Kesesuaian Kawasan Stasiun Transit Tugu Yogyakarta berdasarkan Konsep Transit Oriented Development

Zhaza Az-Zahrawaani Gunawan, Nur Miladan, Bambang S Pujantiyo

Abstract

Transit Oriented Development (TOD) merupakan konsep pengembangan kawasan yang berorientasi pada transportasi berkelanjutan, efektif, dan efisien. TOD dinilai menjadi salah satu solusi paling efektif untuk mengatasi kemacetan. Stasiun Tugu terletak di pusat Kota Yogyakarta serta dekat dengan pusat-pusat kegiatan yang berpotensi menimbulkan kemacetan. Hal tersebut menjadikan Kawasan Stasiun Tugu berpotensi dikembangkan menjadi kawasan TOD. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menilai kesesuaian Kawasan Stasiun Transit Tugu berdasarkan konsep TOD. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan teknik analisis skoring dan deskriptif untuk menghitung nilai kesesuaian kawasan. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian yaitu observasi, interpretasi peta, dan studi dokumen. Fokus penelitian ini adalah mengukur kesesuaian fisik kawasan terhadap konsep TOD yang dilihat dari jalur pedestrian ramah pejalan kaki, interkoneksi jaringan jalan, guna lahan campuran, densitas kawasan, tempat parkir, ruang terbuka, dan moda angkutan umum massal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kawasan stasiun transit Tugu memiliki nilai kesesuaian 36% sehingga masuk ke dalam kategori kesesuaian sedang berdasarkan konsep TOD. Oleh karena itu, Kawasan Stasiun Transit Tugu memiliki potensi yang besar untuk dikembangkan menjadi kawasan TOD. Diperlukan peningkatan, integrasi, dan pemenuhan terhadap setiap variabel konsep TOD dalam pengembangannya.

Full Text:

PDF

References

Badan Pusat Statistik. (2019). Statistik Transportasi Darat. Jakarta: Badan Pusat Statistik.

Calthorpe, P. (1993). The Next American Metropolis: Ecology, Community, and the American Dream. New York: Princeton Architectural Press. Diakses dari: https://books.google.co.id/books?id=WtKU5L0ajA8C&printsec=copyright&redir_esc=y#v=onepage&q&f=false

Cervero, R., Ferrell, C., & Murphy, S. (2002). Transit-Oriented Development and Joint Development in the United States: A Literature Review. Washington, DC: Transportation Research Board. Diakses dari: https://trid.trb.org/view/726711

Chindyana, A., Romadlon, F., & Ananda, R. (2022). Potensi Peningkatan Kualitas Layanan Kereta Rel Listrik Solo-Jogja Berbasis Pola Mobilitas Komuter. Jurnal Transportasi, 22(2), 131–142. https://doi.org/10.26593/jtrans.v22i2.6063.131-142

Harahap, F. R. (2013). Dampak Urbanisasi Bagi Perkembangan Kota di Indonesia. Jurnal Society, 1(1), 35–45. https://doi.org/10.33019/society.v1i1.40

Higgins, C. D., & Kanaroglou, P. S. (2016). A Latent Class Method for Classifying and Evaluating The Performance of Station Area Transit-Oriented Development in The Toronto Region. Journal of Transport Geography, 52, 61–72. https://doi.org/10.1016/j.jtrangeo.2016.02.012

Institute for Transportation and Development Policy. (2016). Transit – Oriented Development (TOD). Diakses dari: https://itdp-indonesia.org/2016/01/transit-oriented-development-tod/

Institute for Transportation and Development Policy. (2017). TOD Standard 3.0. New York: ITDP.

Jamal, L. Z. (2013). Walkability pada Kawasan Berbasis Transit Oriented Development Studi Kasus: Kawasan Stasiun Lempuyangan. Tesis, Magister Teknik Arsitektur, Universitas Gadjah Mada, Indonesia.

Kasiram, M. (2010). Metodologi Penelitian: Kualitatif–Kuantitatif. Malang: UIN Maliki Press.

Kementerian ATR/BPN. (2017). Peraturan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional Republik Indonesia Nomor 16 Tahun 2017 tentang Pedoman Pengembangan Kawasan Berorientasi Transit.

Padeiro, M., Louro, A., & da Costa, N. M. (2019). Transit-Oriented Development and Gentrification: A Systematic Review. Transport Reviews, 39(6), 733–754. https://doi.org/10.1080/01441647.2019.1649316

Pemerintah Kota Yogyakarta. (2012). Peraturan Walikota Kota Yogyakarta Nomor 64 Tahun 2012 tentang Penjabaran Status Kawasan, Pemanfaatan Lahan dan Intensitas Pemanfaatan Ruang.

Pemerintah Kota Yogyakarta. (2021). Peraturan Daerah Kota Yogyakarta Nomor 2 Tahun 2021 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kota Yogyakarta Tahun 2021 - 2041.

Pemerintah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. (2019). Peraturan Daerah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta Nomor 5 Tahun 2019 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta Tahun 2019 – 2039.

Ramadhan, G. R., & Buchori, I. (2018). Strategi Integrasi Sistem Transportasi Umum dalam Menunjang Pariwisata Kota Yogyakarta. Jurnal Pengembangan Kota, 6(1), 84–95. https://doi.org/10.14710/jpk.6.1.84-95

Razak, A. H. (2019). Jumlah Kendaraan di Jogja Terus Bertambah, Rekayasa Lalu Lintas Jadi Solusi. Harian Jogja. Diakses dari: https://jogjapolitan.harianjogja.com/read/2019/08/07/510/1010567/jumlah-kendaraan-di-jogja-terus-bertambah-rekayasa-lalu-lintas-jadi-solusi

Rusli, L. (2019). Kerugian Transportasi Akibat Kemacetan Lalu Lintas di Yogyakarta. Tesis, Magister Teknik Sipil, Universitas Islam Indonesia, Indonesia.

Salat, S., & Ollivier, G. (2017). Transforming The Urban Space Through Transit-Oriented Development : The 3V Approach. Washington, DC: World Bank.

Treasure Coast Regional Planning Council. (2012). Florida TOD Guidebook. Florida: Florida Department of Transportation.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.