PENGOLAHAN LIMBAH BONGGOL JAGUNG MENJADI ARANG BRIKET BERNILAI EKONOMIS BAGI MASYARAKAT DESA TEMON

Fahrul Rochman Nurhidayat

Abstract


Desa Temon, Kecamatan Baturetno, Kabupaten Wonogiri merupakan wilayah agraris dengan komoditas utama jagung yang menghasilkan limbah bonggol jagung dalam jumlah cukup besar setiap musim panen. Limbah tersebut umumnya belum dimanfaatkan secara optimal dan cenderung dibakar atau dibiarkan menumpuk sehingga berpotensi menimbulkan pencemaran lingkungan. Kegiatan ini bertujuan untuk memanfaatkan limbah bonggol jagung menjadi arang briket sebagai bahan bakar alternatif yang bernilai ekonomis serta meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap pengelolaan limbah pertanian. Metode yang digunakan adalah pendekatan demonstratif dan partisipatif melalui sosialisasi, praktik langsung, dan pelibatan aktif ibu-ibu PKK Desa Temon dalam seluruh tahapan pembuatan briket. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa dari sekitar 10 kg bonggol jagung kering dapat dihasilkan ±4–5 kg arang dan sekitar 5 kg briket siap pakai. Briket yang dihasilkan memiliki bentuk padat dan pembakaran yang relatif stabil. Kegiatan ini meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pemanfaatan limbah pertanian serta membuka peluang usaha rumah tangga berbasis potensi lokal dengan potensi nilai ekonomi tambahan. Pemanfaatan bonggol jagung menjadi arang briket diharapkan dapat menjadi solusi pengelolaan limbah yang berkelanjutan di tingkat desa. 

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.