Perubahan penggunaan lahan dengan data Nighttime Light pada kawasan terdampak gempa di Kabupaten Klatenten Klaten

Muhammad Azmi Syarifuddin, Nur Miladan, Mochamad Primasakti Satyagraha

Abstract

Peningkatan kepadatan penduduk dan aktivitas pembangunan wilayah mendorong kebutuhan lahan untuk permukiman, perdagangan, dan industri. Pada wilayah rawan bencana, dinamika penggunaan lahan pascabencana menjadi isu penting dalam perencanaan pembangunan berbasis risiko. Kabupaten Klaten merupakan salah satu wilayah yang terdampak gempa bumi tahun 2006 dan mengalami proses rekonstruksi serta pemulihan aktivitas sosial ekonomi dalam jangka panjang. Penelitian ini bertujuan menganalisis perubahan penggunaan lahan pascagempa di Kabupaten Klaten, khususnya pada kawasan terdampak, dengan memanfaatkan data Nighttime Light (NTL) sebagai indikator aktivitas manusia dan pembangunan wilayah. Metode penelitian menggunakan pendekatan deduktif kuantitatif dengan analisis numerik berbasis citra satelit NTL serta teknik penampalan spasial. Data dianalisis untuk mengidentifikasi perubahan intensitas cahaya sebagai proksi dinamika penggunaan lahan dan konsentrasi pembangunan pascarekonstruksi. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan intensitas cahaya yang signifikan di beberapa kawasan, terutama di wilayah Klaten Tengah, yang mencerminkan pertumbuhan aktivitas ekonomi dan pembangunan infrastruktur. Pola perubahan menunjukkan kecenderungan pergeseran aktivitas masyarakat ke wilayah terdampak sedang dan terdampak kuat, dengan dominasi pada zona terdampak sedang. Temuan ini mengindikasikan bahwa kawasan terdampak gempa tetap mengalami perkembangan seiring waktu meskipun memiliki tingkat risiko bencana. Oleh karena itu, hasil penelitian ini menegaskan pentingnya kebijakan perencanaan pembangunan wilayah berbasis risiko bencana untuk mengarahkan pertumbuhan aktivitas masyarakat menuju wilayah yang lebih aman dan berkelanjutan.

Keywords

Gempa; Kawasan Terdampak; Nighttime Light; Perubahan Penggunaan Lahan

Full Text:

PDF

References

[1]Chen Y, Xie W, Xu X. Changes of Population, Built-up Land, and Cropland Exposure to Natural Hazards in China from 1995 to 2015. International Journal of Disaster Risk Science 2019;10:557–72. https://doi.org/10.1007/s13753-019-00242-0.

[2]Borenstein S. Study Finds More People are Moving into High Flood Zones, Increasing Risk of Water Disasters. AP News 2023.

[3]Bastos Moroz C, Thieken AH. Urban growth and spatial segregation increase disaster risk: lessons learned from the 2023 disaster on the North Coast of São Paulo, Brazil. Natural Hazards and Earth System Sciences 2024;24:3299–314. https://doi.org/10.5194/nhess-24-3299-2024.

[4]Torres Mallma SF. Mainstreaming land use planning into disaster risk management: Trends in Lima, Peru. International Journal of Disaster Risk Reduction 2021;62:102404. https://doi.org/10.1016/j.ijdrr.2021.102404.

[5]Stokes EC, Román MO, Wang Z, Kyba CCM, Miller SD, Storch T, et al. Retired Satellites: A Chance to Shed Light. Science (1979) 2021;373:1451–2. https://doi.org/10.1126/science.abl9965.

[6]Zheng Q, Seto KC, Zhou Y, You S, Weng Q. Nighttime Light Remote Sensing for Urban Applications: Progress, Challenges, and Prospects. ISPRS Journal of Photogrammetry and Remote Sensing 2023;202:125–41. https://doi.org/10.1016/j.isprsjprs.2023.05.028.

[7]Huang X, Yang J, Li J, Wen D. Urban Functional Zone Mapping by Integrating High Spatial Resolution Nighttime Light and Daytime Multi-View Imagery. ISPRS Journal of Photogrammetry and Remote Sensing 2021;175:403–15. https://doi.org/10.1016/j.isprsjprs.2021.03.019.

[8]Liu J, Deng Y, Wang Y, Huang H, Du Q, Ren F. Urban Nighttime Leisure Space Mapping with Nighttime Light Images and POI Data. Remote Sens (Basel) 2020;12:541. https://doi.org/10.3390/rs12030541.

[9]Afrianto F, Rendra Graha DT. Morfologi Kota Malang. Jurnal Plano Buana 2023;3:68–76. https://doi.org/10.36456/jpb.v3i2.7002.

[10]Chen Z, Yu B, Song W, Liu H, Wu Q, Shi K, et al. A New Approach for Detecting Urban Centers and Their Spatial Structure With Nighttime Light Remote Sensing. IEEE Transactions on Geoscience and Remote Sensing 2017;55:6305–19. https://doi.org/10.1109/TGRS.2017.2725917.

[11]Chen Z, Yu B, Ta N, Shi K, Yang C, Wang C, et al. Delineating Seasonal Relationships Between Suomi NPP-VIIRS Nighttime Light and Human Activity Across Shanghai, China. IEEE J Sel Top Appl Earth Obs Remote Sens 2019;12:4275–83. https://doi.org/10.1109/JSTARS.2019.2916323.

[12]Stare J. Light Pollution Map 2025. https://www.lightpollutionmap.info/ (accessed December 14, 2025).

[13]USGS. M 63 - 10 Km E of Pundong, Indonesia 2006. https://earthquake.usgs.gov/earthquakes/eventpage/usp000ej1c/shakemap/intensity (accessed December 14, 2025).

[14]MAPID. [GEODATA] Nighttime Light of Indonesia 2023. https://geo.mapid.io/blog_read/geodata-nighttime-light-of-indonesia (accessed December 14, 2025).

[15]Wood HO, Neumann F. Modified Mercalli Intensity Scale of 1931. Bulletin of the Seismological Society of America 1931;21:277–83. https://doi.org/10.1785/BSSA0210040277.

[16]USGS. Magnitude/Intensity Comparison 2010. https://web.archive.org/web/20110623113247/http://earthquake.usgs.gov/learn/topics/mag_vs_int.php (accessed December 14, 2025).

[17]Zaki. Sejarah Gempa Bumi Jogja 27 Mei 2006. Jogjauncover 2015. https://jogjauncover.blogspot.com/2015/11/sejarah-gempa-bumi-jogja-27-mei-2006.html (accessed December 14, 2025).

[18]Elvidge CD, Zhizhin M, Ghosh T, Hsu F-C, Taneja J. Annual Time Series of Global VIIRS Nighttime Lights Derived from Monthly Averages: 2012 to 2019. Remote Sens (Basel) 2021;13:922. https://doi.org/10.3390/rs13050922.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.