggunakan analisis skoring dan metode deskriptif kuantitatif. Pengambilan data dilakukan melalui observasi lapangan, studi literatur, dan penyebaran kuesioner kepada masyarakat dengan kriteria yang ditentukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kualitas permukiman berdasarkan konsep livable settlement pada permukiman kumuh kawasan Danukusuman mempunyai skor sebesar 82,4% yang termasuk ke dalam kategori sangat tinggi. Kategori yang sangat tinggi tersebut menunjukkan bahwa kawasan Danukusuman tidak termasuk ke dalam permukiman kumuh jika dinilai berdasarkan konsep livable settlement.

Keywords

livable city; livable settlement; permukiman kumuh perkotaan; tingkat kualitas

Full Text:

PDF

References

Aguswin, A. (2021). Penataan Kawasan Permukiman Kumuh Desa Sukajaya Kecamatan Cibitung Kabupaten Bekasi. IKRA-ITH Teknologi Jurnal Sains dan Teknologi, 5(3), 48-57.

Aris, I., & Kurniawati, U. F. (2022). Arahan Peningkatan Kualitas Permukiman Kumuh Kelurahan Petamburan, Kecamatan Tanah Abang dengan Konsep Livable Settlement. Jurnal Teknik ITS, 11(2), C75–C81.

Asmariati, R., Aryanti, D., Mulia, F. A., & Yunaldi, J. (2020). Arahan Penataan Permukiman Kumuh Kelurahan Sawahan Timur Kecamatan Padang Timur Kota Padang. Jurnal Rekayasa, 10(2), 84-94.

Budiharjo, E. (1997). Sejumlah Masalah Permukiman Perkotaan. Alumni.

Farizki, M., & Anurogo, W. (2017). Pemetaan Kualitas Permukiman dengan Menggunakan Penginderaan Jauh dan SIG di Kecamatan Batam Kota, Batam. Majalah Geografi Indonesia, 31(1), 39–45.

Fitri, D. A., & Sulistinah. (2021). Faktor-Faktor Penyebab Munculnya Permukiman Kumuh Daerah Perkotaan di Indonesia (Sebuah Studi Literatur). Jurnal Swara Bhumi, 1(1), 1–9.

Gonta, W. C., Astuti, W., & Hardiana, A. (2020). Penilaian penerapan konsep livable settlement di permukiman Kota Surakarta. Desa-Kota: Jurnal Perencanaan Wilayah, Kota, dan Permukiman, 2(2), 186-202.

Gultom, L. H., & Sunarti, S. (2017). Pengaruh penataan permukiman kumuh untuk mencapai livable settlement di kelurahan Tambakrejo kota Semarang. Jurnal Pengembangan Kota, 5(2), 140-148.

Harahap, T. (2021). Komparasi Indikator Rumah Layak Huni dan Permukiman Kumuh Indonesia. Journal of Science and Applicative Technology, 5(1), 163–170. https://doi.org/10.35472/jsat.v5i1.426

Hermarani, O. S., & Kuswardani, K. (2022). Sistem Keamanan dan Ketertiban Masyarakat Swakarsa sebagai Upaya Penanggulangan Kejahatan di Kecamatan Ngargoyoso, Karanganyar. DIH: Jurnal Ilmu Hukum, 18(2), 212–222. https://doi.org/10.30996/dih.v0i0.6962

Jacobs, J. (1961). The Life and Death of Great American Cities. Random House.

Kamim, A. B. M., Amal, I., & Khandiq, M. R. (2019). Problematika perumahan perkotaan di Kota Yogyakarta. Jurnal Sosiologi USK (Media Pemikiran & Aplikasi), 13(1), 34-54.

Martin, W., Sela, R. L. E., & Rompas, L. M. (2019). Analisis Tingkat Partisipasi Masyarakat Menuju Kota Layak Huni (Livable City) Studi Kasus Kota Manado. Jurnal Spasial, 6(2), 345–353. https://doi.org/10.35793/sp.v6i2.25317

Nugraheni, T. (2013). Analisis Kualitas Lingkungan Permukiman Menggunakan Citra Quickbird di Kecamatan Kotagede Kota Yogyakarta. Doctoral Dissertation, Universitas Muhammadiyah Surakarta.

Nurdiani, N., & Katarina, W. (2021). The physical quality assessment of residential area in Jabodetabek–Indonesia with green and livable settlement concept. IOP Conference Series: Materials Science and Engineering, 1054(1), 012009).

Pasya, G. K. (2016). Permukiman penduduk perkotaan. Jurnal Geografi Gea, 12(2).

Ruth, M., & Franklin, R. S. (2014). Livability For All? Conceptual Limits and Practical Implications. Applied Geography, 49, 18–23. https://doi.org/10.1016/j.apgeog.2013.09.018

Sari, A. R., & Ridlo, M. A. (2021). Studi Literature: Identifikasi Faktor Penyebab Terjadinya Permukiman Kumuh di Kawasan Perkotaan. Jurnal Kajian Ruang, 1(2). https://doi.org/10.30659/jkr.v1i2.20022

UN-Habitat. (2003). The Challenge of Slums - Global Report on Human Settlements. UN-Habitat.

Widayani, P. (2018). Aplikasi Object-Based Image Analysis untuk Identifikasi Awal Permukiman Kumuh menggunakan Citra Satelit Worldview-2. Majalah Geografi Indonesia, 32(2), 162–169. https://doi.org/10.22146/mgi.32306

Widodo, W., & Sunarti, S. (2019). Pola perkembangan perumahan di Kota Surakarta. Jurnal Pembangunan Wilayah & Kota, 15(4), 288.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.