Rumah Arca (Laboratorium Sejarah Univet) sebagai sumber belajar sejarah bagi siswa SMA Negeri 3 Sukoharjo

Arianisa Perwitasari Dyah, Dadan Adi Kurniawan, Hieronymus Purwanta

Abstract

The problem with learning history is that it doesn't involve rote memorization. Students find learning history boring and annoying. The role of educators must be to create opportunities and foster student connection to achieve the expected goals. This research is a type of qualitative research with a case study approach. Data sources in this research include informants, places and activities, document studies, documents and libraries. The sampling technique was carried out using purposive sampling and snowball sampling. Data collection was carried out by interviews, observation, document study and literature study. Various problems regarding history learning need ways to overcome them. This research focuses on the use of Rumah Arca (Univet History Laboratory) as a history learning resource at SMA Negeri 3 Sukoharjo, namely explaining the collection of Rumah Arca (Univet History Laboratory), how to use teachers at SMA Negeri 3 Sukoharjo in utilization activities by visiting and carrying out assignments and The obstacles, solutions experienced regarding infrastructure, time allocation and less competent educators in using Rumah Arca (Univet History Laboratory) as a source for learning history at SMA Negeri 3 Sukoharjo.

Keywords

Rumah Arca (Laboratorium Sejarah Univet), Sumber Belajar, Pembelajaran Sejarah, SMA Negeri 3 Sukoharjo

Full Text:

PDF

References

Alluthfi, M.F., Agung L.S., & Riyadi. (2016). “Museum Isdiman Palagan Ambarawa Sebagai Sumber dan Media Pembelajaran Sejarah SMA Negeri 1 Ambarawa”. Jurnal FKIP UNS. 13(1). 124-141.

Ciptandriyo, P.A & Andriyanto. (2019). “Dokumentasi Arkeologi di Museum Rumah Arca Kabupaten Sukoharjo”. Keraton: Journal of history education and culture. Vol. 1, No. 1. Hal 56-63.

Creswell, John W. (2015). Penelitian Kualitatif & Desain Riset. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Direktorat Permuseuman. (1994). “Menjadi Pembimbing atau Pemandu di Museum”.

Djamal, M. (2015). Paradigma Penelitian Kualitatif. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Dokumen BPCB (Pengumpulan benda cagar budaya kab Sukoharjo tahun 1995/1996)

Evitasari, O., Qodariah, L & Rudy. (2020). Pemanfaan Fungsi Museum sebagai Sumber Belajar Sejarah dalam Mengembangkan Kemampuan Berfikir Kritis. Jurnal Estoria. 1(1). 43-56.

Hidayat S., Superman., Agustian, T & Minandar, F. (2016). Pemanfaatan Laboratorium Pendidikan Sejarah IKIP-PGRI Pontianak. Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial, 3(2). 297-310.

Irdana, N. (2018). “Konsep Penataan Koleksi Museum untuk Mempermudah Pemahaman Wisatawan dalam Wisata Edukasi Arsip dnan Koleksi Perbankan di Museum Bank Mandiri Jakarta”. Jurnal Kearsipan Terapan. 1(02). 132-147.

Lestariningsih, S., Nirawati, A.M & Hardiana, A. (2020). “Konsep Penyajian dan Penataan Koleksi pada Museum Sejarah Kota Salatiga”. Jurnal Senthong. 3 (01). 92-103.

Menurut Undang-undang RI Nomor 11 Tahun 2010 Tentang Cagar Budaya BAB IX tentang Pendanaan Pasal 98 Ayat 3

Moleong, Lexy. J. (2016). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Muhammad. (2018). Sumber belajar. Sanabil: Mataram.

Rachman, F & Widowati, S. Y. (2017). "Perancangan Media Pembelajaran Komik Digital Laboratorium Sejarah Rumah Arca Sebagai Upaya Pengenalan Sejarah Lokal. Jurnal Komunikasi Pendidikan. 1(02). 162-172.

Rahman, A. (2017). Pemanfaatan Situs Sejarah Sebagai Sumber Belajar di MA Alma”arif Singosari Kabupaten Malang. (Skripsi, Universitas Islam negeri Maulana Malik Ibrahim Malang).

Sayono, J. (2013). Pembelajaran Sejarah Di Sekolah: Dari Pragmatis ke Idealis. Sejarah dan Budaya, 7(1).

Septiyaningsih, C.I. (2016). “Pengaruh Pemanfaatan penugasan Berbasis Proyek Tentang Sejarah Kota Lama Terhadap Motivasi Belajar Sejarah Kelas XI SMA Negeri 3 Semarang”. Journal of history education. 4(1). 17-24.

Sudjana, N. (1989). Teknologi Pengajaran. Bandung. Sinar Baru

Sujarwo., Santi, F. U., & Tristanti. (2018). Pengelolaan Sumber belajar Masyarakat. Yogyakarta: UNY Press.

Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2010, cagar budaya

Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, pasal 39 ayat 2

Undang-Undang RI Nomor 11 Tahun 2010 menyatakan Cagar Budaya pasal 76 ayat (1), (2), (3)

Widaningsih, Y.S. (2010). Laboratorium Sejarah Univet Bantara Sukoharjo sebagai Sumber Pembelajaran Pendidikan Sejarah. (Tesis Universitas Sebelas Maret)