Pengembangan Potensi Umbul Nangsri sebagai Kawasan Wisata Berbasis Budaya dan Alam di Desa Lebak, Kecamatan Pracimantoro, Kabupaten Wonogiri

Tri Yuni Iswati, Yosafat Winarto, Ofita Purwani, Sri Yuliani, Dyah Susilowati Pradnya Paramita, Ana Hardana, Wiwik Setyaningsih, Bambang Triratma, Purwanto Setyo Nugroho

Abstract

Umbul Nangsri yang terletak di desa Lebak pada kawasan Karst Gunung Sewu di Kecamatan Pracimantoro Kabupaten Wonogiri memiliki potensi yang belum dikembangkan. Kawasan Karst Gunung Sewu sendiri telah ditetapkan sebagai Global Geopark oleh UNESCO sejak tahun 2015. Gunung Sewu diakui dunia memiliki artefak harmoni antara warisan geologi (geodiversity), keanekaragaman hayati (biodiversity), dan keragaman budaya (cultural diversity). Umbul Nangsri di kawasan Gunung Sewu merupakan sebuah telaga alami yang mata airnya tidak pernah berkurang bahkan di musim kemarau sekalipun. Keberadaan Umbul Nangsri di Desa Lebak merupakan potensi geologi dari karst Gunung Sewu serta kelestarian lingkungan hayati yang menjaga keberlanjutan sumber air hingga saat ini. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah upaya pendampingan masyarakat dalam melestarikan sumber daya alam hayati di desa Lebak secara berkelanjutan. Upaya dengan perencanaan pengembangan potensi Umbul Nangsri, agar keberadaannya mampu menjaga kelestarian lingkungan dan mensejahterakan masyarakat. Realisasi pendampingan dalam wujud penyusunan rencana induk pengembangan kawasan Umbul Nangsri.Metode penelitian dan pengabdian yang dilakukan dengan observasi dan pendampingan masyarakat di lapangan. Fenomena pada pengelolaan lingkungan, serta kehidupan sosial-budaya masyarakat desa Lebak dianalisis bersama dan disepakati solusi bagi kelestarian lingkungan dan pengembangan kesejahteraan masyarakat desa. Hasil dari kegiatan riset – pengabdian ini adalah rencana induk pengembangan Umbul Nangsri sebagai hasil kompromi antara pengambil kebijakan dan masyarakat desa. Umbul Nangri dikembangkan dengan fokus perencanaan pada konservasi lingkungan dan kawasan karst, pengembangan sosial-budaya masyarakat desa serta peningkatan kesejahteraan masyarakat desa.


Kata kunci : Umbul Nangsri; Pracimantoro;  wisata budaya; ekowisata

Full Text:

PDF

References

Abdul Khalim, & Yuke Hernawati Abdul Khalim dan Hernawati, Y., 2024, Partisipasi masyarakat dalam pengembangan pariwisata berkelanjutan di Kampung Arab Panjunan Kota Cirebon, ECo-Buss, Vol. 7, No. 1, hal. 435–447, https://doi.org/10.32877/eb.v7i1.1477

Belva, A. W., R. A. H., Setyaningsih, W., Nugroho, P. S., Hardiana, A., dan Purwani, O., 2021, Identifikasi potensi wisata Situs Gua Song Gilap di Pracimantoro, Wonogiri, Jawa Tengah, ARSITEKTURA, Vol. 19, No. 1, hal. 147, https://doi.org/10.20961/arst.v19i1.47060

BPS Kabupaten Wonogiri, 2021, Kemiskinan Kabupaten Wonogiri Tahun 2021, Badan Pusat Statistik Kabupaten Wonogiri, Wonogiri.

Dangi, T. dan Jamal, T., 2016, An integrated approach to sustainable community-based tourism, Sustainability, Vol. 8, No. 5, hal. 475, https://doi.org/10.3390/su8050475

Dhamayanti, C. A., 2023, Potensi warisan geologi di area Gunung Sewu Geopark sebagai pengembangan wisata berbasis edukasi di Indonesia, Jurnal Teknik Geologi: Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi, Vol. 6, No. 1, hal. 27, https://doi.org/10.30872/jtgeo.v6i1.12200

Fundeanu, D. D., 2015, Innovative regional cluster: model of tourism development, Procedia Economics and Finance, Vol. 23, hal. 744–749, https://doi.org/10.1016/S2212-5671(15)00501-8

Fundeanu, D. D. dan Badele, C. S., 2014, The impact of regional innovative clusters on competitiveness, Procedia – Social and Behavioral Sciences, Vol. 124, hal. 405–414, https://doi.org/10.1016/j.sbspro.2014.02.502

Hua, H. dan Wondirad, A., 2020, Tourism network in urban agglomerated destinations: implications for sustainable tourism destination development through a critical literature review, Sustainability, Vol. 13, No. 1, hal. 285, https://doi.org/10.3390/su13010285

Juma, L. O. dan Khademi-Vidra, A., 2019, Community-based tourism and sustainable development of rural regions in Kenya: perceptions of the citizenry, Sustainability, Vol. 11, No. 17, hal. 4733, https://doi.org/10.3390/su11174733

Nugraha, R. P., Fauzi, A., Rustiadi, E., dan Basuni, S., 2025, Quantifying the geopark contribution to the village development index using machine learning A deep learning approach: a case study in Gunung Sewu UNESCO Global Geopark, Indonesia, Sustainability, Vol. 17, No. 15, hal. 6707, https://doi.org/10.3390/su17156707

Putri, D. W., Purwani, O., dan Triratma, B., 2022, Kajian kelayakan kawasan arkeologi Lembah Bengawan Solo Purba di Pracimantoro sebagai wisata edukasi di Jawa Tengah, ARSITEKTURA, Vol. 20, No. 1, hal. 125, https://doi.org/10.20961/arst.v20i1.56335

Quaranta, G., Citro, E., dan Salvia, R., 2016, Economic and social sustainable synergies to promote innovations in rural tourism and local development, Sustainability, Vol. 8, No. 7, hal. 668, https://doi.org/10.3390/su8070668

Rohim, Khristianto, W., dan Oktawirani, P., 2025, Penguatan community-based tourism melalui peran strategis BUMDes dalam pengembangan desa wisata, E-SOSPOL, Vol. 12, No. 2, hal. 294–306, https://doi.org/10.19184/e-sospol.v12i2.53717

Sari, T. Y., Kurnia, H., Khasanah, I. L., dan Ningtyas, D. N., 2022, Membangun identitas lokal dalam era globalisasi untuk melestarikan budaya dan tradisi yang terancam punah, Academy of Social Science and Global Citizenship Journal, Vol. 2, No. 2, hal. 76–84, https://doi.org/10.47200/aossagcj.v2i2.1842

Shekhar, C., 2024, Sustainable tourism development: balancing economic growth and environmental conservation, SSRN Electronic Journal, https://doi.org/10.2139/ssrn.4901174

Wiratmoko, D., 2017, Situs Geopark Gunung Sewu Geo Area Pacitan sebagai sumber belajar ilmu-ilmu sosial, JIPSINDO, Vol. 4, No. 2, hal. 150, https://doi.org/10.21831/jipsindo.v4i2.17573

Refbacks

  • There are currently no refbacks.