Integrasi Kawasan Industri Millennium Kecamatan Tigaraksa Kabupaten Tangerang dengan Wilayah Sekitar Menuju Kota Industri

Kokoh Widyastoro, Paramita Rahayu, Erma Fitria Rini

Abstract

The Government of Tangerang Regency has a plan to develop an industrial city in Tangerang Regency. An industrial city is an integrated city that combines industrial estates, residential areas, and commercial areas with a high concentration of population activities. The development of industrial city has several elements that need to be integrated including the separation of industrial land use, land-use connectivity, accessibility,  infrastructure and settlements in the surrounding industrial estate. The Millennium industrial estate is the largest industrial estate which develops in central area of Tangerang Regency. The purpose of this study is to what extent the Millennium industrial Estate is integrated with surrounding areas towards fulfilling the concept of industrial city. This research uses quantitative methods using descriptive analysis with Guttman Scale. The analyzes are performed on each sub-variable supported by space syntax analysis, GIS and VCR analysis to confirm the value into Guttman Scale. The results of the analysis showed that the Millennium industrial estate has been integrated in terms of land use planning, accessibility, availability of public green space, and industrial infrastructures. While the elements of availability of industrial separation zones, connectivity and location of settlements are still not integrated Based on the theory, issues and analysis, the results obtained that the integration of the Millennium industrial Estate with the surrounding areas has fulfilled 50% of requirements to develop an integrated industrial city.

Full Text:

PDF

References

Abdullah (2010). Pengaruh Perkembangan Industri terhadap Pola Pemanfaatan Lahan di Wilayah Kecamatan Bergas Kabupaten Semarang. Tesis. Semarang: Universitas Diponegoro. Diakses dari http://eprints.undip.ac.id/23597/1/ABDULLAH.pdf

Audistiana, A., Widiana, M. E., & Negoro, B. K. (2017). Pengaruh Aksesibilitas, Fasilitas dan Kepuasan Pelanggan Terhadap Loyalitas Pelanggan di Delta Fishing Sidoarjo. Jurnal Manajemen Branchmark, 3(3), 29 . Diakses dari http://fe.ubhara.ac.id/ojs/index.php/ebranchmarck/article/view/537/513

Betten, N., & Mohl, R. (1974). The Evolution of Racism in an Industrial City, 1906-1940: A Case Study of Gary, Indiana. The Journal of Negro History, 59(1), 51-64. http://doi.org/10.2307/2717140

Catanese, A. J. & Snyder, J. C. (1988). Perencanaan Kota. Jakarta: Penerbit Erlangga.

Damayanti, Rully. (2010). Pertumbuhan Fisik Kota Karena Pengaruh Industrialisasi, Studi Kasus Kota Ahmedabad – India. Yogyakarta: UGM

Departemen Pekerjaan Umum Direktorat Jenderal Bina Marga (1997). Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI). Diakses dari: https://www.academia.edu/16746001/Manual_Kapasitas_Jalan_Indonesia_MKJI_

Destralita, N. C., & Rahmawati, D. (2015). Kriteria Zona Industri Pendukung Pengembangan Kawasan Agropolitan di Kabupaten Tuban. Jurnal Teknik ITS, 4(2). Diakses dari http://ejurnal.its.ac.id/index.php/teknik/article/view/10933

Dirdjojuwono, R. W. (2004). Kawasan Industri Industri: Sebuah Konsep Perencanaan dan Aplikasinya. Bogor: Pustaka Wirausaha Muda.

Fachira, F. (2017). Kabupaten Tangerang Percepat Pembangunan Tiga Kawasan Industri. Diakses dari https://deladeni.com/metro/146-kabupaten-tangerang-percepat-pembangunan-tiga-kawasan-industri

Harris, R. (2009), 'Industrial City', in K. Rob and T. Nigel (Ed.) International Encyclopedia of Human Geography. Amsterdam: Elsevier.

Nurmayanti. (2017). Kota Industri Bisa Jadi Solusi Pemerataan Ekonomi. Diakses dari https://www.liputan6.com/bisnis/read/2933897/kota-industri-bisa-jadi-solusi-pemerataan-ekonomi

Perda Kabupaten Tangerang No 9 Tahun 2006 tentang Rencana Tapak. Diakses dari http://jdih.tangerangkab.go.id/apps/www/storage/document/Perda-9-2006-Rencana-Tapak.PDF

Permen PU No.16/PRT/M/2009 tentang Pedoman Penyusunan Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten. Diakses dari http://birohukum.pu.go.id/uploads/DPU/2009/PermenPU16-2009.pdf

Permenperin No. 35/M-IND/PER/3/2010 tentang Pedoman Teknis Kawasan Industri. Diakses dari http://jdih.kemenperin.go.id/site/download_peraturan/1520

Phelps, R. (1995). The Search for a Modern Industrial City: Urban Planning, the Open Shop, and the Founding of Torrance, California. Pacific Histrical Review, 64(4), 504-517. https://doi.org/10.2307/3640556

Prabhakar, S. (2015). Industrial Town in India. Diakses dari https://www.slideshare.net/prabhakarsubramani/industrial-towns-in-india

Saraswati, A. A. (2008). Keberadaan Ruang Terbuka Hijau dalam Pembangunan Kawasan Industri. Jurnal Teknik Lingkungan, 1-2. http://www.kelair.bppt.go.id/Jtl/2008/khusus/01ruanghijau.pdf

Siregar, J. P. (2014). Metodologi Dasar Space Syntax dalam Analisis Konfigurasi Ruang. Malang: Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota Universitas Brawijaya.

Sitorus, S. R. (2016). Perencanaan Penggunaan Lahan. Bogor: IPB Press.

SNI 03-1733-2004 Tentang Perencanaan Tata Cara Perencanaan Lingkungan Perumahan di Perkotaan. Diakses dari http://sni.litbang.pu.go.id/index.php?r=/sni/new/sni/detail/id/694

Suchaini, U. (2013). Industrial District: Fenomerna Aglomerasi dan Karakteristik Lokasi Industri. Jakarta Timur: Dapur Buku.

Sukandar, E., & Wijaya, H. B. (2015). Eksternalitas Kegiatan Industri Terhadap Kinerja Jalan (Studi Kasus Jalan Sadang-Batas Purwakarta/Subang). Jurnal Pembangunan Wilayah & Kota, 11(2), 170. https://doi.org/10.14710/pwk.v11i2.10846

Sutanta (2010). Faktor-Faktor Penyebab Tidak Berkembangnya Kawasan Industri Nguter Kabupaten Sukoharjo. Tesis. Semarang: Universitas Diponegoro. http://eprints.undip.ac.id/24067/1/SUTANTA.pdf

Tarigan, R. (2005). Perencanaan Pengembangan Wilayah. Jakarta: Bumi Aksara.

UU Nomor 3 Tahun 2014 Tentang Perindustrian. Diakses dari http://www.kemenperin.go.id/download/5181/Undang-Undang-No-3-Tahun-2014-Perindustrian

Wiebenson, D. (1960). Utopian Aspect of Tony Garnier's Cite Industrielle. Journal of the Society of Architectural Historians,19(1), 16-24. https://doi.org/10.2307/987962

Refbacks

  • There are currently no refbacks.