ANALISIS RESPONSIVITAS MULTI-STAKEHOLDER TERHADAP PERWUJUDAN ZERO STUNTING DI KOTA SURAKARTA

Sharfina Sekar Putri

Sari

Pemerintah telah mencanangkan berbagai Program Intervensi Gizi Sensitif untuk mewujudkan cita-cita zero stunting, tetapi temuan lapangan menunjukkan bahwa terdapat berbagai ketidaktepatan dalam pelayanan yang diberikan kepada kelompok target masyarakat. Temuan tersebut diikuti dengan adanya kegagalan cita-cita zero stunting yang sudah dicanangkan sejak 2021. Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengkaji sikap responsif pemangku kebijakan terhadap pelaksanaan Intervensi Gizi Sensitif sebagai upaya perwujudan zero stunting di Kota Surakarta. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptis kualitatif dengan teknik pengumpulan data yaitu wawancara kepada informan yang dipilih secara purposive (yaitu informan yang mengetahui hal yang berkaitan dengan permasalahan penelitian) dan studi dokumentasi terhadap dokumen-dokumen terkait. Validitas data dilakukan dengan menggunakan triangulasi teknik dan triangulasi sumber. Penggunaan teknik analisis data interaktif meliputi data collection, data condensation, data display, conclusion drawing. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa keempat pemangku kebijakan utama yang bertanggung jawab atas pelaksanaan Intervensi Gizi Sensitif, yaitu : Dinas Kesehatan, DP3AP2KB, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, dan Dinas Sosial, memiliki berbagai program yang berkaitan dengan keempat (4) aspek utama Intervensi Gizi Sensitif. Kinerja dari indikator kemampuan merespon masyarakat menunjukkan bahwa keempat stakeholder mampu membentuk berbagai program sesuai aspek yang mereka pertanggungjawabkan. Namun, masih terdapat Dinas Kesehatan yang belum merespon kebutuhan mahasiswa sebagai kelompok rentan, dan Dinas Sosial yang belum memiliki program khusus kelompok masyarakat stunting. Seluruh stakeholder juga sudah memfasilitasi wadah keluhan masyarakat, tetapi masih ditemukan kelemahan pada pelaksanaan di lapangan, seperti respon kader kurang optimal, dan permasalahan sanitasi menahun yang belum tertangani. Kinerja dari indikator kecepatan melayani menunjukkan bahwa kecepatan pelayanan yang diberikan stakeholder secara keseluruhan telah sesuai dengan kebutuhan masyarakat, meskipun masih ditemukan kelompok masyarakat stunting yang awam dengan beberapa pelayanan, seperti pada Program L2T2 dan L2T3. Kinerja dari indikator kecermatan melayani menunjukkan bahwa Dinas Kesehatan merupakan stakeholder yang menunjukkan keseriusan paling tinggi dalam menangani kelompok rentan, terutama yang tinggal di area rawan. Sedangkan, kekurangan pemerataan pelaksanaan program terlihat pada beberapa program yang dipegang oleh DP3AP2KB. DPUPR mencatat cakupan layanan air minum dan sanitasi sudah lebih dari 97% tetapi masih ditemukan masyarakat yang mengkonsumsi air sumur, serta belum adanya pengawasan terhadap sanitasi dan sumur ilegal. Dinas Sosial menunjukkan kecermatan melalui komitmen menurunkan angka kemiskinan melalui target keluarga yang akan mengikuti Program Graduasi pada tahun ini. Sehingga disimpulkan bahwa keempat stakeholder terkait, sudah menunjukkan responsivitas yang baik, tetapi belum optimal, terhadap upaya perwujudan zero stunting di Kota Surakarta.

Kata Kunci

Responsivitas pelayanan; sektor publik; stakeholder; stunting; intervensi gizi sensitif.

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.