HUBUNGAN STATUS GIZI DAN ANEMIA DENGAN PRESTASI BELAJAR REMAJA PUTRI KELAS 2 SEKOLAH MENENGAH TINGKAT PERTAMA (Studi Kasus di SMP Negeri 3 dan SMP Negeri 7 Surakarta)

Endang Widhiyastuti, Diffah Hanim, Sugiarto Sugiarto

Sari

Pendahuluan: Status gizi dan anemia adalah faktor yang berpengaruh terhadap perkembangan otak. Kerusakan otak akibat kekurangan gizi menyebabkan gangguan kognitif, perkembangan IQ terhambat dan kemampuan belajar terganggu yang selanjutnya berpengaruh pada prestasi belajar. Tujuan ini untuk menganalisis hubungan status gizi dan anemia dengan prestasi belajar remaja putri kelas dua pada sekolah menengah tingkat pertama.

Metode penelitian: Jenis penelitian ini observasional analitik dengan pendekatan cross sectional.  Populasi seluruh remaja putri kelas dua SMP Negeri 3 dan SMP Negeri 7 Surakarta semester genap tahun ajaran 2014/2015, berusia 13-15 tahun. Subjek berjumlah 120 yang diambil secara simple random sampling. Data diperoleh melalui kuesioner, status gizi diukur dengan IMT/U. Anemia diukur dengan kadar Hb menggunakan metode cyanmethemoglobin. Prestasi belajar diukur dari nilai rata-rata ujian akhir semester. Data diolah dengan menggunakan analisis bivariat (Spearman’s Correlation dan Pearson Correlation) dan multivariat menggunakan regresi linier berganda, bermakna bila p<0,05.

Hasil : Status gizi remaja termasuk sangat kurus 8%, kurus 10%, normal 86,7% dan gemuk 2,5% dengan rerata -0,21. Kejadian anemia ringan 10% dan normal 90% dengan rerata 13,55. Prestasi belajar nilai mata pelajaran Pendidikan Agama 85,05, Pendidikan Kewarganegaraan 86,18, Bahasa Indonesia 82,36, Bahasa Inggris 68,51, Matematika 67,96, Ilmu Pengetahuan Alam 72,50, Ilmu Pengetahuan Sosial 77,27, Seni Budaya 76,14, Pendidikan Jasmani 80,33, Teknologi Informasi dan Komunikasi 78,91, Bahasa Jawa 72,54. Analisis bivariat menunjukkan status gizi memiliki hubungan positif bermakna terhadap prestasi belajar nilai mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (r=-0,201;p=0,027). Anemia memiliki  hubungan positif bermakna terhadap prestasi belajar nilai mata pelajaran matematika (r=0,212;p=0,020) dan Teknologi Informasi dan Komunikasi (r=0,190;p=0,038). Analisis multivariat menunjukkan tidak ada hubungan antara status gizi dengan prestasi mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial. Namun terdapat hubungan antara anemia dengan prestasi belajar nilai mata pelajaran matematika (p=0,029) dan Teknologi Informasi dan Komunikasi (p=0,024).

Kesimpulan : Ada hubungan yang bermakna antara status gizi dengan prestasi belajar nilai mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial. Ada hubungan yang bermakna antara anemia dengan prestasi belajar nilai mata pelajaran matematika. Ada hubungan yang bermakna antara status gizi dan anemia dengan nilai mata pelajaran matematika dan Teknologi Informasi dan Komunikasi. Tidak ada hubungan yang bermakna antara status gizi dan anemia dengan nilai mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial.

 

Kata Kunci : status gizi, anemia, prestasi belajar, remaja putri

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.