Tingkat Kesesuaian Kampung Wisata terhadap Konsep Creative Tourism: Studi Kasus Kampung Batik Kauman, Kota Surakarta
Abstract
Semakin tingginya keinginan wisatawan untuk terlibat aktif dalam kegiatan wisata pada destinasi wisata yang dikunjungi mendorong setiap daerah untuk mengembangkan pariwisata dengan mengusung konsep creative tourism. Creative tourism berfokus mengembangkan potensi kreativitas individu melalui kegiatan pengalaman belajar dan pelatihan pada destinasi wisata. Kota Surakarta dikenal sebagai kota budaya yang termasuk ke dalam Destinasi Pariwisata Nasional (DPN) berdasarkan Peraturan Pemerintah nomor 50 tahun 2011. Destinasi wisata di Kota Surakarta yang telah ditetapkan sebagai cagar budaya akan dikembangkan menjadi pariwisata dengan konsep creative tourism, salah satunya adalah Kampung Batik Kauman. Tingginya keistimewaan dan potensi pariwisata budaya yang dimiliki oleh Kampung Batik Kauman mampu mendongkrak pariwisata di Kota Surakarta. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kesesuaian Kampung Batik Kauman terhadap konsep creative tourism dengan menggunakan analisis skoring dan metode deskriptif kuantitatif. Terdapat enam komponen yang dikaji dalam penelitian ini, yaitu komponen people, komponen network, komponen activity, komponen place, dan komponen product. Pengambilan data dilakukan melalui observasi lapangan, studi literatur, wawancara dan penyebaran kuesioner kepada pelaku industri, masyarakat dan wisatawan. Hasil penelitian menunjukkan hasil bahwa tingkat kesesuaian Kampung Batik Kauman Kota Surakarta mendapatkan skor 83,33% yang artinya sangat sesuai dengan penerapan konsep creative tourism.
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Akdemir, H., José, J. M. S. de S., & Gonçalves, A. R. (2023). Empirical Research on Creative Tourism: A Systematic Review. Journal of Tourism & Development, 41, 531–550. https://doi.org/10.34624/rtd.v41i0.30537
Benhaida, S., & Safaa, L. (2024). Creative Tourism: Two Decades of Conceptual Evolution and Characterization. Administrative Sciences, 14(8), 1–30. https://doi.org/10.3390/admsci14080172
Departemen Perdagangan Republik Indonesia. (2007). Studi Industri Kreatif Indonesia 2007 Bagian I. Departemen Perdagangan Republik Indonesia.
Ginting, G., Dewi, I. J., Maesaroh, I., & Maria, M. (2023). Development Concept and Strategy for Creative Tourism of Community-Based Tourism Destinations in Yogyakarta. Ilomata International Journal of Management, 4(1), 58–72. https://doi.org/10.52728/ijjm.v4i1.637
Gursoy, D., & Rutherford, D. G. (2004). Host Attitudes Toward Tourism: An Improved Structural Model. Annals of Tourism Research, 31(3), 495–516. https://doi.org/10.1016/j.annals.2003.08.008
Hadiwijoyo, S. S. (2012). Perencanaan Pariwisata Perdesaan Berbasis Masyarakat: Sebuah Pendekatan Konsep. Graha Ilmu.
Hermantoro, H. (2011). Creative-Based Tourism : dari Wisata Rekreatif Menuju Wisata Kreatif. Aditri: Cinere Depok.
Istoc, E.-M. (2012). Urban Cultural Tourism and Sustainable Development. International Journal for Responsible Tourism, 1(1), 38–56.
Kotler, P., & Keller, K. L. (2021). Marketing Management. Pearson.
Kuncoro, M. (2004). Otonomi Daerah dan Pembangunan Daerah: Reformasi, Perencanaan, Strategi, dan Peluang. Erlangga.
Moleiro, D. (2023). Creative Tourism Research: from a Critical Review of the Literature to Future Research Opportunities. Journal of Tourism & Development Development, 41, 247–262.
Musikyan, S. (2016). The Influence of Creative Tourism on Sustainable Development of Tourism and Reduction of Seasonality–Case Study of Óbidos. Instituto Politecnico de Leiria.
Nawangsih. (2017). Nilai Kearifan Lokal Kawasan Wisata Menggunakan Pendekatangreen Marketing Berbasis Masyarakat. WIGA: Jurnal Penelitian Ilmu Ekonomi, 7(1), 57–65.
Pearce, D. G. (2015). Destination Management in New Zealand: Structures and Functions. Journal of Destination Marketing & Management, 4(1), 1–12. https://doi.org/10.1016/j.jdmm.2014.12.001
Putra, A. M. (2012). Konsep Desa Wisata. Jurnal Manajemen Dan Pariwisata II, 5(1).
Ratriningsih, D. (2017). Arahan Penataan Kampung Tradisional Wisata Batik Kauman Surakarta. INERSIA, 13(2), 116–128. https://doi.org/10.21831/inersia.v13i2.17175
Resmawa, I. N., & Masruroh, S. (2019). Konsep dan Strategi Pengembangan Creative Tourism pada Kampung Parikan Surabaya. IKRAITH-HUMANIORA, 3(2), 25–30.
Richards, G. (2011). Creativity and tourism: the State of the Art. Annals of Tourism Research, 38(4), 1225–1253. https://doi.org/10.1016/j.annals.2011.07.008
Richards, G., & Raymond, C. (2000). Creative Tourism. ATLAS News, 23(8), 16–20. https://doi.org/10.17605/OSF.IO/YWEG7
Richards, G., & Wilson, J. (2006). Developing Creativity in Tourist Experiences: A Solution to The Serial Reproduction of Culture? Tourism Management, 27(6), 1209–1223. https://doi.org/10.1016/j.tourman.2005.06.002
Sharma, I., Lim, W. M., & Aggarwal, A. (2025). Creative Tourism: Reviewing the Past and Charting the Future. Benchmarking: An International Journal, 32(11), 109–149. https://doi.org/10.1108/BIJ-11-2023-0787
Suhartanto, D., Brien, A., Primiana, I., Wibisono, N., & Triyuni, N. N. (2020). Tourist Loyalty in Creative Tourism: the Role of Experience Quality, Value, Satisfaction, and Motivation. Current Issues in Tourism, 23(7), 867–879. https://doi.org/10.1080/13683500.2019.1568400
Tiaranisa, & Priyatmono, A. F. (2022). Penataan Kampung Kauman Surakarta Berbasis Wisata Kreatif. Universitas Muhammadiyah Surakarta.
Wisudawati, N. N. S., Sari, P. R. J., & Widhiasthini, N. W. (2023). Mapping the Potential Creative Tourism Based Community to Build Creative Experience in Gianyar Regency. Jurnal Antropologi: Isu-Isu Sosial Budaya, 25(2), 251–257. https://doi.org/10.25077/jantro.v25.n2.p252-257.2023
Zadel, Z., & Rudan, E. (2019). In the Search for New Experinces - the Way to Creative Tourism Development. International Journal of Euro-Mediterranean Studies, 12(2), 3–20.
Refbacks
- There are currently no refbacks.











