Telaah Kritis Gagagasan Sosialisasi Mead : Self, Mind, Society

Dwi Astutik

Sari

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menelaah secara kritis bagaimana gagasan Mead digunakan untuk melihat perilaku sosial dalam diri santriwati dalam kehidupan kesehariannya. Mead menyimpulkan bahwa anak-anak dalam perkembangan awal dapat mengambil peran orang lain secara signifikan (orang tua misalnya), sebagai perkembangan diri, anak-anak menginternalisasi keharusan yang diinginkan oleh orang lain, dan ini terjadi dalam kelompoknya. Mead menyebut bahwa norma-norma, nilai, atitude, tujuan dari masyarakat pada umumnya sebagai “generalized other”.

Pondok pesantren yang secara normative selalu berlandaskan pada nilai-nilai islam dalam setiap implementasi nilai dan norma, tidak selalu menghasilkan dan mendorong santriwati untuk tetap berperilaku secara normative yang selama ini dikonstruksi oleh masyarakat. Perilaku sosial dalam diri santriwati terjadi dengan beberapa alasan dan pengaruh yang membentuk perilaku santriwati di lingkungan sosialnya (society), antara lain keadaan keluarga terutama orang tua dan lingkungan luar yang lebih luas termasuk keberadaan teknologi dan teman sebaya. Pada kenyataannya tidak hanya keluarga yang memberikan pengaruh dan membentuk interaksi dan perilaku (I dan Me) santriwati, akan tetapi keberadaan lingkungan yang terdiri dari lingkungan dalam pondok pesantren, teman sebaya, sekolah, internet termasuk di dalamnya media sosial juga mampu memberikan pengaruh yang besar dalam membentuk interaksi dan perilaku sosial (I dan Me) santriwati di dalam pondok pesantren. Dialektika “I” berupa kehendak yang sering bertentangan dengan “Me” berupa norma sosial pondok pesantren, banyak dipengaruhi society yang merupakan faktor struktural. Ketika “I” bekerja lebih kuat dibandingkan “Me”, mind dalam diri santriwati memilih untuk melakukan perilaku sosial yang cenderung melanggar norma sosial pondok pesantren seiring pengaruh dan interaksi terus menerus antara self, mind dan society. Singkatnya, gagasan Mead mengenai sosialisasi dalam diri anak yang tidak banyak dibahas pentingnya lingkungan dalam membentuk anak, pada kenyataannya lingkungan turut serta berpengaruh pada proses pembentukan kepribadian anak pada proses sosialisasi, khususnya sosialisasi sekunder.

 

Kata kunci : Sosialisasi Mead, Interaksi dan Perilaku Sosial, Santriwati

Teks Lengkap:

PDF

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.