TEKNOLOGI EKSISTING USAHA TERNAK SAPI KELOMPOK TANI KARYA BERSAMA PADA PENDAMPINGAN PENGEMBANGAN KAWASAN PETERNAKAN KABUPATEN JAYAPURA

Petrus Alexander Beding, Batseba M.W. Tiro, Ghalih P Dominanto

Abstract


Abstract: Jayapura is one of regencies in Papua which is designated as development of breeding area of beef cattle commodities. This study aims to present data and information about the profile of beef cattle farms in the Karya Bersama Farmer Group, Namblong district, Jayapura regency as the location for assisting the development of breeding area of beef cattle commodities. Data collection were conducted by survey and interview to 24 farmers at Kelompok Tani Karya Bersama that strengthened by Focus Group Discussion. The demonstration plot was carried out by introducing forage processing technology into silage and fermented straw as well as additional feed (bran) and observing the level of livestock reproduction. The results showed that the level of productivity of cattle is still relatively low, where calving interval is long (18-24 months), high S/C value (2 - 4), low birth weight (15-18 kg) and changes in body weight 0.1-0.2 kg/head/day. However, the assistance of technology can improve the productivity of cattle. 

 

Abstrak: Kabupaten Jayapura merupakan salah satu kabupaten di Papua yang ditetapkan sebagai pengembangan kawasan peternakan komoditas sapi potong. Kajian ini bertujuan untuk menyajikan data dan informasi mengenai profil usaha ternak sapi sapi potong pada kelompok tani Karya Bersama, Distrik Namblong, Kabupaten Jayapura sebagai lokasi pendampingan pengembangan kawasan peternakan komoditas sapi potong. Metode pengumpulan data dilakukan melalui survei dan wawancara langsung menggunakan kuisioner semi-struktur terhadap 24 responden peternak pada kelompok tani Karya Bersama dan dipertajam dengan Focus Group Discussion (FGD). Kegiatan demplot dilakukan dengan mengintroduksi teknologi pengolahan hijauan menjadi silase dan jerami fermentasi serta pakan tambahan (dedak) dan dilakukan pengamatan terhadap tingkat reproduksi ternak. Hasil kajian menunjukkan tingkat produktivitas ternak sapi masih tergolong rendah, dimana calving interval cukup panjang (18 – 24 bulan), nilai S/C tinggi (2 - 4), bobot lahir rendah (15 – 18 kg) serta perubahan bobot badan induk 0,1-0,2 kg/ekor/hari. Namun dengan adanya pendampingan teknologi dapat memperbaiki kinerja produktivitas ternak sapi. 


Keywords


assistance; development; technology; beef cattle; productivity; pendampingan; pengembangan; teknologi; sapi potong; produktivitas

Full Text:

PDF
rticle

References


Badan Pusat Statistik Provinsi Papua. 2017. Papua dalam Angka. Papua: BPS Provinsi Papua.

Bamualim, A.M., dan Wirdahayati, R.B. 2002. Peternakan di Lahan Kering Nusa Tenggara. Nusa Tenggara Timur: Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Nusa Tenggara Timur, 1−120.

Bamualim, A.M., Trisnamurti, B., dan Thalib, C. 2008. Arah Penelitian Pengembangan Sapi Potong di Indonesia (hal. 4−12) dalam Amar, A.L., Husain, M.H., Kasim, K., Marsetyo, Duma, Y., Rusyantono, Y., Rusdin, Damry, dan Sundu, B (Ed). Pengembangan Sapi Potong untuk Mendukung Percepatan Pencapaian Swasembada Daging Sapi 2008−2010. Prosiding Seminar Nasional, Palu, 24 November 2008. Kerja Sama antara Universitas Tadulako, Sub Dinas Peternakan dan Dinas Pertanian Perkebunan dan Peternakan Sulawesi Tengah.

Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Papua. 2017. Laporan Tahunan Dinas Peternakan Provinsi Papua. Papua: Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Papua.

Diwyanto, K., Inouno, I., dan Priyanti A. 2009. Dampak Crossbreeding Terhadap Kinerja Reproduksi Sapi Potong di Indonesia. Pusat Penelitian dan Pengembangan Peternakan. Jakarta: Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian.

Diwyanto, K. 2015. Parameter Terukur Manajemen Perkawinan/Reproduksi Sapi dalam Pendampingan Integrasi Tanaman-Ternak. Koordinasi Pendampingan Integrasi Tanaman-Ternak Tanggal 25 Maret 2015. Bogor: Puslitbangnak Bogor.

Gunawan, D. P., dan Affandy, L. 1998. Sapi Bali: Potensi, Produktivitas, dan Nilai Ekonomi. Yogyakarta: Kanisius.

Hasan, A., A. Ako dan Sudirman. 1990. Fattening by Feedlot and Pasture Feedlot At Body Weight Gain of Bali Cattle. Prosiding Seminar Nasional Sapi Bali. Bali: Fakultas Peternakan Udayana.

Mersyah, R. 2005. Desain Sistem Budidaya Sapi Potong Berkelanjutan Untuk Mendukung Pelaksanaan Otonomi Daerah di Kabupaten Bengkulu Selatan. Disertasi. Sekolah Pascasarjana Institut Pertanian Bogor.

Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Kementerian Pertanian. 2010. Peraturan Menteri Pertanian: Pedoman Umum Perencanaan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. Jakarta: Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Kementerian Pertanian.

Retnani, Y., Kamesworo, S., Khotidjah, L., dan Saenab, A. 2010. Pemanfaatan Wafer Limbah Sayuran Pasar Untuk Ternak Domba. Prosiding Seminar Nasional Teknologi Peternakan dan Veteriner, 503−510. Pusat Penelitian dan Pengembangan Peternakan.

Sariubang, M., Ella, A., Nurhayu, A., Pasambe, D. 2002. Kajian Integrasi

Usaha Ternak Sapi Potong Dalam Sistem Usaha Pertanian di Sulawesi Selatan. Wartazoa, 12 (1), 24 − 28.

Tiro, B.M.W., Usman, dan Nurawaliah, S. 2016. Karakteristik dan Sistem Perkawinan Sapi Potong di Kabupaten Keerom, Papua. (Studi Kasus Peternak Sapi Potong di Distrik Arso Kabupaten Keerom). Prosiding Seminar Nasional Inovasi Teknologi Pertanian Spesifik Lokasi. Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian, Badan Litbang Pertanian.

Toelihere, M.R. 1981. Inseminasi Buatan Pada Ternak. Bandung: Angkasa.

Usman, B.M.W. Tiro, S. T., dan Bustami. 2016. Keragaan Usahaternak Sapi Potong Pada Kelompok Tani Sejahtera di Kabupaten Nabire, Papua.

Prosiding Seminar Nasional Membangun Pertanian Modern dan Inovatif Berkelanjutan dalam Rangka Mendukung MEA, 1127 – 1133.

Winugroho, M. 2002. Strategi Pemberian Pakan Tambahan untuk Memperbaiki Efisiensi Reproduksi Induk Sapi. Jurnal Litbang Pertanian, 21(1), 19 – 23.




DOI: https://doi.org/10.20961/sepa.v16i2.35421

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.