PEMANFAATAN KULIT BUAH KAKAO SEBAGAI PEWARNA ALAMI PADA PROSES BATIK

Indah Permata Ayuningtyas, Tiwi Bina Affanti, Theresia Widyastuti

Sari

Has conducted research cacao fruit skin as natural dyes in the textile batik process using cloth Primissima, cotton and silk as well as variations in the type of fixator. The results showed using alum fixation produces brown, lime fixation produces reddish-brown color, and lotus produces greenish-brown color, the color intensity according to the fixator. Pelorodan process changes the intensity of the color, the color brown fixator alum produces younger, fixator lime produces a yellowish-brown color and fixator lotus produces a  dark brown color. further research to test colorfastness to washing, to determine the nature of the erosion resistance

Kata Kunci

Fruit Leather Cocoa; Natural dyes; Textile

Teks Lengkap:

PDF

Referensi

Siti Narsito Wulan. 2001. Kemungkinan Pemanfaatan Limbah Kulit Buah Kakao Sebagai Sumber Zat Pewarna (β-Karoten). Malang: Universitas Brawijaya.

Tumpal H. S. Siregar, Dkk. 1994. Budidaya, Penelolahan dan Pemasaran

Cokelat. Jakarta: Penebar Swadaya.

Wartoyo Suwadi Pudjogunarto. 2011. Agronomi Tanaman Kakao.

Surakarta: UNS PRESS.

Wibowo Moerdoko, dkk. 1973. Evaluasi Tekstil Bagian Fisika.Bandung:

ITT.

Wibowo Moerdoko 1975. Evaluasi Tekstil Bagian Kimia.Bandung: ITT.

Hendri Suprapto. 2000. Penggunaan Zat Pewarna Alami Untuk Batik. Yogyakarta: Batik Natural Color “BIXA”.

Sri Herlina. 2003. Pewarnaan Alami Dengan Zat Warna Alam. Yoyakarta: Pusat Pengembangan Penataran Guru Kesenian.

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.