Revitalisasi Gamelan di Era Digital: Upaya Pelestarian Budaya Melalui Teknologi
Abstract
Desa Adiraja memiliki potensi budaya lokal yang kaya, khususnya dalam pelestarian seni musik tradisional seperti gamelan. Namun, pesatnya perkembangan teknologi digital telah menyebabkan menurunnya minat generasi muda terhadap gamelan. Sebagai upaya menjawab tantangan tersebut, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Sebelas Maret (UNS) memperkenalkan inovasi pembelajaran berbasis teknologi melalui sosialisasi aplikasi e-Gamelan “Gamelan Jv”. Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan minat anak-anak dalam mempelajari gamelan melalui pengalaman belajar yang interaktif, mudah diakses, dan didukung oleh teknologi digital. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode observasi partisipatif, dokumentasi, studi pustaka, dan praktik langsung yang melibatkan siswa sekolah dasar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan aplikasi e-Gamelan secara signifikan meningkatkan minat, keterlibatan, serta pemahaman peserta terhadap instrumen gamelan. Selain itu, program ini mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) poin 4, yaitu Pendidikan Berkualitas, melalui penyediaan pembelajaran yang inklusif, inovatif, dan berorientasi pada pelestarian budaya. Integrasi teknologi digital ke dalam seni tradisional menunjukkan strategi yang efektif dalam memperkuat kesadaran budaya sekaligus menjaga keberlanjutan warisan budaya lokal di masyarakat pedesaan.
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Aminah, S. (2020). Gamelan dan identitas budaya Jawa. Pustaka Budaya.
Arthana, I. K. R., Pradnyana, G. A., & Pradnyana, I. M. A. (2018). Prototype aplikasi mobile preservasi warisan budaya Indonesia berbasis crowdsourcing. JST (Jurnal Sains dan Teknologi), 7(1), 59–66. https://doi.org/10.23887/jstundiksha.v7i1.11924
Creswell, J. W. (2013). Qualitative inquiry and research design: Choosing among five approaches (3rd ed.). SAGE Publications.
Gulo, A. (2023). Revitalisasi budaya di era digital dan eksplorasi dampak media sosial terhadap dinamika sosial-budaya di tengah masyarakat. Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, 3(3), 172–184. https://doi.org/10.55606/jurdikbud.v3i3
Kementerian PPN/Bappenas. (2021). Sustainable Development Goals (SDGs) di Indonesia: Agenda 2030. Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional.
Lestari, A. (n.d.). Peran sosialisasi dalam meningkatkan kesadaran budaya masyarakat. Jurnal Pengabdian Masyarakat, (3), 22–35.
Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (3rd ed.). SAGE Publications.
Prasetyo, A. (2023). Tantangan musik tradisional di era modern. Jurnal Musik dan Masyarakat, 10(1), 30–40.
Purnomo, W. (2022). Pemanfaatan digitalisasi dalam pelestarian budaya lokal. Jurnal Kebudayaan Nusantara, 12(1), 10–20.
Setiawan, B. (2022). Digitalisasi budaya: Antara pelestarian dan komodifikasi. Jurnal Ilmu Sosial, 14(1), 15–25.
Setiawan, D. (2018). Dampak perkembangan teknologi informasi dan komunikasi terhadap budaya. Jurnal Simbolika: Research and Learning in Communication Study, 4(1), 62–72. https://doi.org/10.31289/simbollika.v4i1.1474
Suryani, R. (2022). e-Gamelan: Inovasi digital dalam pembelajaran musik tradisional. Jurnal Teknologi Pendidikan, 6(2), 40–50.
Wahyudi, D. (2021). Transformasi musik tradisional dalam era digital. Jurnal Seni dan Budaya, 8(2), 25–35.
Refbacks
- There are currently no refbacks.





