Identifikasi Pusat Pertumbuhan dan Interaksi Spasial di Kawasan Subosukawonosraten (Solo Raya)
Abstract
Ketimpangan pembangunan sering terjadi karena pertumbuhan yang terpusat di kota-kota besar atau kota utama dalam hierarki kota, sementara kota-kota kecil dan wilayah pinggiran tertinggal. Fenomena ini terlihat jelas di banyak negara berkembang, di mana kota utama tumbuh pesat dan menjadi pusat ekonomi, sedangkan wilayah hinterland mengalami stagnasi. Kawasan Subosukawonosraten atau Solo Raya merupakan salah satu Wilayah Pengembangan (WP) dalam Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Provinsi Jawa Tengah Tahun 2024-2044, yang meliputi Kota Surakarta, Kabupaten Boyolali, Kabupaten Sukoharjo, Kabupaten Karanganyar, Kabupaten Wonogiri, Kabupaten Sragen, dan Kabupaten Klaten. Kota Surakarta berperan sebagai pusat utama untuk berbagai pelayanan sehingga menarik penduduk dari daerah penyangga untuk memenuhi kebutuhan di Kota Surakarta. Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi pusat pertumbuhan utama dan menganalisis interaksi spasial antarwilayah di Kawasan Subosukawonosraten guna mendukung upaya pemerataan pembangunan dan penguatan integrasi wilayah. Penelitian ini menggunakan data sekunder dari publikasi Badan Pusat Statistik dan penelusuran geotag Google Maps. Metode penelitian yaitu penelitian kuantitatif yang mencakup Analisis Skalogram, Indeks Sentralitas, dan Model Gravitasi. Hasil analisis struktur hierarki pusat pelayanan di Kawasan Subosukawonosraten berdasarkan Analisis Skalogram dan Indeks Sentralitas membentuk 4 orde/hierarki, dengan pusat pertumbuhan utama di Kota Surakarta. Penelitian ini menemukan bahwa kota/kabupaten yang berhierarki tinggi, belum tentu memiliki jumlah fasilitas lebih banyak daripada hierarki yang lebih rendah. Kota Surakarta masih mendominasi sebagai pusat pertumbuhan utama di Kawasan Subosukawonosraten. Interaksi spasial antara Kota Surakarta dengan Kabupaten Sukoharjo merupakan interaksi yang paling kuat, sedangkan interaksi spasial antara Kota Surakarta dengan Kabupaten Wonogiri merupakan yang paling lemah. Apabila ditinjau dari teori struktur kota klasik, kondisi eksisting Kawasan Subosukawonosraten lebih merepresentasikan teori sektor (sector theory) oleh Hoyt. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi pertimbangan untuk mengembangkan daerah penyangga sebagai pusat pelayanan yang mendukung pusat utama (Kota Surakarta), seperti teori inti berganda (multiple nuclei theory) sehingga dapat mengupayakan pemerataan pembangunan dan penguatan integrasi wilayah di Kawasan Subosukawonosraten.
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Aditi, A. (2019). Rise of Growth Centers: Current Trend in Strategic Spatial Planning. International Journal of Scientific and Engineering Research, 10(4), 1199–1205.
Alwi, M., Karismawan, P. dan Paranata, A. (2020), “Identifikasi Interaksi Ekonomi Sektoral Antara Kota Mataram Sebagai Pusat Pertumbuhan Ekonomi dengan Kabupaten yang Ada di Pulau Lombok Provinsi Nusa Tenggara Barat”, Elastisitas - Jurnal Ekonomi Pembangunan, 2(1), 20–29. https://doi.org/10.29303/e-jep.v2i1.16.
Andriesse, E., & Saguin, K. (2022). Spatial Inequality and Development. In The Routledge Handbook of Global Development (pp. 351–361). Routledge.
Apriana, M., & Rudiarto, I. (2020). Penentuan Pusat Pelayanan Perkotaan di Kota Tanjungpinang. Tunas Geografi, 9(1), 1–12. https://doi.org/10.24114/tgeo.v9i1.17217
Asmara, N. P., & Aprianti, Y. (2023). Analisis Pusat Pertumbuhan dan Wilayah Hinterland di Kota Samarinda. Agri-Sosioekonomi, 19(3), 1289–1300.
Chistyakova, N., Mikhalchuk, A., Bocharova, Y., Akerman, E., & Tatarnikova, V. (2023). Catching-Up Regional Strategy as a Tool to Reduce Spatial Inequality. Journal of the Geographical Institute" Jovan Cvijic" SASA, 73(1), 33–48. https://doi.org/10.2298/IJGI2301033C
Christaller, W. (1933). Die Zentralen Orte in Süddeutschland. Verlag von Gustav Fischer.
Emalia, Z., & Farida, I. (2018). Identifikasi Pusat Pertumbuhan dan Interaksi Spasial di Provinsi Lampung. Jurnal Ekonomi & Studi Pembangunan, 19(1), 61–74.
Hanifah, J., & Priyadi, U. (2025). Analisis Pusat Pertumbuhan Wilayah dan Hinterland di Kabupaten Kulon Progo: Indonesia. AJIE (Asian Journal of Innovation and Entrepreneurship), 9(1), 44–51. https://doi.org/10.20885/ajie.vol9.iss1.art4
Knox, P. L., Marston, S. A., & Imort, M. (2016). Human Geography: Places and Regions in Global Context. Pearson, New York.
Lang, W., Pan, M., Wu, J., Chen, T., & Li, X. (2021). The Patterns and Driving Forces of Uneven Regional Growth in ASEAN Countries: A Tale of Two Thailands’ Path Toward Regional Coordinated Development. Growth and Change, 52(1), 130–149. https://doi.org/10.1111/grow.12459
Li, H., Wei, Y. D., Liao, F. H., & Huang, Z. (2015). Administrative Hierarchy and Urban Land Expansion in Transitional China. Applied Geography, 56, 177–186. https://doi.org/10.1016/j.apgeog.2014.11.029
Muta’ali, L. (2015). Teknik Analisis Regional Untuk Perencanaan Wilayah, Tata Ruang dan Lingkungan. Badan Penerbit Fakultas Geografi Universitas Gajah Mada.
Ningsih, N. K., & Prabowo, P. S. (2023). Leading Sector and Growth Center Analysis to Minimizing Inequality in the Special Region of Yogyakarta Province. Journal of Economics, Finance and Management Studies, 06(11), 5571–5580. https://doi.org/10.47191/jefms/v6-i11-34
Noer, M., Fayza, S., Sitohang, C., Sitanggang, N., Br. Ginting, H., & Pratama, L. (2025). Analisis Indeks Centralitas Skalogram Terbobot untuk Penentuan Sistem Hierarki Wilayah di Pulau Sulawesi. Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan, 11(8.A), 160-177.
Patrik, L. R., Rotinsulu, W. C., & Jocom, S. G. (2021). Analisis Hirarki Pusat Pelayanan Perkotaan di Kota Bitung. Agri-Sosioekonomi, 17(2), 541–548. https://doi.org/10.35791/agrsosek.17.2%20MDK.2021.35413
Peck, J., Werner, M., & Jones, M. (2023). A Dialogue on Uneven Development: A Distinctly Regional Problem. Regional Studies, 57(7), 1392–1403. https://doi.org/10.1080/00343404.2022.2116417
Priyadi, U. dan Atmadji, E. (2017), “Identifikasi Pusat Pertumbuhan dan Wilayah Hinterland di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta”, Ajie (Asian Journal of Innovation and Entrepreneurship), 2(2), 193–219. https://doi.org/10.20885/ajie.vol2.iss2.art9.
Putra, N.A., Badjuri dan Hanim, A. (2017), “Penentuan Pusat Pertumbuhan Ekonomi Dalam Pengembangan Wilayah Di Eks. Karesidenan Besuki”, e-Journal Ekonomi Bisnis dan Akuntansi, 4(1). https://doi.org/10.19184/ejeba.v4i1.4603.
Puttanapong, N., Luenam, A., & Jongwattanakul, P. (2022). Spatial Analysis of Inequality in Thailand: Applications of Satellite Data and Spatial Statistics/Econometrics. Sustainability, 14(7), 3946. https://doi.org/10.3390/su14073946
Rodrigue, J.-P. (2020). The Geography of Transport Systems. Routledge.
Syahrir, E. A. (2025). Peran Ibu Kota sebagai Pusat Kegiatan Nasional dalam Mendukung Interaksi Keruangan pada Area Hinterland. Jurnal Penelitian Pendidikan Geografi, 10(1), 15–24. https://doi.org/10.36709/jppg.v10i1.376
Tarigan, R. (2004). Perencanaan Pembangunan Wilayah. Bumi Aksara.
Taufiqqurrachman, F. (2024). Kajian Indeks Skalogram, Indeks Sentralitas Marshall dan Indeks Gravitasi pada Penentuan Pusat-Pusat Pertumbuhan Ekonomi Jawa Timur. Innovative: Journal of Social Science Research, 4(1), 5952–5963. https://doi.org/10.31004/innovative.v4i1.8315
Tripathi, S., & Yenneti, K. (2024). Does Inequality in Urban Population Distribution Lead to Income Inequality? Evidence from India. Asia-Pacific Journal of Regional Science, 8(3), 787–818. https://doi.org/10.1007/s41685-024-00345-7
Umar, M. I. Z. Bin, Ramly, F., & Matitaputty, I. T. (2021). Analisis Penentuan Daerah Pusat Pertumbuhan/Pelayanan di Wilayah Kepulauan Maluku. Jurnal Pertanian Kepulauan, 5(2), 60–69.
Utari, M. E. S. (2015). Analisis Sistem Pusat Pelayanan Permukiman di Kota Yogyakarta Tahun 2014. JEJAK: Jurnal Ekonomi Dan Kebijakan, 8(1), 62–72. https://doi.org/10.15294/jejak.v8i1.3856
Verbavatz, V., & Barthelemy, M. (2020). The Growth Equation of Cities. Nature, 587(7834), 397–401. https://doi.org/10.1038/s41586-020-2900-x
Wang, J. (2017). Economic Geography: Spatial Interaction. International Encyclopedia of Geography, 1–4. https://doi.org/10.1002/9781118786352.wbieg0641
Wei, H. (2015). The Administrative Hierarchy and Growth of Urban Scale in China. Chinese Journal of Urban and Environmental Studies, 3(01), 1550001. https://doi.org/10.1142/S2345748115500013
Wilson, A. G. (1971). A Family of Spatial Interaction Models, and Associated Developments. Environment and Planning A: Economy and Space, 3(1), 1–32. https://doi.org/10.1068/a030001
Zhong, C., Arisona, S. M., Huang, X., Batty, M., & Schmitt, G. (2014). Detecting the Dynamics of Urban Structure Through Spatial Network Analysis. International Journal of Geographical Information Science, 28(11), 2178–2199. https://doi.org/10.1080/13658816.2014.914521
Refbacks
- There are currently no refbacks.











