Komparasi preferensi berlokasi pedagang kaki lima berdasarkan kelas jalan di Kawasan Pendidikan Tinggi Jebres

Jasmine Chelsea Alfano, Murtanti Jani Rahayu, Hakimatul Mukaromah

Abstract

Pertumbuhan sektor informal di kawasan perkotaan, khususnya pedagang kaki lima (PKL), menjadi solusi ekonomi bagi masyarakat berpenghasilan rendah namun sering menimbulkan persoalan tata ruang, terutama di kawasan pendidikan tinggi Jebres, Surakarta. Penelitian ini bertujuan menganalisis dan mengkomparasi preferensi berlokasi pedagang PKL berdasarkan karakteristik lokasi dan kelas jalan di kawasan pendidikan tinggi Jebres. Metode yang digunakan adalah pendekatan deduktif dengan jenis penelitian eksploratori dan deskriptif kuantitatif, menggunakan data primer dari observasi dan kuesioner, serta data sekunder dari dokumentasi dan studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas PKL merupakan penjual makanan siap saji dengan latar pendidikan menengah, beroperasi secara menetap di lokasi strategis yang dekat pusat aktivitas mahasiswa, seperti kos-kosan dan kampus. Faktor utama yang mempengaruhi preferensi lokasi PKL yang beragam pada setiap kelas jalan, diantaranya dan berdasarkan faktor visibilitas, aksesibilitas, aglomerasi, dan ketersediaan sarana prasarana, dengan pola penyebaran linier di sepanjang jalur utama kawasan. Kesimpulannya, preferensi lokasi PKL di kawasan pendidikan tinggi Jebres sangat dipengaruhi oleh kemudahan akses, visibilitas tinggi, kedekatan dengan konsumen utama, serta fasilitas pendukung pada setiap kelas jalan sehingga diperlukan kebijakan penataan PKL yang mempertimbangkan faktor-faktor tersebut untuk menciptakan kawasan yang tertata.


Comparison of street vendors location preferences based on the road classes in the Higher Education Area of Jebres


The growth of the informal sector in urban areas, particularly street vendors, serves as an economic solution for low-income communities but often creates spatial planning issues, especially in the higher education area of Jebres, Surakarta. This study aims to analyze and compare the location preferences of street vendors based on spatial characteristics and road classes in the Jebres higher education area. The research employs a deductive approach using an exploratory and descriptive quantitative method, utilizing primary data collected through observations and questionnaires, alongside secondary data from documentation and literature reviews. The results indicate that the majority of street vendors are ready-to-eat food sellers with secondary education backgrounds, operating permanently in strategic locations near student activity centers, such as boarding houses and campuses. The main factors influencing street vendors location preferences vary across road classes, specifically regarding visibility, accessibility, agglomeration, and the availability of facilities and infrastructure, exhibiting a linear distribution pattern along the area's main routes. In conclusion, street vendors location preferences in the Jebres higher education area are strongly influenced by accessibility, high visibility, proximity to primary consumers, and supporting facilities, which differ across road classes. Therefore, policies for managing street vendors should consider these factors to promote a well-organized urban environment.

Keywords

Higher Education Area; Informal Sector; Location Preference; Spatial Planning; Street Vendors

Full Text:

PDF

References

[1]Hariyono P. Sosiologi Kota untuk Arsitek. Bumi Aksara; 2007.

[2]Mazumdar D. The urban informal sector. World Dev 1976;4:655–79. https://doi.org/10.1016/0305-750X(76)90047-4.

[3]Puspita, Mega MA, Rahayu MJ, Utomo RP. Faktor Prioritas dalam Penentuan Lokasi Food Center di Purbalingga. Desa-Kota J Perenc Wilayah, Kota, dan Permukim 2023;5.

[4]Manning C, Effendi TN. Urbanisasi, Pengangguran, dan Sektor Informal di Kota. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia; 1996.

[5]Bromley R. Street Vending and Public Policy: A Global Review. Int J Sociol Soc Policy 2000;20:1–28. https://doi.org/10.1108/01443330010789052.

[6]Salvatore D. Managerial Economics. McGraw-Hill Education; 1988.

[7]McGee TG, Yeung Y. Hawkers in Southeast Asian cities: Planning for the bazaar economy. IDRC, Ottawa, ON, CA; 1977.

[8]Purnomo C. Analisis Perbedaan Karakteristik Pedagang Kaki Lima di Sekitar Stadion Manahan Sebelum dan Sesudah Relokasi Kecamatan Banjarsari Kota Surakarta. Universitas Muhammadiyah, 2009.

[9]Geurs KT, van Wee B. Accessibility evaluation of land-use and transport strategies: review and research directions. J Transp Geogr 2004;12:127–40. https://doi.org/10.1016/j.jtrangeo.2003.10.005.

[10]Perdana EAL, Rahayu P, Hardiana A. Karakteristik pedagang kaki lima dan preferensinya terhadap lokasi kawasan Solo Techno Park. Reg J Pembang Wil dan Perenc Partisipatif 2020;15:172. https://doi.org/10.20961/region.v15i2.24440.

[11]Rahayu MJ, Werdiningtyas RR, Musyawaroh M. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Keberhasilan Penataan PKL sebagai Strategi Penataan Ruang Kota Surakarta. Reg J Pembang Wil dan Perenc Partisipatif 2017;7:109. https://doi.org/10.20961/region.v7i2.11582.

[12]Ikram A, Sarmita IM, Citra IPA. Eksistensi Pedagang Kaki Lima Di Jalan Arteri Primer Kota Singaraja. J Pendidik Geogr Undiksha 2020;8:130–9.

[13]Novelia AS, Sardjito. Kriteria Penentuan Lokasi Pedagang Kaki Lima Berdasarkan Preferensi Pedagangnya di Kawasan Perkotaan Sidoarjo. J Tek ITS 2015;4.

[14]Rahayu MJ, Werdiningtyas RR, Musyawaroh M. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Keberhasilan Penataan PKL sebagai Strategi Penataan Ruang Kota Surakarta. Reg J Pembang Wil dan Perenc Partisipatif 2017;7:109. https://doi.org/10.20961/region.v7i2.11582.

[15]Maulidiyah FDA, Idajati H. Faktor yang Mempengaruhi Kriteria Lokasi Berdagang Pedagang Kaki Lima Berdasarkan Preferensi Pedagang Kaki Lima di Kawasan Pasar Baru Gresik 2016;5:145150.

[16]Salsabilla VS, Sutikno FR, Firdausiyah N. PREFERENSI PEMILIHAN LOKASI PEDAGANG KAKI LIMA DI PASAR SIPON KOTA TANGERANG. Plan Urban Reg Environ J 2024;13:133–42.

[17]Rahayu MJ, Andini I, Putri RA. Typology of Urban Hawker’s Location Preferences. Procedia - Soc Behav Sci 2016;227:239–46. https://doi.org/10.1016/j.sbspro.2016.06.067.

[18]Simamora B. Panduan riset perilaku konsumen. Gramedia Pustaka Utama; 2002.

[19]Utami NE. Pola Aktivitas Pedagang Kaki Lima (PKL) dalam Pemanfaatan Ruang Publik Kawasan Pendidikan di Belakang Kampus Kentingan Universitas Sebelas Maret Surakarta (UNS). J Wil dan Kota 2025;11:40–51.

[20]Florence PS, Hoover EM. The Location of Economic Activity. Econ J 1949;59:221. https://doi.org/10.2307/2226687.

[21]Amalia A, Rahayu MJ, Utomo RP. Kawasan Alun-Alun Timur Pati sebagai lokasi relokasi pedagang kaki lima. Reg J Pembang Wil dan Perenc Partisipatif 2023;18:468. https://doi.org/10.20961/region.v18i2.63760.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.