Emotional intelligence and school environment as predictors of vocational students’ learning motivation
Abstract
Abstrak: Lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Indonesia masih menghadapi tantangan dalam memasuki dunia kerja, tercermin dari Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) sebesar 9,01% pada tahun 2024 (BPS, 2024). Kondisi ini menunjukkan pentingnya mengkaji faktor-faktor yang mendukung keberhasilan belajar siswa, khususnya motivasi belajar. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh kecerdasan emosional dan lingkungan belajar sekolah terhadap motivasi belajar siswa kelas XI MPLB SMK Negeri 3 Surakarta. Pendekatan kuantitatif asosiatif kausalitas digunakan dengan sampel 105 siswa melalui teknik sampling jenuh. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner skala Likert 1–4 dan dianalisis dengan regresi linear berganda melalui IBM SPSS 26. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) kecerdasan emosional berpengaruh positif dan signifikan terhadap motivasi belajar (p = 0,000; tₕitung 3,786 > tₜtabel 1,98); (2) lingkungan belajar sekolah berpengaruh positif dan signifikan terhadap motivasi belajar (p = 0,000; thitung 4,547 > ttabel1,98); dan (3) kedua variabel secara simultan berpengaruh positif dan signifikan terhadap motivasi belajar (p = 0,000; Fhitung 38,666 > Fₜtabel 3,09). Secara bersama-sama, kedua variabel menjelaskan 43,1% variansi motivasi belajar, dengan lingkungan belajar sekolah sebagai prediktor dominan (SR = 56,0%). Temuan ini menegaskan perlunya sekolah mengembangkan kompetensi emosional siswa dan menciptakan iklim kelas yang kondusif guna meningkatkan motivasi belajar.
Kata kunci: keterlibatan akademik; kuesioner Likert; pendidikan vokasi; regresi linear berganda; sumbangan efektif
Abstract: Vocational high school (SMK) graduates in Indonesia face persistent workforce entry challenges, with an Open Unemployment Rate of 9.01% in 2024 (BPS, 2024). This underscores the importance of examining factors supporting academic success, particularly learning motivation. This study investigates the effects of emotional intelligence and the school learning environment on learning motivation among Grade XI MPLB students at SMK Negeri 3 Surakarta. A quantitative associative-causal design was employed with 105 students selected via saturation sampling. Data were collected using a 1–4 Likert-scale questionnaire and analyzed with multiple linear regression (IBM SPSS Statistics 26). Results indicate that: (1) emotional intelligence has a positive and significant effect on learning motivation (p = .000; t = 3.786 > 1.98); (2) the school learning environment has a positive and significant effect (p = .000; t = 4.547 > 1.98); and (3) both variables simultaneously exert a positive and significant effect (p = .000; F = 38.666 > 3.09). Together, they explain 43.1% of the variance in learning motivation, with the school learning environment as the dominant predictor (RC = 56.0%). These findings highlight the need for schools to cultivate students’ emotional competencies and foster a conducive classroom climate to enhance motivation.
Keywords: academic engagement; effective contribution; likert scale questionnaire; multiple linear regression; vocational education
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Andriati, L., Abdi, S., Mukminin, A. N. A., & Tridayati, W. (2023). Analisis tingkat motivasi belajar siswa kelas XI SMK Negeri 1 Babelan. Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK), 5(4), 72–80. https://doi.org/10.31004/jpdk.v5i4.16699
Arianti, A. (2018). Peranan guru dalam meningkatkan motivasi belajar siswa. Didaktika: Jurnal Kependidikan, 12(2), 117–134. https://doi.org/10.30863/didaktika.v12i2.181
Baeruma, B. C., Suryaputra, R., & Rahcmawati, I. K. (2025). Pengaruh minat siswa, lingkungan sekolah dan lingkungan keluarga terhadap motivasi belajar siswa di SMK Negeri 4 Halmahera Utara. Pendas: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, 10(3), 330–350. https://doi.org/10.23969/jp.v10i03.31080
Budiyani, A., Marlina, R., & Lestari, K. E. (2021). Analisis motivasi belajar siswa terhadap hasil belajar matematika. Maju: Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika, 8(2), 310–319.
Dambean, C. A., & Gabor, M. R. (2021). Implications of emotional intelligence in human resource management. Economics - Innovative and Economics Research Journal, 9(2), 73–90. https://doi.org/10.2478/eoik-2021-0016
Disty, F., Nuraini, N., & Okianna, O. (2018). Pengaruh lingkungan belajar di sekolah terhadap motivasi belajar siswa di SMK Negeri 1 Pontianak. Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa (JPPK), 7(12), 1–11. https://doi.org/10.26418/jppk.v7i12.30507
Djarwo, C. F. (2020). Analisis faktor internal dan eksternal terhadap motivasi belajar kimia siswa SMA Kota Jayapura. Jurnal Ilmiah IKIP Mataram, 7(1), 1–7.
Halawa, F. A., & Fensi, F. (2020). Pengaruh kecerdasan emosi, lingkungan sekolah terhadap motivasi belajar dan dampaknya terhadap prestasi belajar siswa. Jurnal Pengabdian dan Kewirausahaan, 4(2), 98–111. https://doi.org/10.30813/jpk.v4i2.2327
Khuzaimah, K., & Pribadi, F. (2022). Penerapan demokrasi pendidikan pada pembelajaran siswa di sekolah dasar. Almaarief, 4(1), 41–49. https://doi.org/10.35905/almaarief.v4i1.2176
Latief, A. (2023). Peranan pentingnya lingkungan belajar bagi anak. Jurnal Kependidikan, 7(2), 61–66. http://e-journallppmunsa.ac.id/index.php/kependidikan/article/view/1126
Law, W. W., Nuriani, & Sunter Candra Yana. (2025). Kecerdasan emosional (EQ) dan lingkungan belajar terhadap motivasi belajar siswa mata pelajaran pendidikan agama Buddha di SMA Swasta Buddhis Bodhicitta Medan. Jurnal Pendidikan Buddha dan Isu Sosial Kontemporer (JPBISK), 7(2), 36–45. https://doi.org/10.56325/jpbisk.v7i2.136
Romlah, S., Khosmas, F. Y., & Salim, I. (2017). Pengaruh faktor lingkungan belajar di sekolah terhadap motivasi belajar siswa pada mata pelajaran ekonomi kelas X. Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa, 6(6). https://doi.org/10.26418/jppk.v6i6.20309
Sarnoto, A. Z., & Romli, S. (2019). Pengaruh kecerdasan emosional (EQ) dan lingkungan belajar terhadap motivasi belajar siswa SMA Negeri 3 Tangerang Selatan. Andragogi: Jurnal Pendidikan Islam dan Manajemen Pendidikan Islam, 1(1), 55–75. https://doi.org/10.36671/andragogi.v1i1.48
Sitorus, W. I., & Sojanah, J. (2018). Meningkatkan motivasi belajar siswa melalui keterampilan mengajar guru. Jurnal Pendidikan Manajemen Perkantoran, 3(2), 233–238. https://doi.org/10.17509/jpm.v3i2.11769
Sumayasa, K., Ronald, J., & Sari, M. K. (2025). Pengaruh ketekunan belajar, kecerdasan emosional, perhatian orang tua, teman sebaya dan kemandirian belajar terhadap motivasi belajar siswa pada mata pelajaran ekonomi kelas X SMA Negeri 1 Sitiung. Pendas: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, 10(3), 212–219. https://doi.org/10.23969/jp.v10i03.31952
Taufan, S., Jayanti, A. R. B., Susita, D., & Frannita, E. L. (2025). Influence of self-efficacy and motivation on work readiness in vocational education students. Jurnal Ilmiah Manajemen Kesatuan, 13(5), 3787–3798. https://doi.org/10.37641/jimkes.v13i5.3501
Tortosa Martínez, B. M., Pérez-Fuentes, M. D. C., & Molero Jurado, M. D. M. (2023). Mediating role of emotional intelligence in the relationship between resilience and academic engagement in adolescents: Differences between men and women. Psychology Research and Behavior Management, 16, 2721–2733. https://doi.org/10.2147/PRBM.S421622
Refbacks
- There are currently no refbacks.







