Pengaruh Pupuk Organik dan Jarak Tanam terhadap C-Organik, Populasi Jamur Tanah dan Bobot Kering Akar serta Hasil Padi Sawah pada Inceptisols Jatinangor, Sumedang

Ida Adviany, Dick Dick Maulana

Abstract

This experiment was conducted to study the effect of organic fertilizer and plant spacing on organic-C, soil fungi population, dried weight root and rice yield (Oryza sativa L.) grown on Inceptisols Jatinangor. This experiment was arranged in split plot design, consisted of two factors with 12 treatments and three replications. The first factor as main plot was organic fertilizer, which dosage of 0, 200, 400 and 600 kg ha-1 respectively. The second factor as sub plot was plant spacing, which of 25 cm x 25 cm , 30 cm x 30 cm and 35 cm x 35 cm, respectively. The result of experiment showed that there were no interaction effect between organic fertilizer and plant spacing on organic-C, soil fungi population, root dry weight and rice yields. The main effect of plant spacing treatment gave significantly effected on dried weight of root and rice yields per plot and per 10 stool. The highest rice yield per plot, 9.276 kg plot-1 (4.638 t ha-1)was achieved from plants with  spacing 25 cm x 25 cm and the highest rice yield per 10 stools was 747 g from plants with spacing.35 cm x 35 cm.

Keywords

Organic Fertilizer; Organic-C; Soil Fungi Population; Rice Yield (Oryza Sativa L.)

Full Text:

PDF(ID)

References

Aisyah D, Suyono, Kurniatin T, Mariam S, Nurlaeny N, Damayani M, Yuniarti A, Emma TNS, Machfud Y, Samusa T, Joy B. 2003. Kesuburan Tanah dan Pemupukan. Jurusan Ilmu Tanah Fakultas Pertanian. UNPAD.

Andoko A. 2005. Budidaya Padi Secara Organik. Penebar Swadaya. Jakarta.

Bostan H. 1989. Pengaruh Jarak Tanam dan Dosis Pemupukan N terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Selada (Lactuca sativa L.). Tesis Pasca Sarjana Unpad. Bandung.

BPPP. 1988. Padi 1. Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan. Bogor.

Buckman, Brady, 1982. Ilmu Tanah. Diterjemahkan oleh Soegiman. Bhatara karya aksara. Jakarta.

De Freites JR, Banerjee MR, Germida JJ. 1997. Phosphate-Solubilizing Rhizobacteria Anhance The Growth And Yield But Not Phosphorus Uptake Of Canola (Brassica Napus L.). Biol. Fertil. Soil. 24:358-364.

Deptan. 2017. Perkembangan Produksi Pertanian. http://database.deptan.go.id/bdspweb/f4-free-frame.asp (diakses tanggal 21 Maret 2017)

Diver S. 2001. Resouces Guide to Organic Sustainable Vegetable Production. www.atra.ncat.org. (diakses tanggal 02 Februari 2017).

Foth HD. 2004. Dasar-dasar Ilmu Tanah. Diterjemahkan oleh Purbayanti ED, Lukiwati DR, Srimulatsih. Gajah Mada University Press. Yogyakarta.

Gomez, KA, Gomez, AA 1995. Prosedur Statistik Untuk Penelitian Pertanian. Universitas Indonesia. Jakarta.

Harjowigeno S. 1985. Genesa dan Klasifikasi Tanah. Pasca Sarjana IPB. Bogor.

Harjowigeno S. 1993. Klasifikasi Tanah dan Pedogenesis. Akademika Pressindo. Jakarta.

Illmer PA, Schimer F. 1992. Solubilization Of Inorganic Phosphate By Microorganism Isolated From Forest Soils. Soil Biol. Biochem. 24(4) : 389-395.

Illmer PA, Abarto, Schimer F. 1995. Solubilizing Of Hardly Soluble AlPO4 With P-Solubilizing Microorganism. Soil Biol. Biochem. 27 (3) : 265-270.

Ingham ER. 2004. Soil Fungi. Soil Biology Primer. http://soils.usda.gov/sql/concepts/soil_Biology/fungi.html.[diakses tanggal 2 Februari 2007].

Kasno A, Setyorini D, Nurjaya. 2003. Status C-organik Lahan Sawah di Indonesia. Pros. HITI, Padang.

Ma’shum M, Soedarsono J, Susilawati LE. 2003. Biologi Tanah. CPIU Pasca IAEUP. Jakarta.

Rusdi M. 1985. Pengaruh Jarak Tanam dan Pemupukan Fosfor terhadap Pertumbuhan dan Produksi Jagung yang Ditanam Bersama dengan Centrosema pubescens. Laporan Penelitian. Fakultas Pertanian Universitas Hasanudin (tidak dipublikasikan).

Munir M. 1996. Tanah-Tanah Utama di Indonesia: Karakteristik, Kelas dan Pemanfaatan. PT. Dunia Pustaka. Jakarta.

Madkar OR, Rudiman, Kurniadie D. 2004. Respon Tanaman Bawang Merah (Allium ascalonicum) dan Pertumbuhan Gulma akibat Pemberian Berbagai Jenis dan Dosis Herbisida. Laporan Penelitian. Lembaga Penelitian Universitas Padjadjaran (tidak dipublikasikan).

Justin R. 2002. Revolusi dalam Intensifikasi Padi. Salam. 1 Desember 2002.

Richardson AE. 2002. Making Microorganisms Mobilize Soil Phosphorus. Csiro Plant Industry. Canbera. Australia. Webcd.usal.es/web/psm/abstracts/richardson2.htm-48k (diakses tanggal 22 Februari 2007).

Russel EW. 1977. Soil Conditions and Plant Growth, 10th ed., Longman, London.

Saifuddin, Sarief. 1989. Kesuburan dan Pemupukan Tanah Pertanian. Pustaka Buana. Bandung.

Saifuddin, Sarief. 1986. Ilmu Tanah Pertanian. Pustaka Buana. Bandung.

Setiawati, R Mieke. 2004. Pupuk Biologis dari Mikroba Pelarut Fosfat http://www.pikiran-rakyat.com/cetak/0304/11/cakrawala/lainnya02.htm. [diakses 13 Januari 2017].

Simarmata T. 1999. Upaya Peningkatan Kualitas Pupuk Organik. Karya Ilmiah. Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran. Jatinangor. (tidak dipublikasikan).

Simarmata T. 2006. Teknologi Peningkatan Padi Berbasis Organik. Gatelink. http://www.gateling.com. [diakses tanggal 10 Februari 2007].

Simarmata, T. 2007a. Pemberdayaan Kekuatan Biologis Tanah (Soil Biological Power) dalam Teknologi Peningkatan Produksi Padi Berbasis Organik Berpola SRI. Makalah Seminar Pro dan Kontra SRI. Tanggal 19 Februari 2007. UNPAD.

Simarmata T. 2007b. Berswasembada dan Menjadi Eksportir Beras-Intensifikasi padi Aerob Terkendali Berbasis Organik (IPAT) Melipatgandakan Produksi Padi. Makalah Seminar Dan Lokakarya Nasional Teknologi Intensifikasi Padi Aerob Terkendali (IPAT). Tanggal 17 Juli 2007. SPLPP Fakultas Pertanian Universitas Pajdajdaran.

Sitompul SM. , Guritno B. 1995. Analisa Pertumbuhan Tanaman. Gajah Mada University Press. Yogyakarta.

Soil Survey Staff. 1999. Soil Taxonomy USDA. Second Edition. Agr. Handbook 436. USDA-Natural Resources Conservation Service. Washington DC.

Harjadi SS. 2002. Pengantar Agronomi . PT. Gramedia Utama. Jakarta. Hal 110-136.

Subagyo H, Suharta N, Siswanto AB. 2000. Sumberdaya Lahan Indonesia dan Pengeloaannya. Pusat Penelitian Tanah dan Agroklimat. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. Departemen Pertanian.

Rao S. 1982. Biofertilizers in Agriculture. Oxford & IBH Publishing Co. New Delhi.

Syukur A, Indah NM. 2006. Kajian Pengaruh Pemberian Macam Pupuk Organik terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Jahe di Inceptisol, Karanganyar. Ilmu Tanah dan Lingkungan. 6 (2) p: 124-131.

Syafei. MS. 2006. Pengelolaan Sawah Bukaan Baru.http://sumbar.litbang.deptan.go.id/sing200206sy.pdf (diakses tanggal 22 Januari 2017).

Utami SNH, Handayani S. 2003. Sifat Kimia Entisol pada Sistem Pertanian Organik. Ilmu Pertanian. 10(2) : 63-69.

Vergara BS. 2005. Bercocok Tanam Padi. Departemen Pertanian. Jakarta

Refbacks

  • There are currently no refbacks.