Pemikiran Soekarno Dalam Perumusan Pancasila

Uswatun Hasanah, Aan Budianto

Abstract

Pancasila merupakan dasar negara yang dibentuk setelah bangsa Indonesia meraih kemerdekaan. Proses perumusan Pancasila melalui beberapa tahap sidang yang melibatkan banyak tokoh penting seperti Soekarno, M. Yamin, dan Soepomo. Namun pemikiran Soekarnolah yang mendapat sambutan secara aklamis dan Pancasila dianggap sebagai preferensi pemikiran Soekarno. Maka penelitian ini bertujuan untuk mengungkap akar pemikiran Soekarno dengan perbandingan pemikiran tokoh-tokoh lainnya. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif fenomenologi dengan model penilitian pustaka (library research) dengan menggunakan teori dekontruksi Jacques Derrida dengan konsep Trace, Differance, Rekontruksi dan Iterabilitas. Sedangkan sumber datanya adalah sumber primer dan sekunder dengan teknik heuristik, verifikasi, interprestasi dan historiografi. Hasil penelitian ini Pancasila adalah hasil akhir sidang penyidik atas sumbangan beberapa tokoh seperti M. Yaminn, Soepomo dan Soekarno. Dalam pemikiran ketiga tokoh tersebut terdapat titik singgung yakni sama-sama membahas tentang nasionalisme, ketuhanan, hubungan antar bangsa dan demokrasi sehingga tidak bisa dikatakan bahwa Pancasila mutlak dari pemikiran Soekarno semata.

Keywords

Pancasila, Soekarno, pemikiran

Full Text:

XML PDF

References

Alfian. 1978. Pemikiran dan Perubahan Politik Indonesia : Kumpulan Karangan, Jakarta : P.T Gramedia.

Alfian. 1978. Pemikiran dan Perubahan Politik Indonesia. Jakarta: PT Gramedia.

Ahmad Jainuri. 2002. Ideologi Kaum Reformis: Melacak Pandangan Keagamaan Muhammadiyah Periode Awal. Surabaya: LPAM

Ahmad Suhelmi. 2001. Dari Kanan Islam Hingga Kiri, Jakarta: Darul Falah

Bambang Raharjo, Syamsuhadi. 1995. Garuda Emas Pancasila Sakti, Jakarta: Yapeta pusat.

Berhard Dham. 1987. Soekarno dan Perjuangan. Terj. Hasan Basari, Jakarta: LP3ES.

Cindy Adams. 2007. Bung Karno Penyambung Lidah Rakyat Indonesia, Jakarta: Media Pressindo.

Chistopher Norris. 2003. Membongkar Teori Dekontruksi Jacques Derrida, Jakarta: Ar-Ruzz

Endang Saifuddin Anshari. 1997. Piagam Jakarta 22 Juni 1945: Sebuah Konsensus Nasional Tentang dasar Negara Republik Indonesia (1945-1949), Jakarta: Gema Insani Press

Gatut Saksono. 2007. Pancasila Soekarno, Yogyakarta: CV. Urna Cipta Media Jaya.

H.A.R. Gibb. 1954. Aliran-aliran Modern Dalam Islam, Jakarta: Tintamas

Imam Mukhlis. 2013. Ijtihad Kebangsaan Soekarno & NU, Kebumen: Tagan Emas Publiser.

Joesoef Isak (ed). 2001. 100 Tahun Bung Karno, Jakarta: Hasta Mitra

Kaelan. 2013. Negara Kebangsaan Pancasila; Kultural, Historis,Filosofis, Yuridis, dan Aktualisasinya, yogyakarta: Paradigma

Lxy J. Meleong. 2002. Metode Penelitian Kualitatif, Bandung: PT. Remaja Rosdakary

M. Burhan Bungin. 2007. Penelitian Kualitatif, Komunikasi, Ekonomi, Kebijakan Publik, dan Ilmu Sosial Lainnya, Jakarta: Kencana

Muhammad Roem. 1972. “Lahirnya Pancasila 1945”, Tiga Peristiwa Bersejarah, Jakarta: Sinar Huday.

Nyoman Ratna Kutha. 2011. Teori, Metode, Dan Teknik Penelitian Sastra Dari Struktualisme Hingga Postruktualisme Perspektif Wacana Naratif, Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Nazaruddin Sjamsuddin. 1993. Soekarno; Pemikiran Politik dan Kenyataan Praktek, Jakarta: Rajawali Pers.

Rhien Soemhadiwidjojo. 2013. Bung Karno Sang Singa Podium “Revolusimu Belum Selesai” Yogyakarta: Second Hope

Peter Kasenda. 2004. Soekarno Muda Biografi Pemikiran 1926-1933, cet kedua, Depok: Komunitas Bantu

Roso Daris. 2013. Total Bung Karno; Serpihan Sejarah yang Tercecer, Depok: Imania.

Re-So-Pim (Revolusi-Sosialisme Indonesia-Pimpinan Nasional), Amanat Presiden RI pada hari ulang tahun Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia tanggal 17 Agustus 1961.

Suharsimi Arikunto. 2010. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek, Jakarta: Rineke Cipta

Soekarno. 1946. Di Bawah Bendera Revolusi, Jakarta: Panitia Penerbit Di Bawah Bendera Revolusi.

Soekarno, Sarinah. 1963. Kewajiban Wanita Dalam Perdjoeangan Republik Indonesia, Jakarta: Panitia Penerbit Karangan Presiden Soekarno.

Soekarno. 1961. “Lahirnya Pancasila” Dalam Tujuh Bahan Indoktrinasi, Jakarta: Dewan Pertimbangan Agung.

Zainal Abidin Amir. 2013. Soekarno dan NU Titik Temu Nasionalisme, Yogyakarta: LkiS