PEMILIHAN LOKASI PERUMAHAN BAGIAN BARAT URBAN FRINGE KOTA SURAKARTA

Nabila Anindita, Winny Astuti, Ana Hardiana

Abstract

Perkembangan Kota Surakarta menjadikanya memiliki daya tarik yang kuat bagi pendatang. Hal tersebut menjadi pendorong berkembangnya daerah di sekitarnya. Perkembangan yang pesat, ramai, dan padat meminimalkan ketersediaan lahan serta menjadikan Kota Surakarta tidak lagi sesuai untuk menjadi lokasi tempat tinggal. Urban fringe merupakan daerah perbatasan antara kota dan desa yang memiliki sifat mirip dengan perkotaan. Sejalan dengan perkembangan Kota Surakarta yang mempunyai berbagai aktivitas yang kompleks, urban fringe berfungsi sebagai penyangga yang secara langsung mendapat dampak terhadap perkembangan Kota Surakarta. Kebutuhan tempat tinggal merupakan permasalahan yang berkaitan dengan aktivitas kependudukan. Semakin banyaknya penduduk, semakin banyak pula kebutuhan akan rumah. Minimnya ketersediaan lahan di Kota Surakarta untuk memenuhi kebutuhan tempat tinggal, dan kondisi bagian barat urban fringe Kota Surakarta yang ternyata mempunyai kriteria sebagai lokasi yang sesuai sebagai daerah perumahan dan permukiman, mendorong munculnya perumahan-perumahan baru. Sebagai dampaknya perumahan baru yang dibangun di bagian barat urban fringe Kota Surakarta antara lain  Perumahan Permata Buana, Perumahan Puri Angkasa, Perumahan The Aleya, dan lainnya. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui faktor prioritas yang mempengaruhi pemilihan lokasi perumahan bagian barat urban fringe Kota Surakarta menggunakan analisis AHP. Berdasarkan hasil analisis, ditemukan bahwa faktor prioritas secara berurutan yaitu kenyamanan lingkungan perumahan, kemudahan dalam aksesibilitas, ketersediaan sarana & prasarana penunjang perumahan, kondisi lingkungan fisik & sosial, kebijakan & hukum pendirian perumahan, dan harga kawasan perumahan.

Keywords

AHP; pemilihan lokasi perumahan; perumahan urban fringe

Full Text:

PDF

References

Asteriani, F. (2010). Preferensi Penghuni Perumahan di Kota Pekanbaru. Ekonomi Pembangunan, 12(1), 77-91. DOI: 10.23917/jep.v12i1.207 Bayuprima, I., Sutarja, & Yansen, I. (2016). Pengaruh Ketersediaan Faislitas Umum Terhadap Harga Jual Perumahan di Kawasan Mangapura. Jurnal Spektran, 4(2), 9-17. DOI: 10.24843/SPEKTRAN.2016.v04.i02.p02 Blaang, C. (1986). Perumahan dan Permukiman Sebagai Kebutuhan Pokok. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia. Bourne, L. (1975). Internal Structure Of The City. Oxford: Oxford University Press. Budiharjo, E. (1998). Percikan Masalah Arsitektur Perumahan Perkotaan. Yogyakarta: Gajah Mada University Press. Catanese, A.J. & Snyder, J.C. (1989). Perencanaan Kota. Jakarta: Erlangga. Dinas Pekerjaan Umum (DPU). (1997). Rencana Kawasan Perumahan Perkotaan. Jakarta: KemenPUPR. Drabkin, H. (1980). Land Policy and Urban Growth. Great Britain: Pergamen Press. Giyarsih, S.R. (2009). Transformasi Wilayah. Disertasi Tidak Diterbitkan. Fakultas Geografi, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta. Kahrik, A., & Tammaru, T. (2008). Population Composition in New Suburban Settlements Of The Tallinn Metropolitan Area. Urban Studies, 45(5-6), 1055-1078. DOI: 10.1177/0042098008089853 Kalesaran, R., Mandagi, & Waney, E. (2013). Analisa Faktor Faktor Yang Mempengaruhi Keputusan Konsumen Dalam Pemilihan Lokasi Perumahan Di Kota Manado. Jurnal Ilmiah Media Engineering, 3(3), 170-184. Diakses dari https://ejournal.unsrat.ac.id/index.php/jime/article/view/4278 Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup No. KEP-48/MENLH/11/1996 tentang Baku Tingkat Kebisingan. Diakses dari https://baristandsamarinda.kemenperin.go.id/download/KepMenLH48(1996)-Baku_Tingkat_Kebisingan.pdf Lollyanti, V., Normelani, E., & Adyatma, S. (2017). Faktor Penyebab Pengembang Memilih Lokasi Perumahan di Kecamatan Sungai Tabuk Kabupaten Banjar. Jurnal Pendidikan Geografi, 4(1), 19-26. DOI: 10.20527/jpg.v4i1.3025 Luhst, K.M. (1997). Real Estate Valuation. USA: Principles Aplication Press. Putra, B.Z., & Rahayu, S. (2015). Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pemilihan Perumahan dan Tipe Rumah di Perumahan Bukit Emerald. Jurnal Teknik PWK, 4(4), 681-691. Diakses dari https://ejournal3.undip.ac.id/index.php/pwk/article/view/10077 RPJMD Kabupaten Karanganyar Tahun 2018-2023. Diakses dari http://opendata.karanganyarkab.go.id/dataset/5cdc38f2-5b9c-4436-8f9c-f5bc0338b07a/resource/9fb77ae2-f749-4ec0-a2da-e125816c4884/download/bd044-rpjmd-karanganyar-2018-2023.pdf RTRW Kabupaten Karanganyar Tahun 2013-2023. Diakses dari https://www.karanganyarkab.go.id/wp-content/uploads/2013/07/PERDA-NO-1-TH-2013.pdf Saaty, T.L. (2008). Decision Makin with The Analytic Hierarchy Process. Pennsylvania, USA: University of Pittsburg. SNI 03-1733-2004 tentang Tata Cara Perencanaan Lingkungan Perumahan di Perkotaan. Diakses dari http://sni.litbang.pu.go.id/index.php?r=/sni/new/sni/detail/id/694 Turner, J.F.C. (1976). Housing By People Towards Autonomy In Building Environments. London: Marion Boyars Publishers. Undang-undang Nomor 1 Tahun 2011 tentang Perumahan dan Kawasan Permukiman. Diakses dari https://www.bphn.go.id/data/documents/11uu001.pdf Wardana, W. (2007). Perilaku Pengembang Dalam Pemilihan Lokasi dan Pembebasan Lahan untuk Pembangunan Perumahan Sederhana. Yogyakarta: Andi Offset. Yunus, H.S. (2000). Struktur Tata Ruang Kota. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Yunus, H.S. (2008). Dinamika Wilayah Peri-Urban Determinan Masa Depan Kota. Yogyakarta: Pustaka Pelajar

Refbacks

  • There are currently no refbacks.