Potensi dampak pembangunan jalan tol terhadap sektor pariwisata Yogyakarta: Analisis input-output dan ketimpangan
Abstract
Pembangunan infrastruktur transportasi merupakan instrumen penting dalam mendorong pembangunan wilayah dan peningkatan kinerja sektor unggulan. Di Daerah Istimewa Yogyakarta, pembangunan Proyek Strategis Nasional (PSN) Jalan Tol Solo–Yogyakarta–YIA dan Yogyakarta–Bawen diharapkan dapat memperkuat konektivitas wilayah serta mendukung pengembangan sektor pariwisata. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi dampak pembangunan jalan tol terhadap perekonomian wilayah Yogyakarta, dengan fokus pada sektor pariwisata dan ketimpangan pembangunan antar daerah. Metode yang digunakan adalah analisis input-output untuk mengidentifikasi keterkaitan antar sektor serta analisis Indeks Williamson untuk mengukur ketimpangan pembangunan ekonomi wilayah. Data yang digunakan merupakan data input-output regional dan data ekonomi wilayah yang relevan dengan periode perencanaan pembangunan. Hasil analisis menunjukkan bahwa sektor konstruksi dan sebagian besar sektor terkait pariwisata berada pada sektor prioritas pertama, ditandai dengan nilai indeks daya penyebaran dan keterkaitan ke belakang yang tinggi. Simulasi guncangan investasi infrastruktur pada sektor konstruksi sebesar Rp 18,997 triliun menghasilkan efek pengganda yang signifikan terhadap output, investasi, dan penyerapan tenaga kerja pada sektor-sektor pariwisata. Selain itu, hasil analisis Indeks Williamson menunjukkan bahwa pembangunan jalan tol berpotensi menurunkan ketimpangan pembangunan ekonomi antar wilayah apabila manfaat infrastruktur dapat terdistribusi secara merata. Temuan ini mengindikasikan bahwa pembangunan jalan tol tidak hanya berperan sebagai pengungkit pertumbuhan ekonomi wilayah, tetapi juga berpotensi menjadi katalis pembangunan pariwisata yang inklusif dan berkelanjutan di Yogyakarta
Keywords
Full Text:
PDFReferences
[1]Wiratma HD, Nurgiyanti T. Pembangunan Pariwisata Kulon Progo Melalui Konsep Green Economy dan Blue Economy. Nation State Journal of International Studies 2019;2:161–72. https://doi.org/10.24076/NSJIS.2019v2i2.164.
[2]Kartiko ND. Insentif Pajak dalam Merespons Dampak Pandemi Covid-19 pada Sektor Pariwisata. Jurnal Pajak Dan Keuangan Negara (PKN) 2020;2:124–37. https://doi.org/10.31092/jpkn.v2i1.1008.
[3]World Economic Forum. Travel & Tourism Development Index 2024 2024. https://www.weforum.org/publications/travel-tourism-development-index-2024/ (accessed May 7, 2025).
[4]Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Kontribusi PDB Pariwisata terhadap PDB Nasional 2023. https://katalogdata.kemenparekraf.go.id/dataset/pdb-pariwisata-dan-ekonomi-kreatif/resource/e5ccde0f-66e5-48d9-8d13-44e92ac7ec2b (accessed May 7, 2025).
[5]Haryanto LW, Almira R, Harseno AR. Peran Becak Tradisional dalam Mendukung Pariwisata di Kawasan Malioboro Yogyakarta. Askara: Jurnal Seni Dan Desain 2022;1:73–80. https://doi.org/10.20895/askara.v1i1.730.
[6]Alpharetz AR. Analisis Faktor-faktor yang Memengaruhi Pertumbuhan Perekonomian Kabupaten/kota di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (Periode 2011-2021). Universitas Islam Indonesia, 2023.
[7]Bank Indonesia. Laporan Perekonomian DI Yogyakarata November 2024 2024. https://www.bi.go.id/id/publikasi/laporan/lpp/Pages/Laporan-Perekonomian-DI-Yogyakarta-November-2024.aspx (accessed December 14, 2025).
[8]Badan Pusat Statistik. Statistik Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta 2024 2024.
[9]Budiyono EFCS, Tololiu GC. Investasi di Era Generasi Z: Analisis Gender dan Persepsi Risiko Sebagai Faktor Pengambilan Keputusan. Jurnal Ilmiah Manajemen, Ekonomi, & Akuntansi (MEA) 2025;9:181–203. https://doi.org/10.31955/mea.v9i1.4888.
[10]Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM. Laporan Realisasi Investasi 2024. BkpmGoId 2024. https://www.bkpm.go.id/id/info/realisasi-investasi/2024 (accessed January 22, 2026).
[11]Shalihah F, Alviah S, Shob’ron IA. The Wages in Employment Relations in the Tourism Sector in Yogyakarta in Justice Perspective. Substantive Justice International Journal of Law 2023;6:138. https://doi.org/10.56087/substantivejustice.v6i2.261.
[12]Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Cakupan Aktivitas Pariwisata Dan Ekonomi Kreatif Dalam Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) 2020. Jakarta: 2022.
[13]Prayoga RD, Wardani DTK, Hartarto RB. The Effect of City/District Minimum Wages on Poverty Levels: A Case Study of the Special Region of Yogyakarta in 2010-2019. Journal of Economics Research and Social Sciences 2022;6:93–7. https://doi.org/10.18196/jerss.v6i2.14401.
[14]GoodStats. Kota-Kota Pilihan Orang Indonesia 2024 2024. https://goodstats.id/infographic/kota-kota-pilihan-orang-indonesia-2024-U00wT (accessed May 7, 2025).
[15]Wahyuni PI, Muliawan IW, Rangan PR, Sahabuddin AA, Dana GWP, Tumpu M, et al. Investasi Pariwisata Indonesia. Tohar Media; 2021.
[16]Arliman S L. Peran Investasi dalam Kebijakan Pembangunan Ekonomi Bidang Pariwisata di Provinsi Sumatera Barat. Kanun Jurnal Ilmu Hukum 2018;20:273–94. https://doi.org/10.24815/kanun.v20i2.10081.
[17]Rihaksa TA, Susanti H. Penyuluhan Pentingnya Peran Infrastruktur Dalam Permintaan Pariwisata Internasional Indonesia. Jurnal Abdimas Bina Bangsa 2023;4:731–44.
[18]Widyarini IGA, Sunarta IN. Dampak pengembangan sarana pariwisata terhadap peningkatan jumlah pengunjung di wisata alam air panas angseri, tabanan. Jurnal Destinasi Pariwisata 2019;6:217.
[19]Zhang J. Does innovative city construction promote tourist destination competitiveness? An analysis of a quasi-natural experiment. Journal of Destination Marketing & Management 2024;33:100916. https://doi.org/10.1016/j.jdmm.2024.100916.
[20]Mustafa AMM. The Impact of Infrastructure on Tourism: The Case of Sri Lanka. Asian Soc Sci 2019;15:174. https://doi.org/10.5539/ass.v15n7p174.
[21]Sukwika T. Peran Pembangunan Infrastruktur terhadap Ketimpangan Ekonomi Antarwilayah di Indonesia. Jurnal Wilayah Dan Lingkungan 2018;6:115. https://doi.org/10.14710/jwl.6.2.115-130.
[22]Armawi A, Effendhy S, Subejo, Apriliyanti K. Redesain Potensi Lokal Kewilayahan Desa Pakunden Magelang Berbasis Agro-ekowisata Pasca Konversi Lahan Terdampak Tol Jogja-Bawen. Jurnal Pengabdian, Riset, Kreativitas, Inovasi, Dan Teknologi Tepat Guna 2024;2:198–211. https://doi.org/10.22146/parikesit.v2i1.10293.
[23]Hidayat S. Dampak pembangunan jalan tol Serang-Panimbang terhadap perekonomian Banten dan nasional (Analisis interregional input-output). Jurnal Bina Bangsa Ekonomika 2021;14:393–405. https://doi.org/10.46306/jbbe.v14i2.93.
[24]Usman MT. Pengaruh Pembangunan Jalan Layang Tol Jakarta Cikampek II terhadap Pembentukan Struktur Perekonomian Jawa Barat. AKSES: Jurnal Ekonomi Dan Bisnis 2020;15. https://doi.org/10.31942/akses.v15i2.3779.
[25]Annisa A, Suharto US, Syaifudin R, Sayifullah S, Ginanjar RAF. Dampak Pembangunan Jalan Tol Trans Sumatra pada Perekonomian Indonesia: Pendekatan Analisis Input-Output. Tirtayasa Ekonomika 2024;19:213. https://doi.org/10.35448/jte.v19i2.28463.
[26]Listikarini DI, Harlan E. The Impact of Yogyakarta International Airport (YIA) Development on the Economy in the Special Region of Yogyakarta: Input-Output Analysis. Eko-Regional: Jurnal Pembangunan Ekonomi Wilayah 2024;19:152–64.
[27]Sugiyono S. Metodologi Penelitian Kualitatif Kuantitatif Dan R&D. Bandung: Cv Alfabeta 2019.
[28]Irianto I, Kisnawati B, Istiarto I, Helmida BQE. Pengaruh Pendapatan Asli Daerah, Dana Alokasi Umum, Dana Alokasi Khusus Dan Belanja Modal Terhadap Indeks Pembangunan Manusia (Studi Pada Kabupaten Dan Kota Di Provinsi Nusa Tenggara Barat). GANEC SWARA 2021;15:1258. https://doi.org/10.35327/gara.v15i2.244.
[29]Noviar N. Analisis Ketimpangan Dan Klasifikasi Pembangunan Ekonomi Kabupaten/Kota Di Provinsi Banten Tahun 2016-2020. Jurnal Kebijakan Pembangunan Daerah 2021;5:24–33. https://doi.org/10.56945/jkpd.v5i1.118.
[30]Utomo KS. Analisis Input-Output pada Strategi Pemulihan Perekonomian, Penyerapan Tenaga Kerja dan Peningkatan Pendapatan dalam Mengatasi Dampak Covid-19 di Provinsi NTT. Jurnal Statistika Terapan (ISSN 2807-6214) 2021;1:1–13.
[31]Putri KS, Novianti YS, Simanungkalit DP. Sektor Pertambangan Dalam Rantai Pasokan Domestik Provinsi Kalimantan Selatan: Dampak Pengganda. Jurnal GEOSAPTA 2021;7:133–9.
[32]Badan Pusat Statistik. Tourism Satellite Account Indonesia 2018-2022 2024.
[33]Buana AG, Nurhaliza CG, Fauzan A, Sutisna I. Analisis Input-Output Dampak Sektor Pariwisata Terhadap Perekonomian Di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Jurnal Lebesgue: Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika, Matematika Dan Statistika 2025;6:35–43.
[34]Benirobin R, Hamdi M, Lambelanova R, Moenek R. Determining the Ideal Strategy in Facilitating Employment to Increase Public Investment in Melawi Regency using the SWOT Method. International Journal of Science and Society 2020;2:63–71.
[35]Barro RJ, Sala-I-Martin X, Blanchard OJ, Hall RE. Convergence Across States and Regions. Brookings Pap Econ Act 1991;1991:107. https://doi.org/10.2307/2534639.
[36]Kanbur R, Venables AJ. Spatial inequality and development. OUP Oxford; 2005.
[37]Harvey D. Reshaping economic geography: the world development report 2009. Dev Change 2009;40:1269.
[38]Amriani E, Arianti F. Analisis Tingkat Ketimpangan Pendapatan dan Pengembangan Sektor Unggulan di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta Tahun 2008-2020. Diponegoro Journal of Economics 2022;11:1–8.
[39]Adryawning VA, Widiyanto D. Analisis hubungan tingkat perkembangan wilayah dan ketimpangan wilayah di Indonesia. Region : Jurnal Pembangunan Wilayah Dan Perencanaan Partisipatif 2025;20:210. https://doi.org/10.20961/region.v20i1.86894.
Refbacks
- There are currently no refbacks.

.png)

.jpg)









