Rancangan Penyuluhan Pemanfaatan Limbah Kulit Buah Kakao Menjadi Pupuk Kompos di Kecamatan Tigalingga, Kabupaten Dairi

Kristianta Tarigan, Silvia Nora, Mukhtar Yusuf

Abstract

Penelitian ini bertujuan menyusun rancangan penyuluhan pemanfaatan limbah kulit buah kakao menjadi pupuk kompos dan menilai tanggapan pekebun terhadap rancangan tersebut di Kecamatan Tigalingga, Kabupaten Dairi. Penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan 57 pekebun kakao sebagai responden melalui teknik sampel jenuh. Penilaian mencakup tujuh komponen: materi (87,11%), metode (85,79%), media (86,21%), volume (87,71%), lokasi (85,01%), waktu (84,04%), dan biaya (85,52%). Nilai rata-rata keseluruhan sebesar 85,91% termasuk kategori sangat sesuai. Jumlah pekebun yang menyatakan bersedia mencoba pembuatan kompos meningkat dari 25 orang (43,86%) sebelum penyuluhan menjadi 30 orang (52,63%) setelah dua pertemuan penyuluhan dan demonstrasi cara. Hasil tersebut menunjukkan kesediaan yang dinyatakan responden, bukan bukti penerapan aktual atau penggunaan berkelanjutan. Secara praktis, penyuluhan perlu memadukan materi yang mudah dipahami, demonstrasi langsung, dan pendampingan lanjutan. Penelitian selanjutnya disarankan memverifikasi produksi kompos, mutu kompos, dan keberlanjutan penggunaannya dalam periode pengamatan yang lebih panjang.

Keywords

extension design; cocoa pod peel waste; compost; farmer acceptance; cocoa farming

Full Text:

PDF

References

Anoraga, S. B., Shamsudin, R., Hamzah, M. H., Sharif, S., & Saputro, A. D. (2024). Cocoa by-products: A comprehensive review on potential uses, waste management, and emerging green technologies for cocoa pod husk utilization. Heliyon, 10(16), e35537. https://doi.org/10.1016/j.heliyon.2024.e35537

BPS Kabupaten Dairi. (2025). Kabupaten Dairi dalam Angka 2025. Badan Pusat Statistik Kabupaten Dairi.

BPS Kabupaten Dairi. (2025). Kecamatan Tigalingga dalam Angka 2025. Badan Pusat Statistik Kabupaten Dairi.

Descartes, D., Harianto, H., & Falatehan, F. (2021). Penyuluhan pertanian dan pengaruhnya terhadap pendapatan usahatani di Gapoktan Rorotan Jaya, Rorotan, Cilincing, Provinsi DKI Jakarta. Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis, 5(2), 390–403.

Haryanti, H., Anas, I., Santosa, D. A., & Sasmita, K. D. (2018). Application of biochar and decomposers to the composting process of cocoa husk and enrichment using phosphate solubilizing microbe to improve the quality organic fertilizer. Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan, 20(1), 25–32. https://doi.org/10.29244/jitl.20.1.25-32

Karanganyar, K., Wahyudyanti, F. H., Anantanyu, S., & Widiyanti, E. (2023). Pengaruh pengalaman usahatani terhadap adopsi inovasi. Journal of Integrated Agricultural Socio Economics and Entrepreneurial Research, 2(1), 1–7.

Kementerian Pertanian Republik Indonesia. (2016). Peraturan Menteri Pertanian Republik Indonesia Nomor 47/Permentan/SM.010/9/2016 tentang Pedoman Penyuluhan Pertanian.

Kuswinanti, T., Brugman, E., Putri, N. A., Nurhidayaha, A., & Nasruddin, A. (2024). Formulation of fungi for cocoa pod waste decomposition and cocoa pod rot control (Phytophthora palmivora Butl.). CROPSAVER: Journal of Plant Protection, 7(1). https://journals.unpad.ac.id/cropsaver/article/view/51387

Leeuwis, C., & van den Ban, A. (2004). Communication for Rural Innovation: Rethinking Agricultural Extension (3rd ed.). Blackwell Science.

Mardikanto, T. (2010). Model-model pemberdayaan masyarakat. Kerjasama Fakultas Pertanian UNS dengan UPT Penerbit.

Mwafulirwa, L., Sizmur, T., Daymond, A., Atuah, L., Quaye, A. K., Coole, S., Robinson, S., Hammond, J., Awudzi, G., Awunyo-Vitor, D., Domfeh, O., & Hadley, P. (2024). Cocoa pod husk-derived organic soil amendments differentially affect soil fertility, nutrient leaching, and greenhouse gas emissions in cocoa soils. Journal of Cleaner Production, 479, 144065. https://doi.org/10.1016/j.jclepro.2024.144065

Rogers, E. M. (2003). Diffusion of Innovations (5th ed.). Free Press.

Rohmah, Y. (2025). Buku Outlook Komoditas Perkebunan Kakao. Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian, Sekretariat Jenderal, Kementerian Pertanian.

Sadono, D., Sumardjo, Murdianto, Firmansyah, A., Azhari, R., & Syamsiah, S. (2026). Extension support and peer influence on climate-smart agriculture adoption among Indonesian rice farmers. Indian Journal of Extension Education, 62(4), 110–117. https://doi.org/10.48165/IJEE.2026.62415

Sugiyono. (2022). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.

Thabrani, R., Amalia, Y. F. R., Zuhraini, Z., Pandini, I., & Candri, D. A. (2023). Pemanfaatan limbah kulit kakao sebagai bahan dasar pembuatan pupuk organik cair (POC) untuk budidaya tanaman hortikultura di lahan pekarangan rumah Desa Genggelang, Kecamatan Gangga, Kabupaten Lombok Utara. Jurnal Wicara Desa, 1(1), 93–100.

Widiantoro, W. (2025). Pendekatan Rapid Rural Appraisal (RRA) dalam mengidentifikasi potensi dan masalah aspek sosial-budaya masyarakat Kampung Teluk Bayur. ECO-BUILD: Economy Bring Ultimate Information All About Development Journal, 7(1), 64–78.

Wijaya, M. M., Wiharto, M., Anwar, M., & Nur Alam, M. (2025). Eksplorasi limbah kulit buah kakao wilayah Sulselbar: Analisis komposisi, pirolisis, dan potensinya sebagai bio-fertiliser. JST (Jurnal Sains dan Teknologi), 14(1), 13–24.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.