FRAUD HEXAGON THEORY: MENGEKSPLORASI FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI KECURANGAN AKADEMIK DALAM PENGGUNAAN CHATGPT
Abstract
ABSTRACT
This study was motivated by the increasing use of Artificial Intelligence (AI), particularly ChatGPT, in academic activities, which has the potential to encourage academic dishonesty among university students. The purpose of this study was to examine the factors influencing students' academic dishonesty in the use of ChatGPT based on the Fraud Hexagon Theory. This study employed a quantitative method with a survey approach involving 156 respondents selected through proportionate random sampling. Data were collected using a Likert-scale questionnaire and analyzed using multiple linear regression with the assistance of SPSS. The relationship model between pressure, opportunity, rationalization, capability, arrogance, and collusion and academic dishonesty is expressed as Y = 2.006 + 0.164X₁ + 0.388X₂ + 0.092X₃ − 0.012X₄ + 0.124X₅ − 0.026X₆. The results showed that pressure (t = 2.275; sig. = 0.024) and opportunity (t = 5.227; sig. = 0.000) had a positive and significant effect on academic dishonesty in the use of ChatGPT. Meanwhile, rationalization (t = 1.457; sig. = 0.147), capability (t = -0.248; sig. = 0.804), arrogance (t = 1.841; sig. = 0.068), and collusion (t = -0.450; sig. = 0.650) did not have a significant effect on academic dishonesty in the use of ChatGPT. Simultaneously, all six variables of the fraud hexagon theory had a significant effect on academic dishonesty in the use of ChatGPT (F = 40.721; sig. = 0.000), with an adjusted coefficient of determination (adjusted R²) of 0.606.
Keywords: Academic Dishonesty, Fraud Hexagon Theory, ChatGPT.
ABSTRAK
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh maraknya penggunaan Artificial Intelligence berupa ChatGPT dalam kegiatan akademik yang berpotensi memicu tindak kecurangan di kalangan mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi faktor-faktor yang mempengaruhi kecurangan akademik mahasiswa dalam penggunaan ChatGPT berdasarkan fraud hexagon theory. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan survei, melibatkan 156 responden yang dipilih melalui teknik proportionate random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dengan skala Likert dan dianalisis melalui uji regresi linier ganda dengan bantuan SPSS. Model hubungan antara tekanan, kesempatan, rasionalisasi, kapabilitas, arogansi, dan kolusi dengan kecurangan akademik adalah Y = 2,006 + 0,164X₁ + 0,388X₂ + 0,092X₃ − 0,012X₄ + 0,124X₅ − 0,026X₆. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tekanan (t = 2,275; sig = 0,024) dan kesempatan (t = 5,227; sig = 0,000) berpengaruh positif dan signifikan terhadap kecurangan akademik dalam penggunaan ChatGPT. Sedangkan rasionalisasi (t = 1,457; sig = 0,147) , kapabilitas (t = -0,248; sig = 0,804), arogansi (t = 1,841; sig = 0,068) dan kolusi (t = -0,450; sig = 0,650) tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap kecurangan akademik dalam penggunaan ChatGPT. Secara simultan, keenam variabel fraud hexagon memiliki pengaruh yang signifikan (F = 40,721; sig = 0,000) dengan nilai koefisien determinasi yang disesuaikan (adjusted R²) sebesar 0,606.
Kata Kunci: Kecurangan Akademik, Teori Fraud Hexagon, ChatGPT.
Full Text:
PDFDOI: https://doi.org/10.20961/jppak.v7i2.128353
Refbacks
- There are currently no refbacks.

|
2.png)



4.png)



