Titik Kontrol Kritis Pada Pengolahan Susu Pasteurisasi Di Koperasi Unit Desa (KUD) Dau Kabupaten Malang

Novita Dewi Kristanti, Andi Warnaen, Dewi Ratih Ayu Daning

Sari

Penelitian tentang Titik Kontrol Kritis pada Pengolahan Susu Pasteurisasi di Koperasi Unit Desa Dau Kabupaten Malang bertujuan untuk menganalisis titik kontrol kritis pada pengolahan susu pasteurisasi dengan menggunakan decision tree di Koperasi Unit Desa Dau. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan penelitian survey. Populasi dan sampel penelitian adalah para petugas di pos penampungan, pengemudi kendaraan tangki armada, petugas di tangki transit, petugas  pada pengolahan susu pasteurisasi dan petugas sanitasi di KUD Dau, jumlah sampel sasaran penelitian adalah 22 orang. Analisis data yang digunakan adalah analisis statistik deskriptif . Hasil penelitian Titik Kontrol Kritis Proses Pengolahan Susu Pasteurisasi menunjukkan susu pasteurisasi yang diproduksi oleh KUD Dau berpotensi mengandung Bahaya B. mengandung bahan tambahan makanan dan kandungan gizi dari susu. Bahaya D. Produk susu pasteurisasi kemungkinan dapat terkontaminasi ulang setelah pengolahan dan sebelum pengepakan. Bahaya E Pada susu pasteurisasi terdapat bahaya yang potensial pada penanganan saat distribusi atau penanganan oleh konsumen. Bahaya F. Tidak ada proses pemanasan akhir setelah proses pengepakan atau ketika dimasak di rumah. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa TKK pengolahan susu pasteurisasi adalah tahapan: penerimaan susu di pos penampungan, pasteurisasi tahap I dan homogenisasi,  pasteurisasi tahap II, pencampuran flavour, penyimpanan serta distribusi.

Kata Kunci

Titik Kontrol Kritis, TKK, Pesteurisasi. KUD Dau

Teks Lengkap:

PDF

Referensi

Anonymous. 1995. Susu Pasteurisasi. SNI 01-3951-1995. Standar Nasional Indonesia. Badan Standardisasi Nasional.

Anonymous. 2004. Codex Alimentarius Comission Cac/Rcp 57-2004 : Code of Hygienic Practice For Milk and Milk Products. Fao and Who, Rome.

Anonymous. 2014. Dairy Processing Plants: Guidelines for the Cleaning of Dairy Plant Processing Equipment. Bc Centre for Disease Control. http://www.bccdc.ca/nr/rdonlyres/bf40bb53-6264-48ad-8a25a09f43b5caf0/0/dairyprocessingcleaning. Diunduh Tanggal 9 Maret 2015.

Crowther. J. 1996. HACCP module training. Pros. Seminar Sehari Pengamanan Hasil Peternakan untuk Meningkatkan Daya Saing Pasar. Jakarta, Januari 1996

Hassan, N. B. A., M. O. M. Abdalla. and A. A. A. M. Nour. 2009. Microbiology Quality of Heat-Treated Milk During Storage. Pakistan Journal of Nutrition 8(12): 1845-1848.

Hermansyah, M., Pratiko., R, Soenoko.,dan N.W. Setyanto. 2013. Hazard Analysis and Critical Control Point (HACCP) Produksi Maltosa dengan Pendekatan Good Manufacturing Practice (GMP). Journal of Engineering and Management in Industrial System 1(1): 14-20.

Idrus, M. 2009. Metode Penelitian Ilmu Sosial Pendekatan Kualitatif dan Kuantitatif. Gelora Aksara Pratama. Yogyakarta.

Kokkinakis, E. N., G. A. Fragkiadakis, S. H. Loakeimidi, I. B. Giankoulof and A. H. Kokkonak. 2008. Microbiological Quality of Ice Cream After HACCP Implementation: A Factory Case Study. Czech Journal of Food Science 26(5): 383-391.

Lejeune, J. T. and P. J. Rajala-Schultz. 2009. Unpasteurized Milk: A Continued Public Health Threat. Oxford Journals. Medecine. Clinical Infectious Diseases 48(1): 93-100.

Murdiarti, T.B. A, Priadi., S,Rachmawati, dan Yuningsih.2004. Susu Pasteurisasi dan Penerapan HACCP (Hazard Analysis Critical Control Point). Jurnal Ilmu Ternak dan Veteriner 9(3): 172-180.

Nuryani, A. B., Y. S. Darmanto. dan T. W. Agustini. 2007. Pengendalian Mutu Penanganan Udang Beku dengan Konsep Hazard Analysis Critical Control Point (Studi Kasus di Kota Semarang dan Kabupaten Cilacap). Jurnal Pasir Laut 3(1): 19-26.

Prejit, E. Nanu. and C. Latha. 2007. Microbial Quality Assurance of Milk

During Production, Processing and Marketing. American Journal of Food Technology 2(3): 136-144.

Ruegg, P. L. and D. J. Reinemann, 2002. Milk quality and mastitis test. University of Wisconsin Extension Services. The Bovine Practice, 36,1-13.

Sudarmaji. 2005. Analisis Bahaya dan Pengendalian Titik Kritis (Hazard Analysis Critical Control Point). Jurnal Kesehatan Lingkungan 1(2): 183-190.

Vlkova, H., V. Babak, R. Seydlova, I. Pavlik. and J. Schlegelova. 2008. Biofilms and Hygiene on Dairy Farms and in the Dairy Industry: Sanitation Chemical Products and Their Effectiveness on Biofils- A Review. Czech Journal of Food Science 26(5): 309- 323.

Winarno, F. G. dan Surono.2002. HACCP dan Penerapannya dalam Industri Pangan. M-Brio Press. Bogor.

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.