Analisis Kandungan Zat Warna Rhodamin B pada Kosmetika Pewarna Rambut yang Beredar di Kota Surakarta

Saptono Hadi, Jevi Ramadhan Berliani

Abstract


Rhodamin B merupakan zat warna sintetis yang banyak digunakan dalam industri  tekstil, kertas, dan percetakan. Menurut peraturan Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia nomor HK.03.1.23.08.11.07517, rhodamin B termasuk salah satu pewarna yang dilarang digunakan sebagai bahan tambahan kosmetik karena dapat membahayakan tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar rhodamin B pada beberapa produk pewarna rambut yang beredar di kota Surakarta. Sebanyak 5 sampel diperoleh dari berbagai toko yang terdapat di wilayah Surakarta. Analisis kualitatif dilakukan menggunakan metode kromatografi lapis tipis (KLT) dengan fase diam silika gel GF 254 dan sistem fase gerak etil asetat : metanol : amonia (5:2:1 v/v/v). Analisis kuantitatif selanjutnya dilakukan menggunakan metode spektrofotometri uv-vis pada panjang gelombang maksimum 545 nm. Validasi metode sebelumnya dilakukan pada parameter linearitas, akurasi, presisi, LOD (Limit of Detection) dan LOQ (Limit of Quantitation). Hasil penelitian menunjukkan bahwa zat warna rhodamin B tidak terdeteksi pada seluruh sampel. Validasi metode spektrofotometri uv-vis memperoleh nilai recovery sebesar 105,97%, Relative Standar Deviation sebesar 1,67%, LOD sebesar 0,0967 μg/mL, dan LOQ sebesar 0,3205 μg/mL.

rticle

References


AOAC (Association of Official Analytical Chemists)., 2012, Official Methods Of Analysis, Appendix K : Guidelines For Single Laboratory Validation of Chemical Methods For Dietary Supplements and Botanical, 1-25, Virginia Inc, USA.

Aprilia, F.R, Yossy, A., Tikarahayu, P., Muhammad, Y.A., Wisye, D.C., dan Mochammad, R.P., 2018, Analysis of the Caffeine Concentration Contained in Traditional Coffee (Kopi Gayo and Kopi Lombok) Using UV/Vis Spectrophotometry and HPLC, BIOTIKA, 16 (2) : 37-41.

Ardhany, S.D., dan Soraya, L., 2017, Tingkat Pengetahuan Mahasiswa D-III Farmasi tentang Bahaya Penggunaan Pewarna Rambut dalam Jangka Panjang, Jurnal Surya Medika, 2 (2) : 49-55.

Azhara, N.K, 2011, Waspada Bahaya Kosmetik, 21-25, Flashbook, Jakarta.

BPOM, 2011, Peraturan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia Nomor HK.03.1.23.08.11.07331 Tahun 2011 Tentang Metode Analisis Kosmetik, 1-75, BPOM, Jakarta.

Cahyadi, W, 2008, Analisa dan Aspek Kesehatan Bahan Tambahan Pangan Edisi Pertama, 1-19, Bumi Aksara, Jakarta.

Depkes, RI, 2014, Farmakope Indonesia Edisi V, 218, Departemen Kesehatan Republik Indonesia, Jakarta.

Gandjar, I. G dan Rohman, A., 2012, Analisis Obat secara Spektroskopi dan Kromatografi, 315-317, Pustaka Pelajar, Yogyakarta.

Kumalasari, E., 2016, Identifikasi dan Penetapan Kadar Rhodamin B dalam Krupuk Berwarna Merah yang Beredar di Pasar Antasari Kota Banjarmasin, Jurnal Ilmiah Manuntung, 1 (1) : 85-89.

Rohman, A, 2009, Kromatografi untuk Analisis Obat Edisi Pertama, 1-5, Graha Ilmu, Yogyakarta

Yamlean, P.V.Y., 2011, Identifikasi dan Penetapan Kadar Rhodamin B pada Jajan Kue Berarna Merah Muda yang Beredar di Kota Manado, J.Ilmiah dan Sains, 11 (2) : 289-295.

Zaky, M., Tuwistika, R.S., dan Dina, P., 2015, Pengembangan Formulasi dan Uji Evaluasi Fisik Sediaan Pewarna Rambut Ekstrak Biji Pinang (Areca catechu L.) sebagai Pewarna Alami, Farmagazine, 2 (1) : 35-43.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.