Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Tingkat Kelelahan pada Pekerjaan Berulang di Industri Manufaktur

Renny Septiari

Abstract

Pekerjaan yang dilakukan dengan duduk secara terus menerus dapat menyebabkan gangguan kesehatan yang lama kelamaan dapat menimbulkan ketidaknyamanan yang pada akhirnya timbul penyakit. Dari beberapa faktor yang mempengaruhi tingkat kelelahan yang ditentukan oleh posisi kerja yang dipengaruhi oleh shift kerja, beban kerja, dan lingkungan kerja fisik akan dianalisa faktor apakah yang paling berpengaruh terhadap pekerjaan pengepakan yang hanya dilakukan dengan duduk sepanjang waktu. Tujuan dari penelitian ini adalah analisis faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat kelelahan pada pekerjaan berulang yang dilakukan dengan duduk. Hasil analisa dengan bantuan program SmartPLS menunjukkan bahwa faktor yang  berpengaruh dari masing-masing variabel yang diujikan yaitu variabel shift kerja indikator yang berpengaruh adalah waktu kecepatan pengepakan shift sore, variabel beban kerja adalah denyut jantung dan variabel lingkungan kerja fisik adalah pencahayaan. Sedangkan variabel yang berpengaruh terhadap tingkat kelelahan adalah shift kerja yang berpengaruh positif dan signifikan.

Full Text:

PDF

References

Thorp, A., Dunstan, D., Clark, B., et al., “Stand up Australia: Sedentary Behaviour in Workers”. Docklands, Victoria, Australia: Medibank Private Limited, 2009.

Tremblay, M.S., Colley, R.C., Saunders, T.J., et al. “Physiological And Health Implications Of A Sedentary Lifestyle”. Applied Physiologi, Nutrition, and Metabolism Dec. 35(6):725-40, 2010.

Healy, G.N., Matthews, C.E., Dunstan, D.W., et al. “Sedentary time and cardio-metabolic biomarkers in US adults: NHANES 2003-06”. European Heart Journal March 32(5):590-7, 2011.

Duncan, M and Mummery, K. “Psychosocial and environmental factors associated with physical activity among city dwellers in regional Queensland". Preventive Medicine April 40(4):363-72,2005.

Straker Leon, and Mathiassen Svend Erik. “Increased physical work loads in modern work--a necessity for better health and performance?”. Ergonomics October 52(10):1215-25, 2009.

Hamilton, M.T., Healy, G.N., Dunstan, D.W., Zderic, T.W., and Owen, N. “Too little exercise and too much sitting: inactivity physiology and the need for new recommendations on sedentary behavior”. Curr. Cardiovasc. Risk Rep. 2(4): 292–298, 2008.

Jans MP, Propper Kl, Hildebrandt VH. “Sedentary Bahaviour in Dutch Workers, Difference between Occupations and Business Sectors”. AM J Prev Med, 33 450-454, 2007.

Fenety, A., Walker, J.M. “Short-term Effects of Workstation Exercise on Musculoskeletal Discomfort and Postural Changes in Seated Video Display Unit Workers”. Phys. Ther. 82 (6), 578-589, 2002.

McLean, I., Tingley, M., Scott, R.N., Rickards, J. “Computer Terminal Work and Benefit of Microbreaks”. Appl. Ergon. 32 (3), 225-237, 2001.

Callaghan, J.P., Gregory, D.E., Durkin, J.L. “Do NIRS Measures Relate to Subjective Low Back Discomfort During Sedentary Tasks?”. Int. J. Ind. Ergon. 40 (2), 165 – 170, 2010.

Nurmianto Eko. “Ergonomi, Konsep Dasar dan Aplikasinya”. Surabaya:Guna Widya, 2008.

Septiari,R., Pratikto, Santoso, Purnomo., Tama, Ishardita.. “The Influence of Combining Sitting and Standing Position in Plastic Glass Packaging”. Journal of Engineering Science and Technology vol.13, no.2; 373-380, 2018.

Roman-Liu, et al. “Quantitative Assessment Of Upper Limb Muscle Fatigue Depending On The Conditions Of Repetitive Task Load”. Journal of Electromyography and Kinesiology December 14(6):671-82, 2004.

Trougakos William P. “The Effect Wrist and Forearm Posture on Muscle Fatigue during a Repetitive Pinching Task”. York University, Toronto, Ontario, Canada, 2007.

Tarwaka dkk. “Ergonomi untuk kesehatan dan keselamatan kerja”. UBIBRA Press, 2004.

A.M. Sugeng Budiono. “Bunga Rampai Hiperkes dan Kesehatan Kerja”. Semarang : Badan Penerbit UNDIP, 2003.

Kuswadji, S. “Pengaturan Tidur Pekerja Shift (Tinjauan Pustaka)”. Ikatan Dokter Kesehatan Kerja Indonesia, Jakarta 1997.

Suma’mur. “Higiene Perusahaan dan Kesehatan Kerja”. Gunung Agung, Jakarta, 1994.

Hair, J, et al. “Multivariate Data Analysis”. Prentice Hall, Januari 2009.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.