POLA KOLONISASI PEMERINTAH KOLONIAL HINDIA BELANDA DI LAMPUNG DAN MAPILI (1905 – 1942)

Fadhila Husna Asri

Abstract

Tulisan ini menjelaskan tentang berlangsungnya program transmigrasi pada tahun 1905 – 10942. Kebijakan transmigrasi yang dijalankan Pemerintah Kolonial Hindia Belanda dikenal dengan istilah kolonisasi. Menurut pengumuman-pengumaman Pemerintah Hindia Belanda, tujuan dari kolonisasi yang akan diselenggarakan ini ialah untuk mengurangi kepadatan dan kelebihan penduduk pulau Jawa. Daerah Lampung di Pulau Sumatra dan Mapili di Pulau Sulawesi dipilih menjadi daerah kolonisasi yang mapan. Kolonisasi di Lampung berjalan dalam tiga periode yaitu fase percobaan pada tahun 1905-1911, periode Bank Kredit Lampung pada tahu 1911-1930, Periode Pasca Depresei Ekonimi pada tahun 1930-1941. Kolonisasi Mapili dilaksanakan dalam empat gelombang keberangkatan sejak tahun 1937 hingga tahun. Program kolonisasi pada kedua daerah berbasis pada sektor agraris dan menitik beratkan peranan sentral Pemerintah Kolonial Hindia Belanda. Perbandingan program kolonisasi bagi kedua daerah tersebut terletak pada aspek anggaran pembiayaan yang diberikan. Hal ini dikarenakan kolonisasi di dua daerah tersebut merupakan hasil evaluasi dari kebijakan sebelumnya

Keywords

Kolonisasi, Lampung, Mapili

Full Text:

PDF

References

Sumber Arsip

Laporan Residen Kedu, Ter Meulen tentang Kepadatan Penduduk di Pulau Jawa. ANRI, Arsip Kommissorial tgl 22 Februari 1933 No. 5707.

Berita tentang berjalannya kolonisasi Lampung pada sekitar periode Bank Kredit Lampung. De Locomotied, 6 Maret 1925. Diakses melalui delpher.nl.

Penggalan berita tentang banjir di Celebes merusak pemukiman kolonis di Mapili. De Locomotief, 26 November 1938, diakses melalui delpher.nl.

Sumber Buku/Jurnal

Aan Budianto. (2020). “Keeanga Sosial di Lampung Akibat Program Trasnmigrasi di Era 1950an”. Jurnal Candi, 20(1), 18-31.

Chaerul Mundzir dkk. (2021). “Kebijakan Imigrasi Zaman Hindia Belanda (1913-1942)”. Jurnal Rihlah, 9 (1), 1-12.

Dahlan, Halwi. (2014). “Perpindahan Penduduk dalm Tiga Masa: Kolonisasi, Kokuming Gakari, dan Transmigrasi di Provinsi Lampung (1905 – 1979). Patanjala, 6 (3), 335 – 348.

Garraghan, G. J. 1957. A Guide to Historical Methode. New York: Fordham University Press.

Hardjono, J.M. 1997. Transmigration in Indonesia (Transmirasi dari Kolonisasi sampai Swakarsa). Kuala Lumpur: Oxford University Press.

Heeren, H.J. 1979. Transmigrasi di Indonesia (Transmigratie in Indonesie interne migratie en de verhouding van immigraten/ autochtonen special met betrekking tot suild- en Midden Sumatra, Meppel J.A. Boom en Zoon, 1967). Jakarta: PT Gramedia.

Ina Mirawati. 2012. “Kependudukan Masa Kolonial Dalam Sumber Arsip” dalam ANRI, “ARSIP Kependudukan, Aset Terjaga Milik Negara”. Majalah Arsip Edisi 58.

Karsiwan, dan Lisa Retono Sari. (2021). “Kebijakan Pendidikan Pemerintah Kolonial Belanda pada Masa Politik Etis di Lampung”. Tsaqofah dan Tarikh: Jurnal Sejarah dan Kebudayaan, 6 (1).

Kartodirdjo, Sartono. 1984. Pemberontakan Petani Banten 1888: Kondisi Jalan Peristiwa dan Kelanjutannya Sebuah Studi Kasus Mengenai Gerakan Sosial di Indonesia. Jakarta: Pustaka Jaya.

Kuntowijoyo. 2013. Pengantar Ilmu Sejarah. Yogyakarta: Tiara Wacana.

Majdid, Dien dan Johan Wayudi. 2014. Ilmu Sejarah: Sebuah Pengantar, Depok: Pranamedia Group.

Muhammad, Amir. 2020. “Wonomulyo: Dari Kolonisasi Ke Transmigrasi 1937 – 1952”, Pangadereng, 6(1), 13 – 30.

Sayogyo. 1986. “Transmigrasi di Indonesia 1905-1985: Apa yang Kita Cari Bersama?” dalam Sri Edi Swasono dan Masri Singaribuan. Sepuluh Windu Transmigrasi di Indonesia 1905-985. Jakarta: UI Press.

Waskito, Rukamadi, dkk. 1995. Transmigrasi: Dari Daerah Asal sampai Benturan Budaya di Tempat Pemukiman. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.