Hubungan Konteks Media Sosial dengan Pergeseran Makna Kata Bengek dan Bobrok dalam Media Sosial X: Kajian Semantik (The Relationship Between Social Media Context and The Semantic Shift of The Words Bengek and Bobrok on The X Social Media Platform)
Abstract
The rapid development of language on social media X has given rise to semantic shifts in the words bengek and bobrok. Both words are frequently used outside their original semantic contexts. Therefore, this study aims to describe the forms of semantic shift of the words bengek and bobrok on social media X, as well as to explain the influence of social media context on these shifts. This study employs a descriptive qualitative method. The data consist of sentences containing the words bengek and bobrok collected from social media X. Data were gathered using the observation method with note-taking technique, then analyzed using the distributional method with substitution technique. Data validity was ensured through source triangulation. The analysis results are presented informally. The findings indicate that bobrok undergoes more semantic shifts than bengek. The word bengek shifts through generalization, amelioration, and synaesthesia, whereas bobrok shifts through generalization, specialization, pejoration, and synaesthesia. Examined from the social media context, these semantic shifts are influenced by emotional expression context, evaluative and critical context, multimodal and sensory association context, as well as linguistic freedom and creativity context, which constitute the primary characteristics of communication on social media X.
Perkembangan bahasa yang pesat dalam media sosial X memunculkan pergeseran makna kata bengek dan bobrok. Kedua kata tersebut sering digunakan di luar konteks makna asalnya. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk pergeseran makna kata bengek dan bobrok dalam media sosial X, serta menjelaskan pengaruh konteks media sosial terhadap pergeseran kedua makna tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Data berupa kalimat yang mengandung kata bengek dan bobrok dalam media sosial X. Data dikumpulkan dengan metode simak dan teknik catat, lalu dianalisis menggunakan metode agih dengan teknik ganti. Validitas data menerapkan prinsip keabsahan data melalui triangulasi sumber data. Hasil analisis disajikan secara informal. Hasil analisis menunjukkan bahwa kata bobrok mengalami lebih banyak pergeseran makna dibandingkan kata bengek. Kata bengek bergeser makna secara generalisasi, ameliorasi, dan sinestesia, sedangkan kata bobrok melalui generalisasi, spesialisasi, peyorasi, dan sinestesia. Ditinjau dari konteks media sosial, pergeseran makna tersebut dipengaruhi oleh konteks ekspresi emosional, konteks evaluatif dan kritis, konteks multimodal dan asosiasi inderawi, serta konteks kebebasan berbahasa dan kreativitas linguistik yang menjadi karakter utama komunikasi di media sosial X.
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Arvinki, N., & Anggraini, S. D. (2025). Pengaruh x tread pada forum “Komunitas Marah-Marah” terhadap perkembangan bahasa: Kajian sosiolinguistik. Jurnal Vokatif: Pendidikan Bahasa, Kebahasaan, dan Sastra, 2(1), 41–49. https://doi.org/10.51574/vokatif.v2i1.2541
Azizah, N. (2023). Penyimpangan morfologis kosakata ragam cakapan di Twitter. Translation and Linguistics (Transling), 3(2), 77–88. https://doi.org/10.20961/transling.v3i2.72299
Dilivia, A. Z., Febriyanto, L., & Ginanjar, B. (2023). Pergeseran makna kosakata flora dalam metafora di media sosial twitter: Kajian semantik. Linguistik Indonesia, 41(1), 75–88. https://doi.org/10.26499/li.v41i1.418
Fitria, R. N., & Pratama, B. S. (2021). Pergeseran makna gas dalam bahasa Indonesia. Jalabahasa, 17(2), 123–133. https://doi.org/10.36567/JALABAHASA.V17I2.742
Hijrah, N., Rialni, D. A. P., Maysarah, M., Sari, Y., & Adisaputera, A. (2024). Pergeseran makna dan ekspresi identitas penggunaan bahasa gaul di media sosial. Narasi: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra Indonesia, Dan Pengajarannya, 2(1), 93–100. https://doi.org/10.30762/narasi.v2i1.3053
Kamus Besar Bahasa Indonesia. (2025). bengek. Diambil dari https://kbbi.kemdikbud.go.id/entri/bengek
Kamus Besar Bahasa Indonesia. (2025). bobrok. Diambil dari https://kbbi.kemdikbud.go.id/entri/bobrok
Kristinuapi, A. M., Sitaresmi, N., Sulistyaningsih, L. S., Gumilar, G. S., & Syahfitri, I. (2024). Fenomena perubahan makna kata bahasa Indonesia dalam konten platform Instagram dan X. Semantik: Jurnal Kajian Bahasa dan Budaya, 13(1), 87–102. https://doi.org/10.22460/semantik.v13i1.p87-102
Laksono, W. (2025). Fenomena perluasan makna dalam interaksi penutur bahasa Indonesia di media sosial X (Januari—Juli 2024): Analisis semantik. GHANCARAN: Jurnal Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia, 6(2). https://doi.org/10.19105/ghancaran.v6i2.15170
Makmun, S., Hafi, I. Y., & Tesir, D. M. (2022). Analisis pergeseran makna kata di media harian Kompas bidang sepak bola edisi bulan September-Oktober tahun 2020 kajian semantik. Jurnal Ilmiah Telaah, 7(2), 227–232. https://doi.org/10.31764/telaah.v7i2.10482
Marantika, E. R., Agustin, V. F., Mundi, R. C., & Ginanjar, B. (2025). Pergeseran makna pada kosakata berunsur fenomena alam dan bencana alam di media sosial X: Kajian semantik. Linguistik Indonesia, 43(2), 347–359. https://doi.org/10.26499/li.v43i2.731
Masruroh, M. O., Angelita, T., & Ginanjar, B. (2022). Pergeseran makna kata cabut dan ambyar dalam bahasa Indonesia. AKSARA: Jurnal Bahasa Dan Sastra, 24(1). https://doi.org/10.23960/aksara/v24i1.pp27-39
Ningtyas, A. C., Difanti, N., & Ginanjar, B. (2022). Pergeseran makna pada istilah penunjuk fauna di media sosial twitter: Kajian semantik. LITERASI: Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa, Sastra Indonesia Dan Daerah, 12(1), 55–65. https://doi.org/10.23969/literasi.v12i1.4801
Nurjamilah, Murny, Husniati, N., & Bik, M. T. N. (2025). Dinamika bahasa dalam media sosial: Pengaruh platform digital terhadap gaya berbahasa pengguna. Edusola: Journal Education, Sociology and Law, 1(1), 780-793.
Parera, J. D. (2004). Teori semantik. Erlangga.
Rosdiana. (2021). Pergeseran kosakata bahasa Indonesia pada pengguna Instagram. Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, Dan Sastra, 7(1), 157–166. https://doi.org/10.30605/onoma.v7i1.614
Santosa, R. (2021). Metode penelitian linguistik fungsional. UNS Press.
Sari, S. N., & Wibowo, A. A. (2025). Analisis fenomenologi komunitas marah-marah sebagai media emotional expression di media sosial X. Jurnal Komunikasi Nusantara, 7(1), 100–110. https://doi.org/10.33366/jkn.v7i1.2333
Sitanggang, A., Umaidah, Y., Umaidah, Y., Adam, R. I., & Adam, R. I. (2024). Analisis sentimen masyarakat terhadap program makan siang gratis pada media sosial X menggunakan algoritma Naïve Bayes. Jurnal Informatika dan Teknik Elektro Terapan, 12(3), 2755–2762. https://doi.org/10.23960/jitet.v12i3.4902
Sudaryanto. (2015). Metode dan aneka teknik analisis bahasa. Sanata Dharma University Press.
Suwandi, S. (2011). Semantik Pengantar Kajian Makna. Media Perkasa.
Yapriani, I., Putriana, D., Purnama, R. P., Aula, R. P., Sembiring, G. S., Pulungan, S. K. R., & Rosadi, M. (2025). Strategi komunikasi pengguna media sosial dalam mengelola bahasa, etika, dan resistansi sosial di ruang komentar platform digital X (Twitter). Menulis: Jurnal Penelitian Nusantara, 1(6), 366–??. https://doi.org/10.59435/menulis.v1i6.348
Ullmann, S. (2012). Pengantar Semantik. Pustaka Pelajar.
Wakidah, A., Puspitasari, D., Aryandhini, M. N. S., & Wulandari, K. (2020). Pergeseran Makna Sumpah dalam Bahasa Indonesia. Transformatika: Jurnal Bahasa, Sastra, Dan Pengajarannya, 3(2), 179. https://doi.org/10.31002/transformatika.v3i2.2044



