ALIH FUNGSI HUNIAN MENJADI KOMERSIAL DAN KENYAMANAN BERMUKIM DI BINTARO SEKTOR 9 TANGERANG SELATAN

Ambayu Gracia Cintyarani, Rizon Pamardhi-Utomo, Nur Miladan

Abstract

Alih fungsi hunian menjadi komersial merupakan hal yang tidak dapat dihindari dari pertumbuhan kota untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Pergeseran fungsi yang terjadi di Bintaro Jaya masih terus terjadi hingga saat ini dan belum menunjukkan adanya tanda-tanda penurunan. Dampak alih fungsi hunian menjadi komersial di lingkungan perumahan yang dirasakan oleh masyarakat adalah ketidakserasian fungsi, kepadatan lalu lintas, penurunan privasi dan kualitas lingkungan. Penelitian ini dilakukan untuk melihat tingkat kenyamanan bermukim masyarakat Bintaro Sektor 9 setelah adanya alih fungsi hunian menjadi komersial, yang dilihat dari kompatibilitas, aksesibilitas, privasi dan kualitas lingkungan. Penelitian dilakukan dengan metode kuantitatif, berupa data yang terukur menggunakan kuesioner. Selanjutnya hasil kuesioner dianalisis dengan teknik skoring untuk melihat kecenderungan gangguan yang dirasakan. Berdasarkan hasil analisis dapat diketahui bahwa tingkat kenyamanan bermukim masyarakat adalah rendah. Untuk menghindari adanya penurunan tingkat kenyamanan lebih jauh lagi, perlu adanya pengendalian pembangunan komersial dengan peraturan zonasi.

Keywords

alih fungsi; kenyamanan bermukim; komersial

Full Text:

PDF

References

Budiharjo, E. (1987). Percikan Gagasan tentang Arsitektur Perumahan dan Perkotaan. Yogyakarta : Gajah Mada University Press.

Creswell, J. W. (2003). Research Design Qualitative, Quanitative and Mixed Methods Approches (2nd ed.) New Delhi: Sage Publications.

Doxiadis, C. A. (1968). EKISTICS An Introduction To The Science Of Human Settlements. London: Hutchinson of London.

Husein, A.. S dan Sasono, A. (1995). Ekonomi Politik Penguasaan Tanah. Jakarta: Pustaka Sinar Harapan.

Jakaria, Y. (2015). Mengolah Data Penelitian Kuantitatif Dengan SPSS-Aplikasi Data Pendidikan. Bandung: Alfabeta.

Jalaluddin, R. (2011). Psikologi Komunikasi. Bandung: PT. Remaja

Kolcaba, K. (2003). Comfort Theory and Practice: A Vision For Holistic Health Care And Research. New York: Springer Publishing Company

Sanders, M.S. & McCormick, E. J. (1993). Human factors in engineering and design (7th ed.). Mcgraw-Hill Book Company

Sugiyono. (2018). Metode Penelitian Kuantitatif. Bandung: Alfabeta

Suryabrata, S. (2003). Metode Penelitian. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada

Refbacks

  • There are currently no refbacks.