Faktor Prioritas dalam Penentuan Lokasi Food Center di Purbalingga

Melita Agustine Mega Puspita, Murtanti Jani Rahayu, Rizon Pamardhi Utomo

Abstract

Keberadaan pedagang kaki lima di Kabupaten Purbalingga semakin meningkat tiap tahunnya dan memberikan dampak negatif karena menempati ruang publik secara sporadis, khususnya di Kawasan Alun-alun Kabupaten Purbalingga dan Gelanggang Olah Raga (GOR)Goentoer Darjono. Permasalahan tersebut ditindaklanjuti oleh Pemerintah Kabupaten Purbalingga dengan membangun Purbalingga Food Center sebagai lokasi relokasi bagi Pedagang Kaki Lima (PKL) tetapi pembangunan tersebut bukan tanpa masalah. Pemilihan Purbalingga Food Center sebagai lokasi relokasi PKL menimbulkan perbedaan pandangan dari berbagai pihak. Pemerintah berupaya memilih lokasi Purbalingga Food Center berdasarkan pertimbangan potensi lahan milik pemerintah  yang dapat mewadahi PKL dan dekat dengan pusat kota. PKL mengeluhkan lokasi tersebut kurang potensial untuk mendatangkan konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor prioritas pemilihan lokasi Purbalingga Food Center sebagai lokasi relokasi PKL berdasarkan persepsi stakeholder. Penelitian menggunakan pendekatan deduktif dengan teknik analisis Analytical Hierarchy Process (AHP) untuk mengetahui faktor-faktor prioritas yang mempengaruhi pemilihan lokasi Purbalingga Food Center. Hasil analisis mengungkapkan bahwa prioritas faktor-faktor yang mempengaruhi pemilihan lokasi Purbalingga Food Center sebagai lokasi relokasi PKL menurut stakeholder terfokus pada tujuh faktor prioritas, yaitu rencana dan kebijakan pengembangan kota, lahan milik pemerintah, peraturan zonasi kegiatan PKL, kedekatan dengan aktivitas utama, fasilitas listrik, fasilitas air bersih, serta kemudahan lokasi untuk dilihat dengan jelas (visibilitas). 

Keywords

AHP; faktor pemilihan lokasi; Pedagang Kaki Lima; relokasi

Full Text:

PDF

References

Andrian, R. B., & Rukmi, W. I. (2023). Karakteristik Aktivitas Pedagang Kaki Lima di Kawasan Segitiga Jatinegara Jalan Matraman Raya–Jalan Bekasi Barat. Planning for Urban Region and Environment, 12(2), 247–256. Diakses dari: https://purejournal.ub.ac.id/index.php/pure/article/view/536/424

Botelho, M. N. (2022). Analyzing the AHP Priority Vectors : Going Beyond Inconsistency Indexes. International Journal of the Analytic Hierarchy Process, 14(2), 1–19. https://doi.org/10.13033/IJAHP.V14I2.922

Demas, K. L. A. M., & Dewanti, A. N. (2021). Analisis Faktor-Faktor yang Berpengaruh Dalam Pemilihan Lokasi Relokasi Pedagang Kaki Lima di Kawasan Pasar Pagi, Kota Samarinda. Jurnal RUANG, 7(2), 96–104. Diakses dari: https://ejournal2.undip.ac.id/index.php/ruang/article/view/11852

Fitriyani, S., Murni, T., & Warsono, S. (2019). Pemilihan Lokasi Usaha dan Pengaruhnya Terhadap Keberhasilan Usaha Jasa Berskala Mikro dan Kecil. Management Insight, 13(1), 47–58. https://doi.org/10.33369/insight.13.1.47-58

Hamdan, A., Witjaksono, A., & Setiyawan, A. (2017). Penentuan Lokasi Relokasi Pedagang Kaki Lima Dengan Komparasi Lokasi Di Kawasan Alun-Alun Kota Batu. Jurnal Teknik Sipil Dan Perencanaan. Kota Malang: Institut Teknologi Nasional Malang. Diakses dari: https://docplayer.info/137438879-Penentuan-lokasi-relokasi-pedagang-kaki-lima-menurut-preferensi-pedagang-dengan-komparasi-lokasi-di-kawasan-alun-alun-kota-batu.html

Hamdi. (2011). Konsep Perencanaan dan Pengembangan Ruang Bagi Pedagang Kaki Lima Jalan Sabang, Kebon Sirih, Jakarta Pusat. Jurnal Planesa, 2(2), 163–173. Diakses dari: https://ejurnal.esaunggul.ac.id/index.php/planesa/article/download/552/514

Hart, K. (1973). Informal Income Urban Ghana Opportunities and. Journal of Modern African Studies, 11(1), 61–89. Diakses dari: https://www.jstor.org/stable/159873

Haryanti, D. T. (2008). Kajian Pola Pemanfaatan Ruang Terbuka Publik Kawasan Bundaran Simpang Lima Semarang (Universitas Diponegoro). Universitas Diponegoro. Diakses dari: http://eprints.undip.ac.id/17085/

Irawan, H. (2002). 10 Prinsip Kepuasan Pelanggan. Jakarta: Elex Media Komputindo. Diakses dari: https://onesearch.id/Record/IOS2757.slims-14712/TOC

Latifah, A. (2016). Karakteristik Pedagang Kaki Lima Makanan Siap Saji di Tempat di Kawasan Pendidikan Tinggi Jebres Berdasarkan Faktor Lokasi (Universitas Sebelas Maret). Universitas Sebelas Maret. Diakses dari: https://digilib.uns.ac.id/dokumen/download/52919/MjI1MzAw/Karakteristik-Pedagang-Kaki-Lima-Makanan-Siap-Saji-di-Tempat-di-Kawasan-Pendidikan-Tinggi-Jebres-Berdasarkan-Faktor-Lokasi-abstrak.pdf

Mahayati, P. (2022). Faktor Prioritas Kesiapan Penanganan Permukiman Kumuh (Studi Kasus Kawasan Bantaran Kali Anyar) (Universitas Sebelas Maret). Universitas Sebelas Maret. Diakses dari: https://digilib.uns.ac.id/dokumen/download/94388/NTUyNDY5/Faktor-Prioritas-Kesiapan-Penanganan-Permukiman-Kumuh-Studi-Kasus-Kawasan-Bantaran-Kali-Anyar-abstrak.pdf

Manning, C., & Effendi, T. N. (1996). Urbanisasi, Pengangguran, dan Sektor Informal di Kota. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia. Diakses dari: https://onesearch.id/Record/IOS3187.INLIS000000000015670

McGee, T. G., & Yeung, Y. M. (1977). Hawkers in Southeast Asian Cities : Planning for the Bazaar Economy. Ottawa: Ottawa International Development Research Center. Diakses dari: https://onesearch.id/Record/IOS3765.SULSE000000000069431

Mulyadi. (2017). Ekonomi Sumber Daya Manusia: dalam Perspektif Pembangunan. Jakarta: Rajawali Press. Diakses dari: https://opac.perpusnas.go.id/DetailOpac.aspx?id=1137470

Mustafa, A. A. (2008a). Model Transformasi Sosial Sektor Informal. Kota Malang: In-Trans Publishing. Diakses dari: https://onesearch.id/Record/IOS12528.ai:slims-22010

Mustafa, A. A. (2008b). Transformasi Sosial Masyarakat Marginal. Kota Malang: Inspire. Diakses dari: https://onesearch.id/Record/IOS3605.JATEN-01110000002376

Novelia, A. S., & Sardjito. (2015). Kriteria Penentuan Lokasi Pedagang Kaki Lima Berdasarkan Preferensi Pedagangnya di Kawasan Perkotaan Sidoarjo. Jurnal Teknik ITS, 4(1), C-28-C–32. Diakses dari: https://ejurnal.its.ac.id/index.php/teknik/article/download/8981/2116

Permadi, G. (2007). Pedagang Kaki Lima: Riwayatmu Dulu, Nasibmu Kini! Jakarta: Yudhistira. Diakses dari: https://onesearch.id/Record/IOS2862.UNMAL000000000034101

Rahayu, M. J. (2020). Stabilisasi Pedagang Kaki Lima di Ruang Publik Kota Surakarta: Strategi Informalitas Perkotaan yang Berkeadilan. Medan: Yayasan Kita Menulis. Diakses dari: https://kitamenulis.id/2020/09/16/stabilisasi-pedagang-kaki-lima-di-ruang-publik-kota-surakarta-strategi-informalitas-perkotaan-yang-berkeadilan/

Rahayu, M. J., Werdiningtyas, R. R., & Musyawaroh. (2013). Stabilisasi Sebagai Bentuk Penataan PKL Makanan Siap Saji di Kota Surakarta. Jurnal Tataloka, 15(1), 39–52. https://doi.org/10.14710/tataloka.15.1.39-52

Rahayu, M. J., & Widyastuti, S. (2021). Dampak Kebijakan Pemerintah Daerah dalam Pengelolaan PKL di Kota Jakarta, Bandung dan Surabaya. Jurnal Tataloka, 23(2), 201–211. https://doi.org/10.14710/tataloka.23.2.201-211

Reed, M. S., Graves, A., Dandy, N., Posthumus, H., Hubacek, K., Morris, J., … Stringer, L. C. (2009). Who’s in and Why? aTypology of Stakeholder Analysis Methods for Natural Resource Management. Journal of Environmental Management, 90(5), 1933–1949. https://doi.org/10.1016/j.jenvman.2009.01.001

Saaty, T. L. (2008). Decision Making with the Analytic Hierarchy Process. International Journal Services Sciences, 1(1), 83–98. Diakses dari: https://www.rafikulislam.com/uploads/resourses/197245512559a37aadea6d.pdf

Sari, A. P. (2003). Studi Aspek yang Diprioritaskan pada Faktor Ekonomi, Sosial, dan Fisik dalam Penentuan Lokasi Pedagang Kaki Lima di Kota Mataram (Universitas Diponegoro). Universitas Diponegoro. Diakses dari: http://eprints.undip.ac.id/14859/1/2003MTPK2421.pdf

Sastrawan, I. W., Haris, I. A., & Suwena, K. R. (2015). Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pemilihan Lokasi Usaha Pedagang Kaki Lima di Pantai Penimbangan Kecamatan Buleleng, Kabupaten Buleleng. Jurnal Pendidikan Ekonomi UNDIKSHA, 5(1). https://doi.org/10.23887/jjpe.v5i1.5084

Shirvani, H. (1985). The Urban Design Process. New York: Van Nostrand Reinhold Company. Diakses dari: https://books.google.com/books/about/The_Urban_Design_Process.html?hl=id&id=CEdPAAAAMAAJ

Singer, H., & Ozsahin, S. (2018). Employing an Analytic Hierarchy Process to Prioritize Factors Influencing Surfaceroughness of Wood and Wood-Based Materials in the Sawing Process. Turkish Journal of Agriculture and Forestry Volume, 42(5), 364–371. https://doi.org/10.3906/tar-1801-138

Surya, O. L. (2006). Kajian Karakteristik Berlokasi Pedagang Kaki Lima di Kawasan Sekitar Fasilitas Kesehatan (Studi Kasus: Rumah Sakit dr. Kariadi Kota Semarang) (Universitas Diponegoro). Universitas Diponegoro. Diakses dari: http://eprints.undip.ac.id/4177/

Suryani, Y. (2015). Teori Lokasi dalam Penentuan Pembangunan Lokasi Pasar Tradisional (Telaah Studi Literatur). Padang. Diakses dari: http://fe.unp.ac.id/sites/default/files/unggahan/3. Yosi Suryani (hal 152-163)_0.pdf

Susilo, A. (2011). Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pedagang Kaki Lima Menempati Bahu Jalan di Kota Bogor (Studi Kasus Pedagang Sembako di Jalan Dewi Sartika Utara) (Universitas Indonesia). Universitas Indonesia. Diakses dari: https://lib.ui.ac.id/file?file=digital/20295630-T29915-Faktor-faktor.pdf

Suyanto, B., & Karnaji. (2005). Kemiskinan dan Kesenjangan Sosial: Ketika Pembangunan Tak Berpihak Kepada Rakyat Miskin. Surabaya: Airlangga University Press. Diakses dari: https://opac.perpusnas.go.id/DetailOpac.aspx?id=1573878

Tarigan, R. (2006). Ekonomi Regional: Teori dan Aplikasi. Jakarta: Bumi Aksara. Diakses dari: https://opac.perpusnas.go.id/DetailOpac.aspx?id=363525

Tjiptono, F. (2002). Strategi Pemasaran. Yogyakarta: Andi. Diakses dari: https://onesearch.id/Record/IOS2862.UNMAL000000000016793/Preview

Widjajanti, R. (2012). Karakteristik Aktivitas Pedagang Kaki Lima di Ruang Kota ( Studi Kasus : Kawasan Pendidikan Tembalang, Kota Semarang ). Jurnal Pembangunan Wilayah & Kota, 8(4), 412–424. https://doi.org/10.14710/pwk.v8i4.6498

Widjajanti, R. (2015a). Karakteristik Aktivitas Pedagang Kaki Lima di Jalan Kartini, Semarang. Jurnal RUANG, 1(3), 151–160. https://doi.org/10.14710/RUANG.1.4.151-160

Widjajanti, R. (2015b). Pemanfaatan Ruang Publik Kota Sebagai Tempat Aktivitas Pedagang Kaki Lima Studi Kasus: di Kawasan Pecinan, Semarang. Conference on URBAN STUDIES AND DEVELOPMENT, 262–273. Semarang: Universitas Diponegoro. Diakses dari: http://eprints.undip.ac.id/82996/1/3._PEMANFAATAN_RUANG_PUBLIK_KOTA_SEBAGAI_TEMPAT_AKTIVITAS_PKL_DI_KAWASAN_PECINAN_SMG_-_Prosiding_CoUSD_2015-RW.pdf

Widjajanti, R. (2016). The Space Utilization by Street Vendors Based on the Location Characteristics in the Education Area of Tembalang, Semarang. Procedia - Social and Behavioral Sciences, 227 (November 2015), 186–193. https://doi.org/10.1016/j.sbspro.2016.06.061

Widodo, A. (2000). Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pemilihan Lokasi Usaha Pedagang Kaki Lima (Studi Kasus: Kota Semarang) (Universitas Diponegoro). Universitas Diponegoro. Diakses dari: http://eprints.undip.ac.id/14439/

Refbacks

  • There are currently no refbacks.