Hubungan Perubahan Kerapatan Vegetasi dan Bangunan terhadap Suhu Permukaan Lahan: Studi Kasus di Aglomerasi Perkotaan Surakarta

Prasetyo Wibisono, Nur Miladan, Rizon Pamardhi Utomo

Abstract

Tingginya tingkat urbanisasi pada suatu kota menimbulkan permasalahan yang kompleks, diantaranya meningkatnya aktivitas masyarakat yang berdampak pada berkurangnya lahan vegetasi pada kawasan perkotaan. Seringkali ditemukan bahwa kerapatan vegetasi wilayah suburban lebih tinggi daripada di pusat kota. Dengan demikian, terdapat perbedaan suhu yang cukup signifikan antara wilayah suburban dan pusat kota. Hal tersebut memicu terbentuknya pulau panas di perkotaan atau yang biasa disebut Urban Heat Island (UHI). Salah satu fenomena UHI dapat dilihat di Kota Surakarta. Peningkatan perubahan tutupan lahan terbangun dan peningkatan konsentrasi aktivitas masyarakat di Kota Surakarta dapat memicu peningkatan suhu permukaan kota. Bertolak pada masalah tersebut penelitian ini berupaya mengetahui hubungan perubahan kerapatan vegetasi dan bangunan di aglomerasi perkotaan Surakarta terhadap suhu permukaan lahan. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kuantitatif dengan teknik analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam rentang waktu 2000-2021, kerapatan vegetasi mengalami penurunan setiap tahunnya. Berbeda dengan kerapatan vegetasi, kerapatan bangunan pada kawasan penelitian mengalami peningkatan setiap tahunnya. Perubahan kerapatan vegetasi dan bangunan juga diikuti terjadinya peningkatan suhu sebesar 4,24°C. Hal tersebut terjadi akibat peningkatan lahan terbangun tiap tahunnya yang tidak diimbangi dengan peningkatan lahan bervegetasi sebagai peneduh dalam wilayah perkotaan. Berdasarkan analisis regresi linear berganda, diketahui bahwa adanya perubahan kerapatan vegetasi dan bangunan memiliki hubungan sedang terhadap terjadinya perubahan suhu permukaan dengan pengaruh sebesar 30,2%. Berdasarkan uji T parsial, diketahui bahwa perubahan kerapatan vegetasi dan kerapatan bangunan memberikan pengaruh yang signifikan terhadap perubahan suhu permukaan secara terpisah.

Keywords

aglomerasi perkotaan; kerapatan bangunan; kerapatan vegetasi; suhu permukaan lahan

Full Text:

PDF

References

Aditiyanti, A., Sabri, L., & Sasmito, B. (2013). Analisis Pengaruh Perubahan NDVI dan Tutupan Lahan Terhadap Suhu Permukaan di Kota Semarang. Jurnal Geodesi Undip, 2(3), 10–19.

Andini, W. S., Prasetyo, Y., & Sukmono, A. (2018). Analisis Sebaran Vegetasi dengan Citra Satelit Sentinel menggunakan Metode NDVI dan Segmentasi (Studi Kasus: Kabupaten Demak). Jurnal Geodesi Undip, 7(1), 14–24.

Azhura, T. (2019). Pengaruh Perubahan Penutupan Lahan Terhadap Distribusi Suhu Permukaan di Kota Bogor dengan Menggunakan Citra Satelit Landsat dan Sistem Informasi Geografis. Tesis D3, Universitas Pendidikan Indonesia.

Becker, F., & Li, Z. L. (1990). Towards a Local Split Window Method Over Land Surfaces. International Journal of Remote Sensing, 11(3), 369–393. https://doi.org/10.1080/01431169008955028

Bokaie, M., Zarkesh, M. K., Arasteh, P. D., & Hosseini, A. (2016). Assessment of Urban Heat Island Based on the Relationship between Land Surface Temperature and Land Use/Land Cover in Tehran. Sustainable Cities and Society, 23, 94–104. https://doi.org/10.1016/j.scs.2016.03.009

BPS Kota Surakarta. (2021). Kota Surakarta Dalam Angka 2021. Surakarta: Badan Pusat Statistik.

Effendi, S., Bey, A., Zain, A. F. M., & Santosa, I. (2007). Keterkaitan Ruang Terbuka Hijau dengan Urban Heat Island Wilayah JABOTABEK. Institut Pertanian Bogor. Diakses dari: http://repository.ipb.ac.id:8080/handle/123456789/40861

Fajarini, R., Barus, B., & Panuju, D. R. (2015). Dinamika Perubahan Penggunaan Lahan dan Prediksinya untuk Tahun 2025 serta Keterkaitannya dengan Perencanaan Tata Ruang 2005-2025 di Kabupaten Bogor. Jurnal Ilmu Tanah Dan Lingkungan, 17(1), 8–15. https://doi.org/10.29244/jitl.17.1.8-15

Fatimah, R, N. (2012). Pola Spasial Suhu Permukaan Daratan Kota Surabaya Tahun 1994, 2000, dan 2011. Skripsi. Universitas Indonesia.

Handayani, M. N., Sasmito, B., & Putra, A. (2017). Analisis Hubungan Antara Perubahan Suhu Dengan Indeks Kawasan Terbangun Menggunakan Citra Landsat (Studi Kasus : Kota Surakarta). Jurnal Geodesi Undip Oktober, 6(4), 208–218.

Harahap, F. R. (2013). Dampak Urbanisasi bagi Perkembangan Kota di Indonesia. Jurnal Society, I(1), 35–45.

Khomarudin, M. (2010). Mendeteksi Pulau Panas (Heat Island) dengan Data Satelit Penginderaan Jauh. Warta LAPAN, 6(2), 74–81.

Oke, T. R. (1987). Boundary Layer Climates (2nd ed.). Routledge.

Patz, J. A., Campbell-Lendrum, D., Holloway, T., & Foley, J. A. (2005). Impact of Regional Climate Change on Human Health. Nature, 438(7066), 310–317. https://doi.org/10.1038/nature04188

Plocoste, T., Jacoby-Koaly, S., Molinié, J., & Petit, R. H. (2014). Evidence of the Effect of an Urban Heat Island on Air Quality Near a Landfill. Urban Climate, 10(4), 745–757. https://doi.org/10.1016/j.uclim.2014.03.007

Pradana, A. C., Soedwiwahjono, & Nurhadi, K. (2021). Fenomena Perubahan Penggunaan Lahan Pertanian Menjadi Perumahan: Studi Kasus Kawasan Peri-Urban Kecamatan Colomadu. Jurnal Desa-Kota, 3(1), 24–35.

Putra, M. I. J., Paramitha, N., Ayu, A., Yudiawan, A. D., Naito, K. N., Putri, M., & Pratiwi, K. (2018). Karakteristik Spasial Urban Heat Island (UHI) dengan Karakteristik Lahan di Kota Depok. Seminar Nasional Geografi dan Pembangunan Berkelanjutan,731–746.

Sobirin, & Fatimah, R. N. (2015). Urban Heat Island Kota Surabaya. Geoedukasi, 4(2), 46–69.

Sugiyono. (2008). Metode Penelitian Pendidikan: Pendekatan Kuantitatif dan Kualitatif R&D (6th ed.). Bandung: Alfabeta.

Tran, D. X., Pla, F., Latorre-Carmona, P., Myint, S. W., Caetano, M., & Kieu, H. V. (2017). Characterizing the Relationship Between Land Use Land Cover Change and Land Surface Temperature. ISPRS Journal of Photogrammetry and Remote Sensing, 124, 119–132. https://doi.org/10.1016/j.isprsjprs.2017.01.001

Tursilowati, L. (2005). Pulau Panas Perkotaan Akibat Perubahan Tata Guna dan Penutup Lahan di Bandung dan Bogor. Jurnal Sains Dirgantara, 3(1), 43–64.

Wicahyani, S., Sasongko, S. B., & Izzati, M. (2014). Pulau Bahang Kota (Urban Heat Island) di Kota Yogyakarta dan Daerah Sekitarnya Hasil Interpretasi Citra Landsat Oli-Tirs Tahun 2013. Jurnal Geografi, 11(2), 196–205.

Wiweka. (2014). Pola Suhu Permukaan dan Udara Menggunakan Citra Satelit Landsat Multitemporal. Jurnal Ecolab, 11–22.

Wong, L. P., Alias, H., Aghamohammadi, N., Aghazadeh, S., & Nik Sulaiman, N. M. (2017). Urban Heat Island Experience, Control Measures and Health Impact: a Survey Among Working Community in the City of Kuala Lumpur. Sustainable Cities and Society, 35, 660–668. https://doi.org/10.1016/j.scs.2017.09.026

Yang, C., He, X., Yan, F., Yu, L., Bu, K., Yang, J., Chang, L., & Zhang, S. (2017). Mapping the Influence of Land Use/Land Cover Changes on the Urban Heat Island Effect-a Case Study of Changchun, China. Sustainability, 9(312). https://doi.org/10.3390/su9020312

Zha, Y., Gao, J., & Ni, S. (2003). Use Of Normalized Difference Build-Up Index in Automatically Mapping Urban Areas from TM Imagery. International Journal of Remote Sensing, 24(3), 583–594. https://doi.org/10.1080/01431160304987

Zhao, L., Lee, X., Smith, R. B., & Oleson, K. (2014). Strong Contributions of Local Background Climate to Urban Heat Islands. Nature, 511(7508), 216–219. https://doi.org/10.1038/nature13462

Refbacks

  • There are currently no refbacks.