Analisis Tingkat Berpikir Kritis Siswa Kelas VIII SMP Negeri 9 Surakarta pada Materi Keliling dan Luas Lingkaran Berdasarkan Teori Berpikir Kritis Elder dan Paul ditinjau dari Kemampuan Matematika Siswa

Bayu Pamungkas, Mardiyana Mardiyana, Dhidhi Pambudi

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana tingkat berpikir kritis siswa kelas VIII SMPN 9 Surakarta dalam menyelesaikan persoalan matematika pada materi keliling dan luas lingkaran berdasarkan teori berpikir kritis Elder dan Paul yang ditinjau dari kemampuan matematika siswa. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Subjek penelitian adalah enam siswa kelas VIII SMP Negeri 9 Surakarta tahun ajaran 2013/2014. Metode pengumpulan data menggunakan metode observasi, metode tes, dan metode wawancara. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa (1) tingkat berpikir kritis subjek penelitian dengan kemampuan matematika rendah adalah TBK 1 dan karakteristik tingkat berpikirnya yaitu (a) belum mampu menyelesaikan masalah matematika yang diberikan; (b) menggunakan data atau fakta yang jelas, tidak tepat, tidak teliti, dan tidak relevan; (c) menggunakan konsep atau ide berupa definisi, konsep, teorema, prinsip, dan prosedur yang jelas, tidak tepat, tidak relevan, dan tidak dalam; (d) penyimpulan yang  tidak jelas dan tidak logis; (e) menggunakan sudut pandang yang tidak jelas dan terbatas; (2) tingkat berpikir kritis subjek penelitian dengan kemampuan matematika sedang adalah TBK 2 dan karakteristik tingkat berpikirnya yaitu (a) belum mampu menyelesaikan masalah matematika yang diberikan; (b) menggunakan data atau fakta yang jelas, tepat, teliti, dan relevan; (c) menggunakan konsep atau ide berupa definisi, konsep, teorema, prinsip, dan prosedur yang jelas, tepat, dan relevan; (d) penyimpulan yang  tidak jelas dan tidak logis; (e) menggunakan sudut pandang yang jelas dan terbatas;

Keywords

kemampuan matematika;lingkaran;tingkat berpikir kritis

Full Text:

PDF

References

Arifin, Anwar. (2003). Memahami Paradigma Baru Pendidikan Nasional dalam Undang-undang Sisdiknas. Jakarta: Departemen Agama RI.

Choy, S. & Cheah, P. (2009). Teacher Perceptions Of Critical Thinking Among Students And Its Influence On Higher Education. International Journal Of Teaching And Learning In Higher Education, 20 (2), 198-206.

Depdiknas. (1997). Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta : Balai Pustaka.

Elder, L. & Paul, R. (2008). Critical Thinking Development: A Stage Theory With Implications for Instruction. [Online]. http://www.criticalthinking.org/.

Lloyd, M. (2010). Thinking Critically about Thinking in Higher Education. International Jurnal For The Scholarsip of Teaching and Learning. Vol 4, No 2.

Moleong, L. (2009). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Rosnawati, R. (2012). Berpikir Kritis Melalui Pembelajaran Matematika Untuk Mendukung Pembentukan Karakter Siswa. Yogyakarta: Jurusan Pendidikan Matematika FMIPA UNY.

Rowles, J. Morgan, C., Burns, S., & Merchant, C. (2013). Faculty Perceptions Of Critical Thinking At A Health Sciences University. Journal Of The Scholarship Of Teaching And Learning, 13 (4), 21-35.

Tsai, P., Chen, S., Chang, H., &Chang, W. (2013). Efects Of Prompting Critical Reading Of Science News On Seventh Graders Cognitive Achievement. International Journal Of Environment & Science, 8 (1), 85-

Refbacks

  • There are currently no refbacks.