ANALISIS PENDAPATAN AGROINDUSTRI GULA KELAPA DI KECAMATAN TEMPULING KABUPATEN INDRAGIRI HILIR

Dhany Wibowo, Evy Maharani, Eliza Eliza

Abstract

Abstract: Indragiri Hilir districtis is one of the main coconut-producer districts with a total production of up to 359,397 tons in Riau Province. This study aims to analyze the profit of coconut sugar agro-industry producer. The study was conducted in Karya Tunas Jaya village, Tempuling sub-district, Indragiri Hilir district. This location was chosen due to this village has a lot of hybrid coconut plantations and which are still active in processing downstream coconut sugar industry. This research was conducted for 6 months. To answer the research objectives used income analysis and return to cost ratio. The results showed that to produce a coconut sugar had to go through a long process, starting from collecting raw materials to molding and cooling coconut sugar. The average total processing cost of coconut sugar producer was Rp. 3,960,040.86/month and coconut sugar agro-industry producer profit was Rp. 4,845,866.67. Furthermore, the R/C ratio index of palm sugar agro-industry producer was 1.23 with an average profit of Rp. 885,825.80.

 

Abstrak: Kabupaten Indragiri Hilir termasuk kabupaten penghasil kelapa peringkat pertama dengan jumlah produksi mencapai 359.397 ton di Provinsi Riau (BPS Provinsi Riau, 2018). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keuntungan pengrajin agroindustri gula kelapa. Penelitian dilakukan di Kecamatan Tempuling Kabupaten Indragiri Hilir dan dipilih Desa Karya Tunas Jaya. Pemilihan lokasi ini dilakukan dengan sengaja dengan pertimbangan bahwa di lokasi ini merupakan desa yang banyak terdapat perkebunan kelapa hibrida dan yang masih aktif dalam pengolahan industri hilir gula kelapa. Penlitian ini dilakukan selama 6 bulan. Untuk menjawab tujuan penelitian digunakan analisis keuntungan dan efisiensis usaha agroindustri gula kelapa. Hasil penelitian menunjukan untuk menghasilkan gula kelapa harus melalui proses yang panjang, proses tersebut mulai dari pengumpulan bahan baku sampai pencetakan dan pendinginan gula kelapa. Rata-rata total biaya pengolahan pengrajin gula kelapa sebesar Rp. 3.960.040,86/bulan dan diperoleh keuntungan pengrajin agroindustri gula kelapa Rp. 4.845.866,67. Selanjutnya indeks rasio R/C pelaku usaha agroindustri gula kelapa  sebesar 1,23 dengan rata rata keuntungan sebesar Rp  885.825,80. 

Keywords

coconut sugar; profit; agroindustry; gula kelapa; keuntungan; agroindustri

Full Text:

PDF

References

Badan Pusat Statistik. 2018. Luas Areal dan Produksi Kelapa Di Indragiri Hilir. Pekanbaru: Dinas Perkebunan Provinsi Riau.

Fransisdo, T.O. 2011. Analisis Pendapatan, Nilai Tambah dan Kelayakan Finansial Agroindustri Keripik Di Bandar Lampung. Skripsi. Bandar Lampung. Fakultas Pertanian Universitas Lampung.

Iryanti, D. 2011. Analisis Kinerja, Nilai Tambah dan Strategi Pengembangan Agroindustri Kecil Kelanting. Skripsi. Fakultas Pertanian Universitas Lampung. Bandar Lampung.

Mubyarto. 2003. Pengantar Ekonomi Pertanian. Jakarta: LP3ES.

Nasution. 2002. Pengembangan Lembaga Koperasi Pedesaan untuk Agroindustri. Bogor: IPB Press

Putri, R.N.E. 2010. Analisis Nilai Tambah, Kelayakan Finansial, dan Strategi Pengembangan Agroindustri Kopi Bubuk Organik Di Desa Gunung Terang Kecamatan Way Tenong Kabupaten Lampung Barat (Studi kasus pada Perusahaan Waroeng Organik). Skripsi. Fakultas Pertanian Universitas Lampung. Bandar Lampung.

Saragih, B. 2004. Membangun Pertanian Perspektif Agribisnis dalam Pertanian Mandiri. Jakarta: Penebar Swadaya.

Soehardjo, A. 2000. Sistem Agribisnis dan Agroindustri. Makalah Seminar. Bogor: MMA-IPB.

Soekartawi. 2005. Agroindustri dalam Perspektif Sosial Ekonomi. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada

Suratiyah, K. 2015. Ilmu Usahatani. Jakarta: Penebar Swadaya.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.