KEKUATAN PEMBUKTIAN SAKSI MAHKOTA SEBAGAI ALAT BUKTI DALAM PEMBUKTIAN TINDAK PIDANA PENCURIAN DENGAN PEMBERATAN

Kharisma Shalsabilla Putri Nofa, Bambang Santoso

Abstract

This article analyses the strength of the crown witness evidence in proving qualified theft crime in Verdict Number 342/Pid.B/2021/PN Sbr. The purpose of this article is to determine the strength of evidence of the crown witness in proving qualified theft crime. This research is normative legal research which is perspective and applied. This legal research uses a case approach. Types of legal materials used are primary and secondary legal materials. The technique of collecting legal materials used is library research. The analysis technique used is the deductive method. Based on the research results, it can be understood that the strength of evidence of the crown witness in proving qualified theft crime in Verdict Number 342/Pid.B/2021/PN Sbr is valid and accountable because it has fulfilled the requirements as evidence. As for the strength of evidence, it is independent and depends on the judge's judgment.

Keywords: Strength of Evidence; Protection of the Defendant's Human Rights; Crown Witness.

Full Text:

PDF

References

Darwan Prinst. 1998. Hukum Acara Pidana dalam Praktik. Jakarta: Djambatan.

Donny Agung Novanto, Putri Surya Dewi, dan Wida R. Sanjaya. “Implikasi Penggunaan Saksi Mahkota (Kroongetuige) Terhadap Legalitas Pembuktian Perkara Perjudian”. Jurnal Verstek. Vol. 2 No. 1 (2014): 29-40.

Hendri, Azwar Agus, dan Rika Destiny Sinaga. “Kekuatan Hukum Saksi Sebagai Alat Bukti dalam Proses Peradilan Pidana di Indonesia Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1981 tentang Hukum Acara Pidana (Pengadilan Negeri Kelas IA Palembang)”. Law Dewantara: Jurnal Ilmu Hukum. Vol. 1 No. 1 (2021): 24-37.

Hulman Panjaitan dan Daniel Suhardiman. 2020. Kemahiran Beracara Pidana. Depok: RajaGrafindo Persada.

I Made Sukadana, Amiruddin, dan Lalu Parman. “Alat Bukti Keterangan Saksi Mahkota dalam Perkara Pidana Pencurian”. Jurnal Law Reform. Vol. 14 No. 2 (2018): 262-274.

M. Yahya Harahap. 2006. Pembahasan Permasalahan dan Penerapan KUHAP: Pemeriksaan Sidang Pengadilan, Banding, Kasasi, dan Peninjauan Kembali: Edisi Kedua. Jakarta: Sinar Grafika

Martiman Prodjohamidjojo. 1984. Komentar atas KUHAP: Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana. Jakarta: Pradnya Paramitha.

Moeljanto. 2008. Asas-Asas Hukum Pidana. Jakarta: Rineka Cipta.

Ni Made Elly Pradnya Suari, I Made Minggu Widyantara, dan Ni Made Sukaryati Karma. “Kedudukan dan Perlindungan Saksi Mahkota dalam Tindak Pidana Pencurian dengan Kekerasan (Studi Kasus Pengadilan Negeri Denpasar)”. Jurnal Interpretasi Hukum. Vol. 1 No. 1 (2022): 210-215.

Peter Mahmud Marzuki. 2022. Penelitian Hukum. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.

R. Subekti. 2001. Hukum Pembuktian. Jakarta: Pradnya Paramitha.

Toddy Anggasakti dan Amanda Pati Kawa. “Penggunaan Saksi Mahkota dalam Pembuktian Perkara Pembunuhan Berencana Berdasar Asas Praduga Tidak Bersalah (Persumption Of Innocence)”. Jurnal Verstek. Vol. 4 No. 2 (2016): 200-208.

Wisnu Waskitara. “Pemisahan Berkas Perkara (Splitsing) oleh Penuntut Umum dalam Proses Pembuktian Suatu Tindak Pidana pada Delik Penyertaan”. Journal of Law. Vol. 8 No. 1 (2022): 1-14.

Yusman. “Saksi Mahkota dalam Proses Penyelesaian Perkara (Splitsing) dalam Perkara Tindak Pidana Korupsi”. RECHTSREGEL: Jurnal Hukum. Vol. 2 No. 1 (2019): 509-523.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.