Pergeseran Bentuk Visual Arsitektur Rumah Adat Osing Studi Kasus: Desa Kemiren & Pasar Banyuwangi

Lia Eka Prianti

Abstract

Penelitian ini menganalisis pergeseran visual arsitektur rumah adat Osing akibat modernisasi melalui studi komparatif di Desa Kemiren dan revitalisasi Pasar Banyuwangi. Metode kualitatif deskriptif didukung tabulasi data tipologi atap digunakan untuk mengidentifikasi mekanisme hibridisasi arsitektur tersebut. Pada skala domestik, tipologi atap Tikel Balung mendominasi karena stabilitas visualnya, meski material modern mulai masuk. Sementara pada skala publik, morfologi Tikel Balung direinterpretasi ke dalam struktur bentang lebar yang kaku. Transformasi ini menggeser fungsi arsitektur dari simbol perlindungan keluarga menjadi instrumen identitas kota. Disimpulkan bahwa pergeseran arsitektur Osing bersifat kontinum, bergerak dari adaptasi material mikro di hunian hingga apropriasi bentuk makro di ruang publik, sehingga membutuhkan strategi pelestarian berjenjang.

Keywords

pergeseran visual; desa kemiren; pasar; tikel balung; arsitektur osing

References

Arystianto, D. P. (2008). Simbol arsitektur bangunan tradisional Osing dan bangunan publik kawasan wisata bahari Pantai Watudodol Banyuwangi. Universitas Brawijaya.

Ching, F. D. K. (2007). Arsitektur : Bentuk, ruang dan tatanan . Erlangga.

Gilang, dkk. (2020). Penerapan prinsip arsitektur ikonik dan ciri visual terhadao perancangan Sekertariat ASEAN. Prosiding Seminar Intelektual Muda .

Indiarti. (2015). Kajian Mengenai Desa Kemiren Sebagai Penyangga Tradisi dan Kearifan Lokal Masyarakat Os. Lembaga Masyarakat Adat Osing.https://www.academia.edu/20048052/Kajian_mengenai_Desa_Kemiren_sebagai_Penyangga_Tradisi_dan_Kearifan_Lokal_Masyarakat_Osing

Kompas. (2023). Revitalisasi Asrama Inggrisan dan Pasar Banyuwangi. Kompas Banyuwangi.https://www.kompas.com/tag/revitalisasi-asrama-inggrisan-dan-pasar-banyuwangi

N. Norman. (2017). Program pelestarian dan nilai eknomis rumah adat masyarakat osing . Indonesia Journal of Islamic Economics and Business, 2(2).

Nauval, R. C. dkk. (2025). Konfigurasi bangunan hunian rumah adar Desa Wisata Osing, Banyuwangi. PAWON : Jurnal Arsitektur,9(1). https://doi.org/10.36040/pawon.v9i01.10057

Nur. (2009). Pelestarian Pola Permukiman Masyarakat Osing di Desa Kemiren Kabupaten Banyuwangi. Arsitektur E-Journal, 2(3). https://www.researchgate.net/publication/315527273_PELESTARIAN_POLA_PERMUKIMAN_MASYARAKAT_USING_DI_DESA_KEMIREN_KABUPATEN_BANYUWANGI

Rayhono, F. X. (2009). Kearifan budaya dalam kata . Wedatama Widya Sastra.

Setyabudi, I. (2011). Nilai guna ruang rumah tinggal suku Osing Banyuwangi dalam kegiatan sosial, budaya dan agama. Local Wisdom : Jurnal Ilmiah Online, 3(1).

Sulistyawati, A. (2012). Arsitektur Vernakular Osing Banyuwangi. Jurnal Arsitektur Komunitas, 8(1), 45–58. doi:10.19184/jrsl.v8i2.49830

Suprijanto I. (2002). Rumah Tradisional Osing : Konsep Ruang dan Bentuk . Dimensi Teknik Arsitektur, 30(1), 10–20.

Wulandari. (2015). Pelestarian arsitektur tradisional Osing di Banyuwangi. Jurnal Konservasi Cagar Budaya , 9(2), 34–47.

Yunus, H. S. (2010). Metodologi penelitian wilayah kontenporer. Pustaka Pelajar.

Refbacks