Implementasi K-Means Clustering Untuk Mengelompokkan Kategori Penjualan Produk Toko Evanos
Abstract
Abstrak :
Dalam penjualan, faktor yang perlu diperhatikan dalam menganalisa laku tidaknya suatu produk adalah dengan memperhatikan ketersediaan stok guna mencegah penumpukan barang berlebih. Maka, dibutuhkan suatu proses untuk mengetahui tingkat penjualan tertinggi, sedang, dan terendah sebagai bahan pertimbangan dalam melakukan restock produk. Toko Evanos merupakan usaha UMKM yang bergerak dalam bidang jual beli jajanan khas daerah yang belum menerapkan pengelompokan produk dalam sistem informasi penjualannya. Kondisi tersebut menyebabkan pihak toko belum maksimal dalam menilai minat pembeli terhadap produk sehingga toko sering kehabisan stok ditengah banyaknya permintaan, terutama hari libur. Berdasarkan permasalahan tersebut, maka dibuat suatu sistem menggunakan k-means clustering untuk mengelompokkan tingkat penjualan produk ke dalam kategori tertinggi, sedang, dan terendah. Dalam sistem ini, penentuan centroid awal dilakukan menggunakan pendekatan statistik berupa nilai minimum, rata-rata, dan maksimum. Data penjualan diambil selama tiga bulan dengan 90 data produk. Hasil perhitungan k-means clustering menggunakan variabel stok keluar dan total penjualan menunjukkan kategori penjualan tertinggi sebanyak 6 item, sedang 28 item, dan terendah 56 item. Unjuk kerja sistem dalam melakukan clustering memperoleh nilai DBI sebesar 0,535 yang menunjukkan bahwa hasil clustering termasuk baik, sehingga dapat menjadi solusi terbaik bagi pemilik toko dalam mengontrol stok berdasarkan kategori penjualan produk.
============================================
Abstract :
In sales activities, stock availability is an important things that should be considered to prevent excessive inventory accumulation. Therefore a method is needed to identify a products with high, medium, and low sales levels for restocking decisions. Evanos store is a UMKM market which sale a regional snacks but hasn’t implemented a product classification in their sales information system. That condition makes difficult for the store to evaluate product interest, resulting in frequent stock shortages, especially on holidays. Based on these problems, a system with k-means clustering algorithm was developed to classify product sales into high, medium, and low categories. In this study, the initial centroids will determined using a statistical approach based on minimum, average, and maximum values. The dataset was collected in 3 months with 90 products. The result show that 6 products were classified for the high sales, 28 products for medium sales, and 56 products for low sales. The clustering performance evaluation for DBI value is 0,535, indicating the clustering result is good quality, it can be a best solution for store owner to manage the inventory more effectively based on product sales categories.
Keywords
Full Text:
PDFReferences
[1] H. N. Safa’atin dan D. L. Denata, “Analisis Strategi Pemasaran Produk Lokal Pada Pasar Global,” Journal of Entrepreneurial Studies (JES), vol. 1, no. 1, pp. 28–35, May 2024. [Online]. Available: https://doi.org/10.33508/jes.v1i1.5591.
[2] I. Padiku dan A. Lahinta, “Penerapan Clustering K-Means Untuk Mendukung Pengelolaan Koleksi Pada Perpustakaan Fakultas Teknik Universitas Negeri Gorontalo,” J. Tek., vol. 20, no. 1, hlm. 54–62, Jul 2022, doi: 10.37031/jt.v20i1.206.
[3] A. D. Juwari, “Pengelompokan Produk Penjualan Menggunakan K-Means Sebagai Pendukung Strategi Bisnis Kafe Omah Kopi,” J. Profesi Ins. Univ. Lampung, vol. 6, no. 2, Sep 2025, doi: 10.23960/jpi.v6n2.175.
[4] F. P. A. Hasibuan, S. Sumarno, dan I. Parlina, “Penerapan K-Means pada Pengelompokan Penjualan Produk Smartphone,” SATESI J. Sains Teknol. Dan Sist. Inf., vol. 1, no. 1, hlm. 15 20, Sep 2021, doi: 10.54259/satesi.v1i1.3.
[5] M. Husen Adlun, R. Astuti, dan F. M. Basysyar, “Pengelompokan Data Penjualan Sembako Berdasarkan Perilaku Pembeli Menggunakan Algoritma K-Means Clustering,” JATI J. Mhs. Tek. Inform., vol. 8, no. 4, hlm. 7699–7703, Agu 2024, doi: 10.36040/jati.v8i4.9806.
[6] S. Suliman, “Implementasi Data Mining Terhadap Prestasi Belajar Mahasiswa Berdasarkan Pergaulan dan Sosial Ekonomi Dengan Algoritma K-Means Clustering,” SIMKOM, vol. 6, no. 1, hlm. 1–11, Jan 2021, doi: 10.51717/simkom.v6i1.48.
[7] F. Alghifari dan D. Juardi, “Penerapan Data Mining Pada Penjualan Makanan dan Minuman Menggunakan Metode Algoritma Naïve Bayes: Studi Kasus : Makan Barbeque Sepuasnya,” J. Ilm. Inform., vol. 9, no. 02, hlm. 75–81, Sep 2021, doi: 10.33884/jif.v9i02.3755.
[8] W. Lestari, “Clustering Data Mahasiswa Menggunakan Algoritma K-Means Untuk Menunjang Strategi Promosi (Studi Kasus : STMIK Bina Bangsa Kendari),” SIMKOM, vol. 4, no. 2, hlm. 35 48, Jul 2019, doi: 10.51717/simkom.v4i2.37.
[9] Rindi Asti Ananda, Yani Maulita, dan Husnul Khair, “Clustering Menggunakan Algoritma K Means untuk Mengelompokan Data Perjudian Berdasarkan Wilayah di Kota Binjai (Studi Kasus : Pengadilan Negeri Binjai),” Switch J. Sains Dan Teknol. Inf., vol. 2, no. 4, hlm. 167–180, Sep 2024, doi: 10.62951/switch.v2i4.226.
[10] S. R. Agustin, I. Purnamasari, dan B. N. Sari, “Implementasi K-Means Untuk Pengelompokan Kategori Penjualan Barang Berbasis Web,” vol. 5, no. 3, 2025.
[11] L. Y. Hutabarat, I. Gunawan, I. Purnamasari, M. Safii, dan W. Saputra, “Penerapan Algoritma K-Means Dalam Pengelompokan Jumlah Penduduk Berdasarkan Kelurahan Di Kota Pematangsiantar,” J. Ilmu Komput. Dan Teknol., vol. 2, no. 2, hlm. 20–26, Jan 2022, doi: 10.35960/ikomti.v2i2.704.
[12] N. N. Afidah, “Penerapan Metode Clustering dengan Algoritma K-Means untuk Pengelompokkan Data Migrasi Penduduk Tiap Kecamatan di Kabupaten Rembang,” vol. 6, 2023.
Refbacks
- There are currently no refbacks.





