STRATEGI PENGEMBANGAN KAMPUNG SENI DAN BUDAYA JELEKONG, KABUPATEN BANDUNG

Muhammad Udhian Sidqi, Roisaten Nuril Choiriyah, Tania El Mahrunisa, Laily Nurhayati, Winny Astuti, Hakimatul Mukaromah

Abstract

Konsep kota kreatif merupakan konsep pengembangan wilayah yang berkembang sejak era pasca industri, dimana pusat industri dan manufaktur tidak lagi terletak di tengah kota. Konsep kota kreatif menyediakan ruang kota sebagai ruang ekspresi masyarakat sekaligus dapat meningkatkan taraf hidup masyarakatnya melalui ekonomi kreatif. Pada skala lebih kecil, konsep kota kreatif diaplikasikan pada kampung kota, sehingga muncul istilah kampung kreatif. Salah satu kampung kreatif yang berkembang di Indonesia adalah kampung Jelekong. Kampung Jelekong merupakan salah satu kampung wisata berbasis budaya yang terletak di kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung. Kampung Jelekong memiliki ciri khas yakni sebagai pusat budaya wayang dan seni lukis. Terdapat 200 kepala keluarga yang berprofesi sebagai pelukis. Ilmu seni melukis diberikan secara turun temurun oleh seniman Odin Rohidin. Selain itu, Kampung Jelekong merupakan rumah bagi seniman berbagai kebudayaan Sunda. Potensi Kampung Jelekong tersebut diidentifikasi lebih lanjut menggunakan analisis deskriptif terkait kondisi eksisting di Kampung Jelekong yang didasarkan pada dimensi desa wisata yang selanjutnya menjadi input dalam analisis SWOT. Tujuan dilakukannya analisis ini adalah untuk menghasilkan strategi pengembangan Kampung Jelekong sebagai desa wisata berbasis budaya yang unggul di Indonesia. Berdasarkan hasil analisis, salah satu permasalahan yang ditemukan adalah fasilitas penunjang wisata di Kampung Jelekong masih belum sepenuhnya terpenuhi. Output dari analisis yang telah dilakukan adalah berupa strategi pengembangan, yang mana salah satu strategi yang dihasilkan adalah mengembangkan fasilitas yang ada di desa wisata sesuai dengan standar kebutuhan wisatawan dengan bantuan dari pemerintah kabupaten.

Keywords

analisis SWOT; desa wisata; kampung kreatif; kampung seni dan budaya Jelekong; konsep kota kreatif

Full Text:

PDF

References

Budihardjo, E. (1998). Sejumlah Masalah Permukiman Kota. Bandung: Alumni.

Chairunnisa, D. (2012). Perencanaan Kampung Wisata Dago Pojok Sebagai Wisata Kreatif Berbasis Komunitas Lokal di Kota Bandung. Universitas Pendidikan Indonesia.

Evans, G. (2009). Creative Cities, Creative Spaces And Urban Policy. Urban Studies, 46(5–6), 1003–1040. https://doi.org/10.1177/0042098009103853

Fitriyana, F. (2012). Pengembangan Bandung Kota Kreatif Melalui Kekuatan Kolaboratif Komunitas. Jurnal Perencanaan Wilayah Dan Kota B SAPPK, 1(1), 1–8.

Florida, R. (2002). The Rise of the Creative Class. Diakses dari: https://washingtonmonthly.com/2002/05/01/the-rise-of-the-creative-class/

Galavan, R. (2014). Doing Business Strategy. Ireland: NuBooks.

Gunn, C. A. (1994). Tourism Planning: Basic, Concepts, and Cases. Washington DC: Taylor&Francis.

Hadinoto, K. (1996). Perencanaan Pengembangan Destinasi Pariwisata. Jakarta: Universitas Indonesia.

Hilman, Y. A. (2017). Kelembagaan Kebijakan Pariwisata di Level Desa. Jurnal Ilmu Pemerintahan: Kajian Ilmu Pemerintahan Dan Politik Daerah, 2(2), 150. Diakses dari: https://governmentjournal.org/index.php/jip/article/view/55

Howkins, J. (2001). The Creative Economy : How People Make Money from Ideas. London: Penguin Press.

Indrarajasa, S. W. (2010). Making a Place - Collaboration between the Developer and the Creative Community in BSD City. Arte-Polis 3: Creative Collaboration and the Making of Place. Bandung: Program Arsitektur SAPPK Institut Teknologi Bandung.

Ismurdyawati, Hariadie, & Djusmartinah, R. (2013). Ekonomi Kreatif dalam Upaya Pemberdayaan Masyarakat Kampung-Kampung Kota di Kecamatan Gayungan Surabaya. Unipasby Majalah Ekonomi Telaah Manajemen Ekonomi Dan Bisnis, vol.17 no., 167–176.

Krätke, S. (2011). The Creative Capital of Cities: Interactive Knowledge Creation and the Urbanization Economies of Innovation. West Sussex: Wiley-Blackwell.

Landry, C. (2008). The Creative City: A Toolkit for Urban Innovators. London: Routledge. https://doi.org/https://doi.org/10.4324/9781849772945

Lynch, K. (1960). The Image of The City. Cambridge: The MIT Press.

Mason, P. (2020). Tourism Impacts, Planning and Management(4th edition). London: Routledge.

Nurazizah, G. R., & Darsiharjo. (2018). Kesiapan Masyarakat Desa Wisata di Kampung Seni & Budaya Jelekong Kabupaten Bandung. Jurnal Geografi Gea, 18(2), 103–113. https://doi.org/10.17509/gea.v18i2.13524

Nurfarizan, Z., Haryatiningsih, R., & Haviz, M. (2019). Strategi Pengembangan Potensi Desa Jelekong dalam Mengembangkan Industri Kreatif di Bidang Seni Lukis. Prosiding Ilmu Ekonomi, 127–133. SPESIA: Seminar Penelitian Sivitas Akademika Unisba. Diakses dari: https://karyailmiah.unisba.ac.id/index.php/ekonomi/article/view/15290/pdf

Nuriata. (2014). Paket Wisata. Bandung: Alfabeta.

Patton, C. V, & Subanu, L. P. (1998). Meeting Shelter Needs to Indonesia. In Spontaneous Shelter: International Perspectives and Prospects(pp. 168–190). Philadelphia: Temple University Press.

Pemerintah Kabupaten Bandung. (2011). Surat Keputusan Bupati Bandung Nomor 556.42/Kop/72-Dispopar/2011 tentang Penetapan Desa Wisata di Wilayah Kabupaten Bandung.

Pemerintah Kelurahan Jelekong. (2018). Data Demografi Kelurahan Jelekong.

Pemerintah Kota Bekasi. (2020). Peraturan Daerah Kota Bekasi Nomor 1 Tahun 2020 tentang Penyelenggaraan Kepariwisataan. Diakses dari: https://peraturan.bpk.go.id/Home/Details/174011/perda-kota-bekasi-no-1-tahun-2020

Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan. (2013). Peraturan Daerah Provinsi Kalimantan Selatan No 11 Tahun 2013 Tentang Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Daerah Tahun 2023-2028. Diakses dari: https://peraturan.bpk.go.id/Home/Details/12044/perda-prov-kalimantan-selatan-no-11-tahun-2013

Pramudito, S. (2019). Karakteristik Seting Fisik Ruang Interaksi Warga di Kampung Bantaran Sungai Winongo Yogyakarta. RUAS: Review of Urbanism and Architectural Studies, 17(2), 13–26. https://doi.org/10.21776/ub.ruas.2019.017.02.2

Purnomo, R. A. (2016). Ekonomi Kreatif: Pilar Pembangunan Indonesia. nulisbuku.com. Diakses dari: https://nulisbuku.com/books/download/samples/3508633495750e2f86de56efd7c20e01.pdf

Rangkuti, F. (2013). Analisis SWOT: Teknik Membedah Kasus Bisnis. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Republik Indonesia. (2009). Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2009 tentang Kepariwisataan. Diakses dari: https://www.kemenparekraf.go.id/asset_admin/assets/uploads/media/old_file/4636_1364-UUTentangKepariwisataannet1.pdf

Republik Indonesia. (2011). Peraturan Pemerintah Nomor 50 Tahun 2011 Tentang Rencana Induk Menurut Pembangunan Kepariwisataan Nasional Tahun 2010-2025. Diakses dari: https://peraturan.bpk.go.id/Home/Details/5183/pp-no-50-tahun-2011

Romein, A., & Trip, J. (2008). Theory and Practice of The Creative City Thesis: The Cases of Amsterdam and Rotterdam. Chicago: University of Illinois.

Ross, G. F. (1998). The Psychology of Tourism. Melbourne: Hospitality Press.

Salma, N. A. M., Tarpin, & Syamsudin. (2019). Pelestarian Wayang Golek di Padepokan Giri Harja Jelekong Kabupaten Bandung Jawa Barat 2009-2018. Historia Madania: Jurnal Ilmu Sejarah, 3(2), 201–213. https://doi.org/10.15575/hm.v3i2.9176

Setiawan, I. (2012). The Existence of Jelekong Art Village in Supporting Household Needs.Patanjala, 4(2), 58–73. https://doi.org/http://dx.doi.org/10.30959/patanjala.v4i2.140

Setiawan, N. A., & Hamid, F. (2014). Strategi Promosi dalam Pengembangan Pariwisata Lokal di Desa Wisata Jelekong. Trikonomika,13(2), 184. https://doi.org/10.23969/trikonomika.v13i2.613

Sumantri, D. (2018). Strategi Pengembangan Desa Wisata di Kelurahan Jelekong, Kabupaten Bandung. Jurnal Geografi Lingkungan Tropik, 2(2), 28–41. https://doi.org/http://dx.doi.org/10.7454/jglitrop.v2i2.47

Sumitapradja, A. M., & Anom, I. P. (2020). Analisis Prioritas Pengembangan Pariwisata di Desa Wisata Lebih, Kecamatan Gianyar, Kabupaten Gianyar. Jurnal Destinasi Pariwisata, 8(1), 92. https://doi.org/10.24843/jdepar.2020.v08.i01.p12

Tresnawaty, B. (2020). Prinsip Kearifan Lokal dalam Pengembangan Strategi Kehumasan pada Pemerintah Daerah Kabupaten Bandung. Communicatus: Jurnal Ilmu Komunikasi, 4(2), 229–248. https://doi.org/10.15575/cjik.v4i2.10566

Tunjungsari, K. R. (2018). Karakteristik dan Persepsi Wisatawan Mancanegara di Kawasan Sanur dan Canggu, Bali. Jurnal Pariwisata Terapan, 2(2), 108. https://doi.org/10.22146/jpt.43178

United Nations Conference of Trade and Development. (2010). Creative Economy: A Feasible Development Option. Diakses dari: https://unctad.org/webflyer/creative-economy-report-2010#:~:text=A new development paradigm is,the macro and micro levels.

Widjajanti, W. W. (2013). Menciptakan Kampung Kota Sebagai Hunian yang Ramah dalam Konteks Urban di Surabaya Studi Kasus: Kampung Kota di Kawasan Tunjungan dan sekitarnya. Jurnal Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya, 4. Diakses dari: https://jurnal.itats.ac.id/wp-content/uploads/2013/04/Menciptakan-Kampung-Kota-sebagai-Hunian-yang-Ramah-dalam-Konteks-Urban-di-Surabaya-_2001_.pdf

Yoeti, O. A. (1996). Perencanaan dan Pengembangan Pariwisata. Bandung: Penerbit Angkasa.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.