Edukasi Penyakit Diabetes Melitus dan Cara Pemeriksaan Glukosa Darah Secara Mandiri

Tri Agusti Sholikah, Ratih Puspita Febrinasari, Dyonisa Nasirochmi Pakha

Abstract

Pendahuluan: Diabetes mellitus (DM) merupakan salah satu penyakit metabolik kronis yang masih menjadi perhatian di dunia. Penyakit ini ditandai dengan tingginya kadar glukosa pada sirkulasi darah atau disebut dengan hiperglikemia. Deteksi dini penyakit DM dan pemantauan kadar glukosa darah pada penderita DM sangatlah penting untuk dilakukan. Hal tersebut dikarenakan apabila kadar glukosa darah sangat tinggi atau tidak terkontrol akan menyebabkan terjadinya komplikasi serius diberbagai organ tubuh, sehingga dapat meningkatkan morbiditas dan mortalitas pasien. Saat ini telah tersedia alat pemeriksaan glukosa darah yang mudah digunakan masyarakat yaitu glukometer. Namun, nampaknya masih banyak masyarakat yang belum terampil menggunakannya. Selain itu banyak masyarakat yang belum memahami penyakit DM secara holistik sehingga perlu dilakukan kegiatan pengabdian masyarakat tentang penyakit DM.

Metode: Metode pengabdian masyarakat ini adalah edukasi tentang penyakit Diabetes Melitus secara holistik melalui penyebaran video di grup-grup Whatsapp, Instagram, Facebook dan Youtube. Video edukasi tersebut terdiri dari 3 buah video, yaitu video tentang penyakit DM secara holistik, video cara penggunaan glukometer untuk memeriksa glukosa darah, dan video tentang DM di era COVID-19. Setelah disebarkan, masyarakat diminta memberikan respon melalui kuesioner. 

Hasil dan pembahasan: Sebagian besar responden sangat setuju bahwa video yang diunggah membuat mereka menjadi lebih paham mengenai penyakit diabetes melitus dan cara menggunakan glukometer.

Kesimpulan: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dapat meningkatkan pengetahuan dan pemahaman masyarakat mengenai penyakit DM dan cara memeriksa glukosa darah secara mandiri dengan glukometer.

Keywords

Diabetes Mellitus; Glukosa Darah; Glukometer

Full Text:

PDF

References

1. American Diabetes Association. Diagnosis and classification of diabetes mellitus. Diabetes Care 2014; 37(Supplement 1): S81-S90.

2. Suyono, S. Diabetes Melitus di Indonesia. Dalam: Sudoyo AW, Setiyohadi B, Alwi I, Simadibrata, MI (eds). Buku Ajar Ilmu Penyakit dalam. Jakarta: Pusat Penerbitan Departemen Peyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia; 2009.

3. International Diabetes Federation. IDF Diabetes Atlas Seventh Edition. United Kingdom: IDF; 2015.

4. World Health Organization (WHO). WHO | About Diabetes [Online]. 2014. [Sitasi: 4 May 2018]. Diunggah dari: https://web.archive.org/web/20140331094533/http://www.who.int/diabetes/action_online/basics/en/

5. Soewondo, P., Ferrario, A., & Tahapary, D.L. Challenges in diabetes management in Indonesia: a literature review. Globalization and Health 2013; 9 (1): 63.

6. Departement Kesehatan Republik Indonesia (Depkes RI). Infodatin-Diabetes. 2013. [Sitasi: 27 April 2018]. Diunggah dari: http://www.depkes.go.id/resources/download/pusdatin/infodatin/infodatin-diabetes.pdf

7. Madihah, Fitiani, A., & Yetty, Y. G. Kadar glukosa darah dan gambaran histologis pankreas pencit (Mus musculus L.) yang diinduksi aloksan setelah perlakuan ekstrak rimpang temu mangga (Curcuma mangga Val.). Jurnal Biologi 2016; 20 (2): 64-68.

8. Fowler, M.J. Microvascular and Macrovascular Complications of Diabetes. Clinical Diabetes 2008; 26:77–82.

9. Chawla A, Chawla R, Jaggi S. Microvascular and macrovascular complications in diabetes mellitus : distinct or continuum. Indian J Endocrinol Metab 2016; 20(3):546-551

10. Centers for Disease Control and Prevention (CDC). Type 2 Diabetes | Basics | Diabetes | CDC [Online]. 2018. [sitasi 28 Jan 2020]. Diunggah dari: https://www.cdc.gov/diabetes/basics/type2.html].

11. Sudoyo, A.W., Setiyohadi, B., Alwi, I., Simadibrata, M.K., & Setiati, S. Buku ajar Ilmu Penyakit Dalam: Diabetes Melitus di Indonesia. Jakarta: Interna Publishing; 2010.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.