Perbandingan Bahasa Indonesia dan Bahasa Melayu Pontianak: Tinjauan Dialektologi (Comparasion between Indonesia Languague and Pontianak Malay Languague: A Dialectological Study)
Abstract
This study aims to measure the linguistic distance between Indonesian and Pontianak Malay through a dialectological approach. Indonesian, which is rooted in Malay, has undergone development through processes of standardization, the absorption of foreign vocabulary, and orthographic reform. However, the extent of the linguistic distance between Indonesian and Pontianak Malay has not been discussed in previous studies. This research employs the 200-word Swadesh list. The data were collected using the non-participatory observation method involving three native speakers of Pontianak Malay and were subsequently analyzed using Guiter’s (1974) dialectometric approach. The findings reveal that only 11 lexical items differ, with a percentage of difference below 20%. According to Guiter’s classification, the two varieties do not show significant differences and remain within the same language group. The differences identified are predominantly phonological variations, such as final sound changes and the deletion of certain consonants. These findings confirm that Indonesian and Pontianak Malay maintain a very high degree of linguistic proximity despite undergoing different historical developments.
Penelitian ini bertujuan untuk mengukur jarak linguistik antara Bahasa Indonesia dan Bahasa Melayu Pontianak melalui pendekatan dialektologi. Bahasa Indonesia yang berakar dari Bahasa Melayu mengalami perkembangan melalui proses standarisasi, penyerapan kosakata bahasa asing, serta pengubahan ejaan. Namun, sejauh mana jarak Bahasa Indonesia dan Bahasa Melayu Pontianak belum dibahas di penelitian lain. Penelitian ini menggunakan 200 kosakata Swadesh. Data yang diperoleh menggunakan metode simak bebas libat cakap terhadap tiga penutur asli Melayu Pontianak, kemudian dianalisis menggunakan dialektometri Guiter (1974). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 11 kosakata yang berbeda dengan persentase perbedaan di bawah 20%. Berdasarkan klasifikasi Guiter, kedua Bahasa tersebut tidak menunjukkan perbedaan signifikan dan masih berada dalam satu bahasa yang sama. Perbedaan ditemukan lebih banak berupa variasi fonologis seperti perubahan bunyi akhir dan penghilangan konsonan tertentu. Temuan ini menegaskan bahwa Bahasa Indonesia dan Bahasa Melayu Pontianak memiliki kedekatan linguistik yang sangat tinggi meskipun mengalami perkembangan historis yang berbeda.
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Ayatrohaedi. (1979). Dialektologi: Sebuah pengantar. Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.
Chaer, A. (2009). Fonologi Bahasa Indonesia (1st ed.). Rineka Cipta.
Diniarti, D. A. (2018). Interferensi Bahasa Malaysia terhadap Bahasa Indonesia pada TKI di Kecamatan Suralaga Lombok Timur (kajian sosiolinguistik). Lingua, 14(1), 26–34.
Ferguson, C. A. (1959). Diglossia. WORD, 15(2), 325–340. https://doi.org/10.1080/00437956.1959.11659702
Hermawan, A. (2018). Diglosia Bahasa Arab (dilema penggunaan dialek Fuṣḥā dan ‘Ᾱmmiyah). Ta’lim Al-’Arabiyyah: Jurnal Pendidikan Bahasa Arab & Kebahasaaraban, 2(2), 141–152. https://doi.org/10.15575/jpba.v2i2.9531
Joos, M. (1967). The five clocks. International Journal of American Linguistic.
Keela, N., Sastromiharjo, A., & Mulyati, Y. (2021). Kekerabatan Bahasa Indonesia dan Bahasa Melayu Patani: Bentuk dan bunyi bahasa. Riksa Bahasa Xv, 49–54. Retrieved from http://proceedings.upi.edu/index.php/riksabahasa
Kemendikdasmen. (2010). Proses penyerapan istilah dalam Bahasa Indonesia. Retrieved from Proses Penyerapan Istilah dalam Bahasa Indonesia
Kemendikdasmen. (2014). Perkembangan sejarah ejaan Bahasa Indonesia dalam siaran interaktif bina bahasa dan Sastra Indonesia. Retrieved from https://balaibahasajateng.kemendikdasmen.go.id/2014/05/perkembangan-sejarah-ejaan-bahasa-indonesia-dalam-siaran-interaktif-bina-bahasa-dan-sastra-indonesia/
Lailiyah, N., & Wijayanti, F. I. (2022). Kekerabatan Bahasa Jawa, Bali dan Bima: Perspektif linguistik historis komparatif. Linguistik Indonesia, 40(2), 327–345. https://doi.org/10.26499/li.v40i2.308
Lestari, W. F., & Mulyono, S. (2023). Kekerabatan Bahasa Indonesia dan Bahasa Jawa Ngoko bidang fonologi dan kosakata: Kajian linguistik historis komparatif. Journal Metamorfosa, 11(2), 128–144. Retrieved from https://ejournal.bbg.ac.id/metamorfosa
Mahsun. (2017). Metode penelitian bahasa: Tahapan, strategi, metode, dan tekniknya. In Rajawali Pers (9th ed.). Depok. Retrieved from http://eprints.unram.ac.id/29724/1/KUM C2. Buku Metode Peneltian Bahasa.pdf
Moeliono, A. M. (1988). Seminar tata bahasa baku bahasa indonesia. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.
Moleong, L. J. (2007). Metodologi penelitian kualitatif (36th ed.). Remaja Rosdakarya.
Mulasari, E. (2019). Dialek sosial dalam Film Yo Wes Ben Karya Bayu Skak (Universitas Muhammadiyah Surabaya). Universitas Muhammadiyah Surabaya. https://doi.org/10.33087/aksara.v2i2.71
Nababan, P. W. J. (1991). Sosiolinguistik: Suatu pengantar (2nd ed.). Gramedia Pustaka Utama.
Pateda, M. (1987). Sosiolinguistik. Angkasa.
Rais, W. A. (2024). Kearifan lokal dalam bahasa dan budaya Jawa: Studi kasus masyarakat nelayan di Pesisir Selatan Kebumen Jawa Tengah (kajian etnolinguistik) (2nd ed.). UNS Press.
Rina, N. (2018). Hubungan kekerabatan Bahasa Minangkabau Tapan dengan Bahasa Kerinci Sungai Penuh. Gramatika STKIP PGRI Sumatera Barat, 4(1). https://doi.org/10.22202/jg.2018.v4i1.2327
Rokhman, F. (2013). Konsep dasar sosiolinguistik (1st ed.). Graha Ilmu.
Santosa, R. (2021). Dasar-dasar metode penelitian kualitatif kebahasaan. UNS PRESS.
Siregar, I. (2021). Analysis of Betawi Language interference on the morphology of adolescent speech in Jakarta. Journal of Humanities and Social Sciences Studies, 3(8), 54–60. https://doi.org/10.32996/jhsss.2021.3.8.7
Sumarsono, & Partana, P. (2002). Sosiolinguistik (1st ed.). Retrieved from Sabda
Surip, M., & Widayati, D. (2019). Kekerabatan Bahasa Jawa dan Bahasa Gayo: Kajian linguistik historis komparatif. Jurnal Bahasa Lingua Scientia, 11(1), 1–26. https://doi.org/10.21274/ls.2019.11.1.1-26
Sutrimah, Setiana, L. N., Azizah, A., Wardani, O. P., Arsanti, M., Hasanudin, C., Dapubeang, A. R. A. P. (2023). Fonologi Bahasa Indonesia: Suatu tinjauan bunyi bahasa. Deepublish.


