PEMBUKTIAN VISUM ET REPERTUM PADA TINDAK PIDANA PENGANIAYAAN YANG MENGAKIBATKAN KEMATIAN

Indah Wulandari, Arsyad Aldyan

Abstract

This article analyzes theproofof Visum et Repertum onthe criminal act of persecution resulting in death. The purpose of this article is to find out Visum et Repertum from the perspective of evidentiary law onthe criminal act of persecution resulting in deathin the context ofacase study ofDecisionNumber 80/Pid.B/2022/PN Krg. This research is normative or doctrinal legal research that is prescriptive and applied. This research uses a case approach with the types of primary legal materials and secondary legal materials. The technique of collecting legal materials using document studies or literature studies. This research uses legal material analysis techniques with a deduction syllogism method. Based on this study, the results were obtained that Visum et Repertum has met the perspective of evidentiarylaw, especially in the criminal act of persecutionresultingin death in the context of a case study of Decision Number 80/Pid.B/2022/PN Krg. From the perspective of evidentiary law, Visum et Repertum is included in the category of evidence and can have the power of proof as documentary evidence, expert testimony, and directive evidence.

Keywords: Death; Persecution; Proof; Visum et Repertum

Full Text:

PDF

References

Defi Afandi. Visum et Repertum: Tata Laksana dan Teknik Pembuatan. Riau: Fakultas Kedokteran Universitas Riau, 2017.

Desi Wilma Shara dkk. “Peranan Visum et Repertum dalam Proses Pembuktian Perkara Pidana Penganiayaan Biasa yang Mengakibatkan Kematian (Putusan Nomor: 3490/Pid.B/2015/PN Mdn).” Jurnal Mercatoria 12 no. 1 (2019): 1-13.

Destalia Christi. “Kedudukan Visum et Repertum (VER) dalam Tindak Pidana Pembunuhan.” Jurnal Lex et Societatis 4 no. 2 (2016): 5-10.

Dzulkifli Umar dan Utsman Handoyo. Kamus Hukum (Dictionary of Law New Edition). Jakarta: Mahirsindo Utama, 2014.

Eddy O.S. Hiariej. Teori dan Hukum Pembuktian. Jakarta: Erlangga, 2012.

Manumpak Pane, “Peranan Visum et Repertum dalam Tindak Pidana Penganiayaan yang Mengakibatkan Kematian.“ Jurnal Refleksi Hukum 8 No. 2 (2014): 169-178.

M. Yahya Harahap. Pembahasan Permasalahan dan Penerapan KUHAP: Pemeriksaan Sidang Pengadilan, Banding, Kasasi, dan Peninjauan Kembali. Jakarta: Sinar Grafika, 2016.

Narulita Anggun, “Kekuatan Pembuktian dan Penilaian Alat Bukti Visum et Repertum dalam Tindak Pidana Pembunuhan Berencana (Studi Putusan Pengadilan Negeri Stabat Nomor: 416/Pid.B/2015/PN. Stb).” Jurnal Verstek 7 no. 1 (2019): 169-175.

Narulita Putri Kusmira. “Kekuatan Pembuktian dan Penilaian Alat Bukti Visum et Repertum dalam Tindak Pidana Persetubuhan Terhadap Anak (Studi Putusan Pengadilan Negeri Surakarta Nomor: 92/Pid.Sus/2015/PN Skt).” Jurnal Verstek 4 no. 3 (2016): 136-145.

Peter Mahmud Marzuki. Penelitian Hukum Edisi Revisi. Jakarta: Kencana Prenada Media Group, 2022.

Putusan Pengadilan Negeri Karanganyar Nomor 80/Pid.B/2022/PN Krg

R. Atang Ranoemihardja. Ilmu Kedokteran Kehakiman (Forensic Science). Bandung: Tarsito, 1983.

R. Soeparmono. Keterangan Ahli dan Visum et Repertum dalam Aspek Hukum Acara Pidana. Bandung: Mandar Maju, 2016.

Siswo Putranto Santoso. “Penganiayaan Ditinjau dari Pasal Pasal 351 ayat (1) Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) (Studi Kasus Perkara Nomor: 247/Pid.B/2014/PN Cibadak).” Jurnal Ilmiah Widya 3 no. 3 (2016): 126-133.

Sofyan Dahlan. Ilmu Kedokteran Forensik. Semarang: Sinar HS, 1990.

Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana (KUHP)

Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1981 tentang Hukum Acara Pidana (KUHAP)

Yesi Puji Astutiningrum. “Pertimbangan Majelis Hakim dalam Peranan Saksi Ahli dalam Pembuatan Visum et Repertum Sebagai Alat Bukti dalam Perkara Penganiayaan yang Mengakibatkan Kematian (Studi Putusan Mahkamah Agung Nomor 791K/PID/2014).” Jurnal Verstek 4 no. 1 (2016): 165-172. https://jurnal.uns.ac.id/verstek/article/download/38321/25358.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.