Menggerakkan Culturepreneurship melalui Lokakarya Membatik Berdasarkan Relief Candi Merak dan Candi Sojiwan bagi Masyarakat di Sekitar Cagar Budaya

Arif Nur Setiawan, Muhammad Arif Jati Purnomo, Aris Setiawan, Manggar Sari Ayuati, Heri Mahardika, Ferry Ardiyanto, Yusri Damayanti, Heni Wijayati, Sardjiastuti Sardjiastuti, Jon Ariyanto, Theresiana Ani Larasati, Shinta Dwi Prasasti, Aprilia Widiasari, Joko Sulistyo, Riris Purbasari

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk menganalisis tingkat pemahaman peserta dan nilai kemanfaatan lokakarya membatik berdasarkan relief Candi Merak dan Candi Sojiwan bagi masyarakat Desa Karangnongko dan Desa Kebondalem Kidul, Kabupaten Klaten. Pengabdian kepada masyarakat ini didasari oleh rendahnya kesadaran masyarakat sekitar cagar budaya terhadap nilai historis, simbolik, dan potensi ekonomi Candi Merak dan Candi Sojiwan, serta masih terbatasnya semangat kewirausahaan berbasis budaya lokal. Kegiatan pengabdian yang dilaksanakan dalam bentuk lokakarya membatik berdasarkan relief Candi Merak dan Candi Sojiwan ini penting dikarenakan cagar budaya memiliki potensi strategis sebagai sumber pengembangan culturepreneurship yang berkelanjutan melalui integrasi pelestarian budaya dan ekonomi kreatif. Metode pengabdian meliputi penyampaian materi tentang cagar budaya dan culturepreneurship, pelatihan membatik tulis dan cap, pendampingan proses pewarnaan, evaluasi kegiatan, serta diseminasi hasil melalui peragaan busana dan pementasan kesenian. Hasil pengabdian menunjukkan peningkatan sekitar 31% dalam pemahaman peserta terhadap nilai cagar budaya, peningkatan sekitar 20% dalam keterampilan membatik, serta pembentukan kelompok pembatik lokal yang berpotensi menjadi penggerak culturepreneurship. Temuan ini menegaskan bahwa lokakarya berbasis warisan budaya efektif sebagai strategi pemberdayaan masyarakat dan relevan untuk dikembangkan sebagai model pengabdian berkelanjutan di kawasan cagar budaya.

 

Kata kunci: cagar budaya; Candi Merak; Candi Sojiwan; culturepreneurship; lokakarya membatik

References

Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah X. (2024). Laporan Studi Pengembangan Pola Hias Motif Batik Berdasarkan Relief Candi Merak dan Candi Sojiwan Kabupaten Klaten. Kementerian Kebudayaan.

Cahyadin, M., Kunto Adi, R., Hadi, R. F., & Setyowati, N. (2024). Optimalisasi Branding, Pemasaran Daring dan Kualitas Laporan Keuangan Usaha Batik Kalimasada dan Topeng Nyono. SEMAR (Jurnal Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Seni bagi Masyarakat), 13(2), 2745–4223. https://doi.org/https://doi.org/10.20961/semar.v13i2.88430

Dimaggio, Paul. (1982). Cultural entrepreneurship in nineteenth-century Boston: the creation of an organizational base for high culture in America. Media, Culture & Society, 4(1), 33–50. https://doi.org/10.1177/016344378200400104

Dobreva, N., & Ivanov, S. (2020). Cultural entrepreneurship: A review of the literature. Dalam Tourism and Management Studies (Vol. 16, Nomor 4, hlm. 23–34). University of Algarve. https://doi.org/10.18089/tms.2020.160402

Duxbury, N. (2021). Cultural Sustainability, Tourism and Development: (Re)articulations in Tourism Contexts (1st Edition). Routledge. https://doi.org/https://doi.org/10.4324/9780367201777

Ekowati, U., Kupang, U. M., & Utomo, S. S. (2019). Persepsi dan Partisipasi Masyarakat terhadap Peninggalan Situs Cagar Budaya Gua Jepang dan Upaya Pelestariannya. Jurnal Historia, 7. https://doi.org/http://dx.doi.org/10.24127/hj.v7i1.1901

Fareza, D. O., & Subianto, A. (2022). Partisipasi Masyarakat dalam Pelestarian Cagar Budaya di Kawasan Ampel Surabaya. Public Sphere Review, 1–7. https://doi.org/10.30649/psr.v1i2.30

Harjito, B., Kumara, D. D. A., Fitri, N. A., Aulia, A. R., Paradis, A. R., Widiyani, H. S., Pitaloka, P. A., Mettanadi, A. H., Saudia, N. K., & Fitriana, G. N. (2024). Pelatihan Batik Jumputan dan Sosisalisasi Strategi Pemasaran bagi Kelompok PKK di Desa Pojok. SEMAR (Jurnal Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Seni bagi Masyarakat), 13(2), 138–143. https://doi.org/https://doi.org/10.20961/semar.v13i2.72816

Herawati, E., Suranto, & Suratman. (2019). Pengembangan Motif Batik dan Diversifikasi Produk Kain Batik Anatomi. SEMAR (Jurnal Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Seni bagi Masyarakat), 8(1), 14–21. https://doi.org/https://doi.org/10.20961/semar.v8i1.40207

Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata. (2011). Undang-Undang Republik Indonesia nomor 11 tahun 2010 Tentang Cagar Budaya. Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata, Direktorat Jenderal Sejarah dan Purbakala. https://repositori.kemendikdasmen.go.id/3249/1/Undang-Undang%20Republik%20Indonesia%20Nomor%2011%20Tahun%202010%20Tentang%20Cagar%20Budaya%20%28%202011%20%29.pdf

Maziyah, S., Indrahti, S., & Alamsyah. (2022). Upaya Pemberdayaan Masyarakat Demak dengan Pelatihan Membatik Menggunakan Motif Lokal Demak. Jurnal Harmoni, 6, 98–102. https://doi.org/10.14710/hm.6.1.98-102

Pratt, A. C. (2008). Creative cities: the cultural industries and the creative class. Geografiska Annaler: Series B, Human Geography, 90(2), 107–117. https://doi.org/10.1111/j.1468-0467.2008.00281.x

Putranto, A., Revianur, A., Oktavia, S., Wijaya, C. I., Zein, Y. S., Puspitasari, I., Adilia, F., Sulistyo, M. Y., & Falah, J. N. (2022). Penggunaan Wahana Digital dalam Promosi dan Pemasaran Batik sebagai Kontekstualisasi Pelestarian Cagar Budaya. Bakti Budaya, 5(1), 25–39. https://doi.org/10.22146/bakti.4074

Saputro, W. H., & Sudibya. (2020). Pemberdayaan Pertanian dan Kerajinan Batik di Desa Donowarih Kecamatan Karangploso Kabupaten Malang. SEMAR (Jurnal Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Seni bagi Masyarakat), 9(2). https://doi.org/https://doi.org/10.20961/semar.v9i2.42581

Sektiadi, D., & Sri, N. (2018). Pemberdayaan Masyarakat di Sekitar Cagar Budaya Melalui Pameran Museum. Bakti Budaya (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat), 1(1), 56–64. https://doi.org/10.22146/bb.37920

Setya Dwi Jayanti, I., Huda Atma Dirgatama, C., Ibad, I., Kusumawardhani, A., Auliya Khadija, M., Kartikasari, H., & Ulin Ni, F. (2025). Transformasi Digital Keuangan UMKM Batik Masaran dalam Mendukung Pencapaian SDGs. SEMAR (Jurnal Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Seni bagi Masyarakat), 14(2), 2745–4223. https://doi.org/https://doi.org/10.20961/semar.v14i2.106564

Shye, S. (2008). Guttman scale. In Encyclopedia of survey research methods (Vol. 0, pp. 307-308). Sage Publications, Inc., https://doi.org/10.4135/9781412963947.n205

Sutopo, W., Fahma, F., Zakaria, R., Hisyam, M., Suletra, I. W., Priyandari, Y., Munifah, M., & Yuniaristanto, Y. (2023). Perancangan Checklist dan Workflow untuk Percepatan Proses Pemenuhan Persyaratan Sertifikasi SNI dan Penilaian Manfaat Ekonomi pada IKM Batik di Surakarta. SEMAR (Jurnal Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Seni bagi Masyarakat), 12(1), 15. https://doi.org/10.20961/semar.v12i1.55789

Throsby, D. (2000). Economics and Culture. Cambridge University Press. https://doi.org/DOI:10.1017/CBO9781107590106

UNESCO. (2011). Recommendation on the Historic Urban Landscape, including a glossary of definitions Preamble. https://whc.unesco.org/en/hul

UNESCO. (2013). Managing cultural world heritage. United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization. https://whc.unesco.org/en/managing-cultural-world-heritage

Utami, I. W. P., Jati, S. S. P., & Sapto, A. (2018). Relief Candi Kidal sebagai Inspirasi Pengembangan Motif Batik Khas Desa Kidal untuk Pemberdayaan Masyarakat. Jurnal Praksis dan Dadikasi Sosial, 1, 29–38. https://doi.org/https://dx.doi.org/10.17977/um032v0i0p30-39

Widodo, S. (2024). Peran Dan Partisipasi Masyarakat Dalam Pelestarian Dan Pengembangan Budaya. Berkala Arkeologi, 24(1), 65–71. https://doi.org/10.30883/jba.v24i1.895

Refbacks

  • There are currently no refbacks.