MONITORING SUHU DAN PH KOLAM LELE UNTUK OPTIMALISASI BUDIDAYA MELALUI PROGRAM KERJA KKN DESA NGESREP
Abstract
Budidaya ikan lele di Desa Ngesrep menjadi salah satu penopang ekonomi masyarakat, namun praktik pengelolaan kualitas air masih dilakukan secara konvensional dan belum berbasis pengukuran teratur. Ketidakstabilan suhu dan pH berpotensi memengaruhi metabolisme, pertumbuhan, serta tingkat kelangsungan hidup ikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika suhu dan pH kolam lele serta meningkatkan pemahaman pembudidaya melalui program monitoring berbasis kegiatan KKN. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan desain observasional lapangan pada dua kolam budidaya aktif. Pengukuran suhu dan pH dilakukan menggunakan termometer digital dan pH meter portabel pada empat interval waktu, yaitu pagi, siang, sore, dan setelah hujan. Hasil menunjukkan suhu berkisar antara 29–33 °C dan pH 7,10–7,66, yang masih berada dalam kisaran optimal pertumbuhan lele. Fluktuasi harian terjadi secara gradual dan dipengaruhi faktor radiasi matahari serta presipitasi, tanpa indikasi stres akut pada ikan. Program ini berdampak pada meningkatnya kesadaran pembudidaya terhadap pentingnya monitoring rutin berbasis data. Disimpulkan bahwa pengukuran sederhana dan terjadwal mampu mendukung pengambilan keputusan manajemen kolam secara lebih adaptif dan berkelanjutan. Disarankan penerapan monitoring berkala secara konsisten untuk menjaga stabilitas kualitas air.
Full Text:
PDFRefbacks
- There are currently no refbacks.
