Pengolahan Ampas Tahu Dalam Pembuatan Kerupuk Ampas Tahu Khas Lombok Sebagai Usaha Peningkatan Pendapatan Masyarakat Desa Aikmual, Praya, Lombok Tengah

khaerus Syahidi, Wawan Muliawan

Abstract

Ampas tahu merupakan hasil sampingan yang diperoleh dari proses pembuatan tahu kedelai memiliki kandungan protein dan lemak. Ampas tahu dapat diolah menjadi bahan makanan yang beragam variasinya salah satunya menjadi kerupuk yang bernilai tambah lebih tinggi. Tujuan khusus kegiatan IbM adalah memberikan sarana alat pengering kerupuk ke UKM kerupuk ampas tahu desa Aikmual, pendampingan pembukuan usaha dan pendampingan pembuatan proposal kredit usaha. Metode yang digunakan adalah metode partisipatif dimana peranan anggota kelompok mitra sangat diperlukan dalam memberikan masukan-masukan untuk perancangan alat pengering dan kegiatan pendampingan yang akan dilakukan. Pendampingan dalam pembuatan pembukuan maupun pembuatan proposal kredit untuk kelompok mitra akan ditangani oleh tim dengan menyesuaikan kondisi lingkungan UKM itu berada. Pendampingan dalam pembuatan pembukuan UKM maupun proposal permohonan kredit dilakukan langsung praktek di tempat UKM masing-masing kelompok serta waktunya akan disesuaikan dengan kondisi UKM yang bersangkutan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa alat pengering kerupuk mampu menghemat tempat dengan kapasitas pengeringan 10 kg dalam waktu 90 s/d 120 menit itu tergantung pada pengaturan suhu yang ditentukan oleh pemakai. Cara kerja alat pengering ini masih manual karena untuk mengatur suhu masih bergantung pada besar atau kecilnya api pemanas (kompor). Kebersihan produk terjaga karena tidak berhubungan langsung dengan tungku pemanas.

 

Refbacks

  • There are currently no refbacks.