Evaluasi Efektivitas Program Penataan Permukiman Kumuh: Studi Kasus RW 1 Kelurahan Mojo, Kota Surakarta
Abstract
Permukiman kumuh merupakan salah satu tantangan utama dalam pembangunan perkotaan di Indonesia. Kota Surakarta merupakan salah satu kota yang memiliki permasalahan permukiman kumuh. Melihat permasalahan tersebut, Pemerintah Kota Surakarta menyusun rencana dan program penataan permukiman kumuh. RW 1 Kelurahan Mojo, Kecamatan Pasar Kliwon, menjadi prioritas dan percontohan penanganan permukiman kumuh dengan pola penyediaan tanah dan permukiman kembali. Program penataan permukiman kumuh di RW 1 Kelurahan Mojo dilaksanakan pada tahun 2018 hingga selesai pada tahun 2022. Namun pasca pelaksanaan program penataan permukiman kumuh, masih terdapat permasalahan, seperti kepastian legalitas lahan yang masih milik Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo, minimnya fasilitas pembuangan sampah yang mengakibatkan tumpukan sampah, serta kejadian banjir yang cukup parah. Perlu adanya evaluasi pasca pelaksanaan untuk melihat efektivitas pencapaian program apakah mencapai tujuan dan mampu mengatasi masalah yang ingin dipecahkan. Evaluasi efektivitas berkenaan dengan apakah sebuah kebijakan atau program telah mencapai hasil yang diharapkan (tujuan). Dalam hal ini, Program Penataan Permukiman Kumuh di RW 1 Kelurahan Mojo memiliki tujuan mewujudkan permukiman yang layak huni. Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan menggunakan analisis skoring. Hasil penelitian menunjukkan program penataan permukiman kumuh di RW 1 Kelurahan Mojo dinilai efektif dalam mencapai tujuan program penataan permukiman kumuh, yaitu permukiman yang layak huni. Namun, masih terdapat beberapa indikator yang dinilai tidak efektif dalam mencapai tujuan program, yaitu terkait legalitas lahan, luas kaveling tanah hunian, dan jaringan jalan lingkungan.
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Araujo, C. M., Astuti, W., & Yudana, G. (2023). Faktor penyebab permukiman kumuh di Kawasan Semanggi, Kota Surakarta. Desa-Kota: Jurnal Perencanaan Wilayah, Kota, dan Permukiman, 5(2), 155–169. https://doi.org/10.20961/desa-kota.v5i2.73074.155-169.
Arifin, C., Muhibuddin, A., & Bahri, S. (2022). Evaluasi program KOTAKU dalam penanganan kumuh Kota Parepare: Studi kasus Kelurahan Ujung Lare Kecamatan Soreang. Urban and Regional Studies Journal, 5(1), 28–43. https://doi.org/10.35965/ursj.v5i1.1965
Badan Standardisasi Nasional. (2004). Tata Cara Perencanaan Lingkungan Perumahan di Perkotaan (SNI 03-1733-2004). Badan Standardisasi Nasional.
Dewi, F. R., Barus, Y. Y., Nursyifa, F. I., Kinasih, A. A., Nareswari, A., & Sarwadi, A. (2024). Enhancing sustainability through slum settlement upgrading: A case study at Kampung Mojo, Surakarta. BESt: Journal of Built Environment Studies, 5(2), 11–18.
Dunn, William N. (2003). Pengantar Analisis Kebijakan Pulblik. UGM Press.
Fischer, F., Miller, G. J. & Sidney, M. S. (2015). Handbook Analisis Kebijkan Publik Teori, Politik, dan Metode. Nusa Media.
Handayani, K. N., Murtyas, S., Wijayanta, A. T., & Hagishima, A. (2024). Thermal comfort challenges in home-based enterprises: A field study from Surakarta's urban low-cost housing in a tropical climate. Sustainability, 16(16), Article 6838. https://doi.org/10.3390/su16166838
Hawa, N. I., Antriyandarti, E., Martono, D. N., & Maulana, R. A. (2023). Improvement of environmental, social, and cultural attributes in the slum settlements on the riverbanks of Yogyakarta City under the Sultan's rule. Sustainability, 15(11), Article 8974. https://doi.org/10.3390/su15118974
Kementerian Negara Perumahan Rakyat. (2008). Peraturan Menteri Negara Perumahan Rakyat Nomor 22/Permen/m/2008 Tahun 2008 tentang Standar Pelayanan Minimal Bidang Perumahan Rakyat Daerah Provinsi dan Daerah Kabupaten/Kota. Kementerian Negara Perumahan Rakyat.
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. (2018). Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Nomor 14/PRT/M/2018 Tahun 2018 tentang Pencegahan dan Peningkatan Kualitas Terhadap Perumahan Kumuh dan Permukiman Kumuh. Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. (2016). Surat Edaran Nomor 40/SE/DC/2016 tentang Pedoman Umum Program Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU). Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.
Meilasari-Sugiana, A., Sari, D. A. P., & Anggraini, R. (2018). Housing and resettlement of Jakarta's urban poor: Case study of Kampung Pulo's slum revitalisation in Jakarta, Indonesia. Human Geographies – Journal of Studies and Research in Human Geography, 12(2), 192–207. https://doi.org/10.5719/hgeo.2018.122.4
Meutia, I. F. (2017). Analisis Kebijakan Publik. AURA (CV Anugrah Utama Raharja).
Murtyas, S., Minami, Y., Handayani, K. N., & Hagishima, A. (2023). Assessment of mould risk in low-cost residential buildings in urban slum districts of Surakarta City, Indonesia. Buildings, 13(5), Article 1333. https://doi.org/10.3390/buildings13051333
Nurdiansyah, A. (2018). Urban slum upgrading policy in Jakarta (Case study: Kampung Deret Program implementation). The Indonesian Journal of Planning and Development, 3(1), 19–31. https://doi.org/10.14710/ijpd.3.1.19-31
Pemerintah Republik Indonesia. (2006). Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 39 Tahun 2006 tentang Tata Cara Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan. Pemerintah Republik Indonesia.
Purbosari, A. & Hendarto, R. M. 2012. Analisis Faktor-faktor yang Mempengaruhi Keputusan Bertempat Tinggal di Kota Bekasi bagi Penduduk Migran Berpenghasilan Rendah yang Bekerja di Kota Jakarta. Diponegoro Journal of Economic, 1(1), 1-15.
Septanaya, I. D. M. F., Rahmawati, D., Navitas, P., & Stefanugroho, P. K. (2020). What sets it apart from the rest? Investigating the national slum upgrading program, KOTAKU, in Surabaya. IOP Conference Series: Earth and Environmental Science, 562(1), Article 012031. https://doi.org/10.1088/1755-1315/562/1/012031
Susilowati, D. T., Rochwulaningsih, Y., & Rinardi, H. (2020). The implementation of the Kampung Improvement Program in Semarang: Some obstacles and impacts. Indonesian Historical Studies, 4(2), 170–185. https://doi.org/10.14710/ihis.v4i2.8951
Sugiyono. (2013). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan Tindakan. Alfabeta.
Ulum, I. (2008). Akuntansi Sektor Publik. UMM Press.
Urfanisa, D., Kazama, S., & Takizawa, S. (2022). Evaluation of a slum upgrading program for improvement of water supply in Bandung City, Indonesia. Water, 14(19), Article 3025. https://doi.org/10.3390/w14193025
Winarso, H. (2022). Slum-upgrading through physical or socio-economic improvement? Lessons from Bandung, Indonesia. Journal of Housing and the Built Environment, 37(2), 863–887. https://doi.org/10.1007/s10901-021-09859-4
Yustiani, R. P., Prasetyanti, R., & Rosidanti, H. S. (2021). Penataan permukiman kumuh terintegrasi di Kota Semarang. The Indonesian Journal of Public Administration, 7(1), 55–75. https://doi.org/10.52447/ijpa.v7i1.4650
Zubaidah, S., Widianingsih, I., Rusli, B., & Saefullah, A. D. (2023). Policy network on the KOTAKU program in the Global South: Findings from Palembang, Indonesia. Sustainability, 15(6), Article 4784. https://doi.org/10.3390/su15064784
Refbacks
- There are currently no refbacks.











