Kawasan perdagangan-jasa Solo Baru sebagai Central Business District di Kabupaten Sukoharjo

Najwa Wijdania, Paramita Rahayu, Ana Hardiana

Abstract

Solo Baru merupakan kawasan di peri-urban Kota Surakarta yang memiliki tujuan awal pembangunan sebagai penyedia perumahan skala besar sebagai tindak lanjut dari pertumbuhan Kota Surakarta yang tinggi. Namun, seiring berjalannya waktu, tujuan pengembangan berubah untuk menjadikannya sebagai pusat penggerak baru di Kabupaten Sukoharjo. Pengembangan CBD ini diperlukan untuk mengakomodasi perkembangan kawasan perdagangan-jasa yang pesat di dalamnya. CBD dianggap sebagai kawasan yang memainkan peran kunci untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Namun, fakta yang ada di lapangan menggambarkan adanya beberapa sarana perekonomian yang kurang diperhatikan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui tingkat kesiapan kawasan perdagangan-jasa Solo Baru sebagai kawasan CBD. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan deduktif. Metode pengumpulan data, meliputi studi dokumen, observasi lapangan, dan pemetaan citra satelit. Teknik analisis yang digunakan adalah statistik-deskriptif. Hasil penelitian menyatakan bahwa kawasan perdagangan-jasa Solo Baru sudah mengakomodasi beberapa variabel untuk menjadikannya sebagai CBD. Hal ini didapatkan dari hasil analisis per variabel yang menyatakan bahwa 6 dari 11 variabel yang digunakan sebagai pengukuran berada dalam kondisi siap atau sesuai dengan parameter kesiapan kawasan CBD.

Keywords

Central Business District; Kawasan Perdagangan; Pengembangan Wilayah

Full Text:

PDF

References

[1] Yunus HS. Manajemen Kota : Perspektif Spasial. Yogyakarta: Pustaka Belajar; 2005.

[2] Dinas Lingkungan Hidup Kota Surakarta. Buku II Laporan Utama Dokumen Informasi Kinerja Pengelolaan Lingkungan Hidup Daerah Kota Surakarta Tahun 2021 [Internet]. Kota Surakarta; 2021. Available from: https://dlh.surakarta.go.id/web/file/20211102093437.pdf

[3] Daniastri S. Kota Solo Baru: Ketergantungan atau Kemandirian? [Internet]. Universitas Gadjah Mada; 2016. Available from: http://etd.repository.ugm.ac.id/penelitian/detail/95178

[4] Yaguang S. Development and characteristics of central business district under the philosophy of health. Procedia Eng [Internet]. 2011;21:258–66. Available from: https://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S1877705811048478

[5] Murphy RE. The Central Business District: An Study in Urban Geography. New York: Routledge; 2009.

[6] Bintaro N, Hadisumarno S. Metode Analisa Geografi. Jakarta: LP3ES; 1991.

[7] Natalia VV, Heinrichs D. How to Define Urban Centres: Concepts Overview and Propose Indicators. Transp Res Procedia [Internet]. 2019;41(2016):150–4. Available from: https://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S2352146519304399

[8] Pradhan B. Spatial Modeling and Assessment of Urban Form: Analysis of Urban Growth: From Sprawl to Compact Using Geospatial Data. 1st ed. Serdang: Springer International Publishing; 2017.

[9] Suharyadi. Transformasi Spektral Data Digital Landsat TM untuk Pemetaan Kepadatan Bangunan di Daerah Perkotaan Yogyakarta. Yogyakarta: Lembaga Penelitian UGM; 2000.

[10] Thraves BD, Barriault G. Change in the s ize and f unctions of Regina ’ s c entral bu siness d istrict , 1964-1997. Prairie Perspect [Internet]. 1997;141–60. Available from: https://pcag.uwinnipeg.ca/Prairie-Perspectives/PP-Vol01/Thraves-Barriault.pdf

[11] Deviantari UW, Budisusanto Y, Majdi N. Pemanfaatan Peta Kontur Zona Nilai Tanah Pada Data Nilai Jual Objek Pajak Tahun 2015 untuk Identifikasi Lokasi Central Bussiness District (Studi Kasus: Uptd 8 Kota Surabaya). Geoid [Internet]. 2017;12(2):168–72. Available from: http://iptek.its.ac.id/index.php/geoid/article/download/3636/2793

[12] Säynäjoki ES, Inkeri V, Heinonen J, Junnila S. How central business district developments facilitate environmental sustainability - A multiple case study in Finland. Cities [Internet]. 2014;41(A):101–13. Available from: https://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S0264275114000857%0A%0A

[13] Direktorat Jenderal Bina Marga, Direktorat Bina Jalan Kota. Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI) [Internet]. 1997. Available from: https://salmanisaleh.files.wordpress.com/2011/10/0_mkji1997-2.pdf

[14] American Society of Planning Officials. Programs for Central Business District Improvement [Internet]. Chicago; 1955. Available from: https://www.planning.org/pas/reports/report80/

[15] Direktur Jenderal Perhubungan Darat. Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Darat Nomor 271/HK.105/DRJD/96 tentang Pedoman Teknis Perekayasaan Tempat Perhentian Kendaraan Penumpang Umum [Internet]. 1996. Available from: https://dokumen.tips/documents/pedoman-teknis-perekayasanaan-tempat-perhentian-kendaraan-penumpang-umum-halte-56338467b1b28.html

[16] Juwana SJ. Panduan Sistem Bangunan Tinggi : Untuk Arsitek dan Praktisi Bangunan. Jakarta: Erlangga; 2005.

[17] Kementerian Pekerjaan Umum. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 3 Tahun 2014 tentang Pedoman Perencanaan, Penyediaan, dan Pemanfaatan Prasarana dan Sarana Jaringan Pejalan Kaki di Kawasan Perkotaan [Internet]. . 2014. Available from: http://pug-pupr.pu.go.id/_uploads/Produk_Pengaturan/Permen PUPR No 03-2014.pdf

[18] Ibrahim M, El-Zaart A, Adams C. Smart Sustainable Cities Roadmap: Readiness for Transformation Towards Urban Sustainability. Sustain Cities Soc [Internet]. 2017;37:530–40. Available from: https://www.sciencedirect.com/science/article/abs/pii/S2210670717302469

[19] Prasetyo HE, Trijeti. Analisis Tingkat Pelayanan Jalan (Studi Kasus Jalan Ciledug Raya, Depan Universitas Budhi Luhur Jakarta Selatan). In: Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknologi 2019 [Internet]. 2019. p. 1–10. Available from: https://jurnal.umj.ac.id/index.php/semnastek/article/view/5138

[20] Yunus HS. Struktur Tata Ruang Kota. Yogyakarta: Pustaka Pelajar; 2000.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.