PEMBERDAYAAN GAPOKTAN DALAM MITIGASI GANGGUAN MONYET EKOR PANJANG (MACACA FASCICULARIS) DI DESA WATUKARUNG KABUPATEN PACITAN

Muhibun - Khanam

Abstract

Konflik manusia dan monyet ekor panjang (Macaca fascicularis) di Desa Watukarung, Kabupaten Pacitan, meningkat akibat perubahan fungsi habitat yang mendorong satwa memasuki lahan pertanian dan menimbulkan kerugian bagi petani. Kegiatan pengabdian ini bertujuan mengimplementasikan Sistem Integratif Gangguan Antisipatif Primata (SIGAP) sebagai model mitigasi berbasis masyarakat melalui pembuatan dan penerapan repellent berbahan lokal. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif berbasis pemberdayaan masyarakat dengan melibatkan 35 anggota Gapoktan Sidodadi melalui tahapan survei lapangan, sosialisasi, pelatihan pembuatan repellent, serta implementasi pada lahan percontohan. Hasil menunjukkan adanya peningkatan pemahaman petani mengenai dinamika konflik satwa liar serta penurunan indikasi gangguan monyet selama periode monitoring, tanpa ditemukannya kerusakan tanaman pada area intervensi. Program ini memiliki keunggulan pada kesederhanaan teknologi dan kemudahan adopsi, namun terbatas pada cakupan dan durasi evaluasi. Secara keseluruhan, SIGAP memberikan dampak awal terhadap penguatan ketahanan usahatani dan berpotensi dikembangkan sebagai model mitigasi konflik manusia–satwa liar yang adaptif dan dapat direplikasi di wilayah serupa.

Full Text:

PDF

References

Depret, L., & Sueur, C. (2025). Management Of Coexistence And Conflicts Between Humans And Macaques In Japan. Animals, 15(6), 888. https://doi.org/10.3390/ani15060888 Dickman, A. J. (2010). Complexities Of Conflict: The Importance Of Considering Social Factors For Effectively Resolving Human–Wildlife Conflict. Animal conservation, 13(5), 458-466. https://doi.org/10.1111/j.1469-1795.2010.00368.xDigital Object Identifier (DOI) Fauziah, N., Jati, Y. I., Assidiq, H. F., Adji, B. K., & Astin, M. (2023). Strategi Kebijakan Penanganan Konflik Manusia Dan Monyet Ekor Panjang (Studi Kasus: MEP Lereng Gunung Merapi Di Kabupaten Boyolali). Jurnal Inovasi Daerah, 2(2), 219-236. https://jid.boyolali.go.id/jid/article/view/26 Fedyń, I., Pasiniewicz, M., Zabiega, K., Fedyń, H., & Ciach, M. (2026). Community-Based Approach To Detect And Predict Conflicts With Large Carnivores In Human-Dominated Landscape. Ambio, 55(2), 371-384. https://doi.org/10.1007/s13280-025-02241-6 Iqbal, R. (2018). Safe Farming: Development Of A Prevention System To Mitigate Vertebrates Crop Raiding. Journal of advanced computational intelligence and intelligent informatics, 22(3), 351-358. https://doi.org/10.20965/jaciii.2018.p0351 Istianto, M. (2023). Strategi Pengendalian Hama Tikus: Peluang Pemanfaatan Minyak Sereh Wangi Sebagai Salah Satu Komponen Teknologi Pengendalian Tikus. Perbal: Jurnal Pertanian Berkelanjutan, 11(3), 391-398. https://doi.org/10.30605/perbal.v11i3.2851 Kushwaha, U. K. S. (2023). Evaluation Of An Odour Deterrent To Blue Bull Boselaphus Tragocamelus And Monkey Rhesus Macaque From Agricultural Fields. Indian Journal of Entomology, 6-10. https://doi.org/10.55446/IJE.2022.525 Mashuri, A. A., Supartono, T., & Nurdin. (2024). Gangguan Monyet Ekor Panjang (Macaca fascicularis) Di Desa Karamatwangi Kecamatan Garawangi Kabupaten Kuningan. Edubiologica, 12(2), 14-22. https://journal.uniku.ac.id/index.php/edubiologica/article/view/11658 Nyhus, P. J. (2016). Human–Wildlife Conflict And Coexistence. Annual review of environment and resources, 41(1), 143-171. https://doi.org/10.1146/annurev-environ-110615-085634 Paripurno, E. T., Mahojwala, G., Tumin., & Sukiyani (2024). Pengelolaan Risiko Konflik Monyet Ekor Panjang Berbasis Komunitas. Jurnal Igakerta, 1(2), 11-19. https://doi.org/10.70234/qmh70727 Rifansyah, A., Yudha, G., & Qohar, A. (2025). Partisipasi Masyarakat Menangani Konflik Manusia Dan Hewan Buas (Studi Respon Dan Peran Terhadap Kebijakan Pemerintah Pada Kecamatan Suoh Kabupaten Lampung Barat). SOSMANIORA: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora, 4(4), 1170-1178. https://doi.org/10.55123/sosmaniora.v4i4.6353 Sahri, M. S., Salsabila, A., Hasanah, L. M., Daulay, A. M., Al Hazza, M. R. R., & Rahmadani, K. (2024). Pencegahan Hama Kera Ekor Panjang Sebagai Upaya Mengatasi Permasalahan Petani di Dusun Tekik, Desa Ngloro, Kapanewon Saptosari, Kabupaten Gunungkidul. Welfare: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 2(3), 606-610. https://doi.org/10.30762/welfare.v2i3.1585 Santoso, B., & Subiantoro, D. (2019). Pemetaan Konflik Monyet Ekor Panjang (Macaca Fascicularis Raffles) Di Desa Sepakung Kecamatan Banyubiru Kabupaten Semarang. Indonesian Journal of Conservation, 8(2). https://doi.org/10.15294/ijc.v8i2.22997 Sha, J. C. M., Gumert, M. D., Lee, B. P. H., Jones‐Engel, L., Chan, S., & Fuentes, A. (2009). Macaque–Human Interactions And The Societal Perceptions Of Macaques In Singapore. American Journal of Primatology: Official Journal of the American Society of Primatologists, 71(10), 825-839. https://doi.org/10.1002/ajp.20710Digital Object Identifier (DOI) Sutriadi, M. T., Harsanti, E. S., Wahyuni, S., & Wihardjaka, A. (2019). Pestisida Nabati: Prospek Pengendali Hama Ramah Lingkungan. Jurnal Sumberdaya Lahan, 13(2), 89-101. https://doi.org/10.21082/jsdl.v13n2.2019.89-101 Tiller, L. N., Oniba, E., Opira, G., Brennan, E. J., King, L. E., Ndombi, V., ... & Robertson, M. R. (2022). “Smelly” Elephant Repellent: Assessing The Efficacy Of A Novel Olfactory Approach To Mitigating Elephant Crop Raiding In Uganda And Kenya. Diversity, 14(7), 509. https://doi.org/10.3390/d14070509 Treves, A., Wallace, R. B., Naughton-Treves, L., & Morales, A. (2006). Co-Managing Human–Wildlife Conflicts: A Review. Human dimensions of wildlife, 11(6), 383-396. https://doi.org/10.1080/10871200600984265

Refbacks

  • There are currently no refbacks.