Ketersediaan dan Pemanfaatan Ruang Terbuka Hijau di Kampus UKDC Surabaya

Josephine Roosandriantini, Heristama Anugerah Putra

Abstract

Increasing temperatures and changes in global weather are currently affecting all countries, including Indonesia. This problem is what we can call global warming. The city of Surabaya in particular experiences this problem where there is a shift in time related to the dry season and the rainy season. The formation of green open spaces is important in a city to reduce the impact that is imposed globally. The main target expected is to take part in reducing the temperature in the city of Surabaya so that the ecological balance in it is maintained even though it is small or limited to existing sites. This is based on regional regulations regarding the proportion of green open space that must be presented according to data from Bappeko Surabaya. The method in research using literature studies, observational studies, and study designs in a form tailored to the analysis. The result of this research is to add the availability and utilization of green open space in the form of vertical vegetation in the UKDC campus building to provide additional green open space for both the UKDC campus and the city of Surabaya. So in other words, the new UKDC campus building can provide additional green open space to achieve the availability of green open space on private land.

Keywords

global warming; campus forest; green open space; vegetation; building envelope

Full Text:

PDF

References

Afrizal E. I., Fatimah I.S., Sulistyantara B. (2010). Studi Potensi Produksi Oksigen Hutan Kota Di Kampus Universitas Indonesia, Depok. Jurnal Lanskap Indonesia. Vol. 2 No. 1. Hal.

Ahmad, F., Arifin, H.S., dkk. (2012). Analisis Hubungan Luas Ruang Terbuka Hijau (RTH) dan Perubahan Suhu di Kota Palu. Jurnal Hujan Tropis, Vol. 13 No. 2. September 2012.

Akbari H. (2008). Saving energy and improving air quality in urban beat islands. Berkeley: American Institute of Physics.

Arifin, H. S. A dan Nurhayati. (2000). Pemeliharaan Taman. Penebar Swadaya. Jakarta.

Arikunto, Suharsimi. (2006). Prosedur Penelitian. Jakarta: PT. Rineka Cipta.

Caesarina H., Saubari N. 2019. Peran Ruang Terbuka Hijau Dalam Perencanaan Kota Sebagai Potensi Pembentuk Smart City. Jukung Jurnal Teknik Lingkungan. Vol. 5 No. 1. Hal. 28-39.

Chafid Fandeli, Kaharuddin dan Muklison. 2004. Perhutanan Kota. Yogyakarta: Fak. Kehutanan UGM.

Daylight and Productivity: A Field Study. (http://eec.ucdavis.edu/ACEEE/2002/pdfs/ panel08/06_15.pdf)

Dewiyanti D. 2009. Ruang terbuka hijau kota bandung (suatu tinjauan awal taman kota terhadap konsep kota layak anak). Majalah Ilmiah UNIKOM, 7 (1): 13-26.

Direktorat Jenderal Penataan Ruang. Departemen Pekerjaan Umum. Pedoman Penyediaan dan Pemanfaatan Ruang Terbuka Hijau di Kawasan Perkotaan, Pedoman Penyediaan dan Pemanfaatan Ruang Terbuka Hijau di Kawasan Perkotaan. 2008.

Dwiyanto, A. 2009. Kuantitas dan Kualitas Ruang Terbuka Hijau di Permukiman Perkotaan. Teknik, Vol. 30 No. 2.

Hastuti E., Utami T. 2008. Potensi Ruang Terbuka Hijau Dalam Penyerapan CO2 di Permukiman. Jurnal Permukiman, Vol. 3 No. 2. Hal. 106-114

Jormakka, K. (2007). Basics Design Methods. Berlin: Birkhauser.

Kusmana, C. 2015. Keanekaragaman Hayati (Biodiversitas) Sebagai Elemen Kunci Ekosistem Kota Hijau. Jurnal Pros Sem Nas Masy Biodiv Indon. Vol. 1 No.8. Hal. 1747-1755.

Kusumawardani, D. (2017). Arahan Penyediaan Ruang Terbuka Hijau dalam Menyerap Emisi Gas CO2 Kendaraan Bermotor pada Kawasan Industri Sier , Surabaya. Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan.

Laloan, Y., Prijadi, R., Moniaga, I. 2015. Apartemen di Manado Penerapan Konsep Vertical Garden. Jurnal Arsitektur Daseng, Vol. 4 No. 2. Hal. 10-18.

Nugradi, D., 2009. Identifikasi Ruang Terbuka Hijau Kota Semarang. Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan. Vol. 11 No. 1. Hal. 61-70.

Panduan Pengguna Bangunan Gedung Hijau Jakarta. Berdasarkan Peraturan Gubernur No. 38/2012. Vol. 3. Sistem Pencahayaan

Peraturan Daerah Kota Surabaya No. 7 Tahun 2002, tentang Pengelolaan Ruang Terbuka Hijau

Peraturan Daerah Kota Surabaya No. 12 Tahun 2014, tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kota Surabaya Tahun 2014-2034

Peraturan Daerah Kota Surabaya No. 15 Tahun 2014, tentang Hutan Kota

Prabowoningsih, N., Putri, R., Rini, E. 2018. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Ketersediaan Ruang Terbuka Hijau Pada Setiap Dominasi Penggunaan Lahan (Studi Kasus: Kota Surakarta). Region: Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif. Vol. 13 No. 2. Hal. 133-151.

Putri, D, Soemardiono, B, Suprihardjo, R,. 2017. Konsep Penataan Ruang Terbuka Hijau di Kawasan Pusat Kota Ponorogo. Jurnal Penataan Ruang. Vol. 7 No. 1.

Rushayati, SB., Alikodra, HS., (2011). Pengembangan Ruang Terbuka Hijau Berdasarkan Distribusi Suhu Permukaan di Kabupaten Bandung. Forum Geografi, Vol. 25 No. 1. Juli 2011.

Samsudi. 2010. Ruang Terbuka Hijau Kebutuhan Tata Ruang Perkotaan Kota Surakarta. Journal of Rural and Development, Vol. 1 No 1. Februari 2010.

Setyani, W. 2017. Analisis Ruang Terbuka Hijau dan Kecukupannya di Kota Depok. Buletin Tanah dan Lahan, Vol. 1 No. 1. Hal. 121-127.

Suciyani, W. O. 2018. Analisis Potensi Pemanfaatan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Kampus Di Politeknik Negeri Bandung. Jurnal Planologi, Vol. 15 No. 1. Hal. 17-33.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.