Vol 1, No 2 (2017)

DOI: http://dx.doi.org/10.20961/hsb.v1i2


Cover Page

Jurnal ilmiah Haluan Sastra dan Budaya kini hadir kembali dengan nuansa yang baru. Seiring perkembangan dan tuntutan kualitas publikasi ilmiah, Haluan Sastra dan Budaya telah melaksanakan regulasi publikasi sesuai dengan sistem OJS (Open Journal System). Sistem ini diharapkan mampu meningkatkan efektivitas, efisiensi, dan kualitas artikel ilmiah yang dipublikasikan sehingga mudah diakses secara luas. Dalam rangka untuk meningkatkan kualitas publikasi dan menuju jurnal yang diakui oleh masyarakat ilmiah bidang humaniora, Haluan Sastra dan Budaya mengundang para pakar, akademisi, pemerhati, dan mahasiswa untuk mempublikasikan hasil pemikiran dan penelitiannya di Haluan Sastra dan Budaya.

Edisi kali ini, Haluan Sastra dan Budaya menghadirkan tujuh artikel ilmiah. Topik yang ditulis adalah masalah bahasa dan kesastraan. Artikel pertama, Afry Adi Chandra menulis fenomena yang populer di dalam masyarakat, yakni lagu campur sari. Melalui kajian semiotika, Chandra berusaha menelusuri makna dan nilai-nilai yang terdapat dalam budaya populer di masyarakat Jawa Timur, yakni lagu campur sari. Selanjutnya, Faozan meneliti novel Tuan Guru dengan menitikberatkan pada pola naratif, terutama penokohan dan tokoh dalam novel tersebut.  Artikel yang ketiga ditulis oleh Gita Anggaria Restica, yang membahas masalah humor dan karikatur dalam bahasa. Dia mengungkapkan berbagai aspek kebahasaan yang membangun sebuah humor dan karikatur.

Artikel yang keempat, Hanifah Nida’uljanah dan Muhammad Ridwan berusaha menerapkan konsep habitus dalam wacana sebuah buku teks yang berbahasa Arab. Artikel ini mengeksplorasi dan mencoba untuk menerapakan sebuah konsep tentang kebiasaan sosial kedalam sebuah teks.  Selanjutnya, Ilfan Askul Pehala, Kun Andyan Anindita, dan M. Rosyidi mengkaji sebuah puisi dari sisi kebahasaan. Dengan menggunakan konsep di dalam ilmu linguistik, artikel ini membahas aspek kebahasaan (jenis, fungsi, dan makna dari frase atau kata) di dalam karya sastra. Artikel yang keenam, Muh. Qomaruddin dan Larasati Nourmalita Devimengamati fenomena kebahasaan dari transaksi online jual beli di laman Tokopedia. Kajian ini bersifat informatif tentang prinsip kerjasama yang terjadi didalam transaksi online Tokopedia.Yang terakhir, Ririn Fatmawati, Sukarno, dan Ikwan Setiawan melihat wacana yang terdapat didalam fenomena kebudayaan dalam masyarakat yang berbahasa Inggris. Masalah utama yang dihasa adalah mengenai persamaan gender dalam sebuah novel dengan menggunakan teori wacana kritis.

Ketujuh artikel tersebut menunjukkan bahwa kajian yang melihat fenomena kebahasaan, budaya populer (lagu), dan kesaastraan dapat dilihat dari sisi kebahasaannya. Bagi pembaca, redaksi mengucapkan selamat membaca Halaun Sastra dan Budaya edisi baru ini.